Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
kasih sayang seorang ibu


__ADS_3

Hanya kata maaf yang mampu diucapkan oleh seorang anak yang merasa bersalah, meskipun itu bukan kesalahannya. Namun, bagi seorang anak yang sudah harus dituntut memiliki pemikiran lebih dewasa dibandingkan anak yang seumurannya, membuat diri Firman merasakan sebuah rasa salah yang teramat besar seandainya Lea tak mengangkat Firman dan Fahira sebagai anak, mungkin ibu Dewi tak akan menemui Lea yang berakhir menjadi mencelakai Lea dan kandungannya.


Masih dengan tangisnya Firman memeluk Lea begitu erat, beberapa hari tak bertemu dengan Lea membuat Firman merindukan sosok ibu angkatnya itu.


"kenapa abang minta maaf sama ibun? emang abang bikin salah?". tanya Lea sambil mengelus kepala Firman dengan penuh kasih sayang


"gara-gara abang dan Fafa, ibun jadi celaka". ucap Firman dengan suara bergetar karena tangisnya


"abang dan Fafa itu nggak salah, itu semua udah takdir ibun, lagian ibun itu nggak bakal biarin abang dan Fafa ninggalin ibun, jadi ibun akan mempertahankan kalian sekuat tenaga ibun buat anak-anak ibun". jelas Lea


"udah jangan nangis ya, oya abang sama Fafa sudah makan belum?". tanya Lea


"Fafa udah makan ibun, tapi abang dari ibun di rumah sakit nggak mau makan, abang cuma minum susu doang kalo pagi hari". adu Fafa


"kok gitu sih bang, kenapa?". Lea langsung melihat kearah Firman meminta jawaban


"abang Firman dia ngerasa bersalah udah bikin kamu kaya gini Lea dan dia mikir kamu aja nggak makan masa dia makan". jawab dokter Harun yang selalu mendampingi Firman selama masa terpuruknya karena rasa bersalahnya itu.

__ADS_1


"padahal aku sudah bilang kalo itu bukan salah dia, tapi ya tetap aja dia ngerasa bersalah sampe nggak mau makan padahal semua orang sudah bujuk Firman buat makan". sambung dokter Harun


"abang sini, duduk samping ibun". ucap Lea lalu Firman duduk diatas brangkar dimana Lea sedang dalam posisi duduk


"abang nggak salah sama sekali, kasih sayang ibun ke kalian itu sama semua ibun nggak beda-bedain jadi semuanya akan ibun sayang dan ibun lindungi karena kalian semua ya anak ibun, ibun kaya gini karena melindungi anak-anak ibun ya jadi ibun nggak nyesel dan malah senang karena kalian masih bisa berada dalam dekapan ibun, kalian nggak ninggalin ibun, jadi abang nggak boleh menyiksa diri abang lagi ya dengan nggak makan, kalo abang nggak makan terus sakit yang bantu ibun dan ayah buat jaga dan lindungin adik-adik siapa dong? jadi abang makan ya, ibun suapin ya nak". jelas Lea kepada Firman dan Firman langsung memeluk Lea dengan penuh kasih sayang sambil menganggukkan kepalanya pertanda ia mau makan disuapin oleh Lea


Sedangkan keluarga yang lain sangat terharu melihat kasih sayang yang terjalin antara Firman dan Azalea.


Sungguh sosok Lea yang sangat manja dan dimanja oleh keluarganya kini menjadi sosok wanita yang dewasa dan penuh kasih sayang untuk anak-anaknya.


Sedangkan dokter Qais tengah berganti pakaian karena setelah jam kerjanya berakhir dokter Qais belum sempat mengganti pakaiannya karena sudah dikejutkan dengan sadarnya sang istri tercinta.


Dan keluarga yang lain tengah bersenda gurau karena kini mereka mampu untuk tersenyum kembali setelah sadarnya Lea dari komanya.


Malam pun telah tiba seluruh keluarga abi Fajri dan keluarga ayah Amar telah kembali ke rumah masing-masing sedangkan di ruang rawat Lea kini hanya tinggal dokter Qais dan baby B yang mana bayi mungil itu sudah tertidur di box bayinya.


"A' bisa nggak besok aku liat baby A dan baby C?". tanya Lea dengan wajah sendu karena teringat kondisi kedua bayi lainnya yang masih butuh perawatan

__ADS_1


"boleh kok sayang, besok aku temenin ya, kita berdoa ya semoga mereka cepat sehat agar bisa kumpul bersama-sama dengan kita".ucap dokter Qais sambil mengelus tangan Lea yang berada didalam genggamannya.


"ya udah sekarang kamu tidur ya, kamu masih harus banyak istirahat, biar cepat sehat lagi". perintah dokter Qais


"iya A' tapi Aa' bobo sebelah ade ya, ade rindu sama Aa' , pengen bobo dipeluk Aa' ". pinta Lea


"tapi kamu nanti kesempitan sayang". tolak dokter Qais secara halus karena takut membuat istrinya jadi tidak nyaman karena harus berbagi kasur yang sempit


"please A' ". mohon Lea dengan wajah imutnya


dan dokter Qais langsung membuang nafas kasar karena jika melihat wajah imut Lea yang memohon seperti itu maka dokter Qais akan mudah luluhnya.


Dokter Qais akhirnya naik keatas brangkar Lea, dan mereka berdua tidur dalam posisi saling berhadapan dan berpelukan.


"selamat tidur bidadariku, Aa' cinta ade". ucap dokter Qais sambil mengecup kening Lea


"selamat tidur juga imam dunia akhirat ku, ade cinta Aa' " .balas Lea lalu mengecup bibir dokter Qais sebelum Lea menenggelamkan wajahnya di dalam dada bidang sang suami menghirup aroma yang selama ini membuat ia nyaman dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2