Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
bibit pelakor


__ADS_3

Setengah hari menemani sang suami bekerja, saat ini dokter Qais dan Lea bersiap untuk pulang.


Pengalaman baru bagi Lea menemani suaminya bekerja. Lea sangat senang saat melihat ibu-ibu yang sedang memeriksakan kandungannya.


Lea harap akan diberikan keturunan dengan segera. kerena dia sudah tidak sabar untuk merasakan bagaimana rasanya hamil, dan sudah tidak sabar ingin menimang sendiri buah hatinya.


Lea tersadar dari lamunannya saat dokter Qais membukakan pintu mobil untuk Lea masuki.


Lea lalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada suaminya yang telah membukakan pintu mobil.


Mobil yang dikendarai dokter Qais pun melaju membelah kepadatan lalu lintas di ibu kota.


Setelah sampai di depan rumah keluarga abi Fajri dokter Qais mengajak Lea mampir terlebih dahulu di klinik samping rumahnya.


Untuk mengecek keadaan klinik dan obat-obatan yang tersedia disana.


Saat sudah sampai di klinik ternyata sudah ada teh Zahra yang menemani dokter Harun dibantu dengan suster Kiara. Di klinik masih banyak pasien yang mengantri untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan.


Saat suster Kiara melihat kedatangan dokter Qais, dengan semangat suster Kiara menyambut dokter Qais namun saat melihat ada Lea di belakang dokter Qais membuat Kiara kesal.


Karena dokter Qais menikah dengan wanita lain, padahal selama ini suster Kiara selalu menunjukan rasa sukanya kepada dokter Qais namun dokter Qais selalu cuek.


Dan setelah satu tahun menaruh hati kepada dokter Qais, dokter Qais malah memilih Lea sebagai istrinya.


Padahal menurut dirinya, Lea sangat ketinggalan jaman karena menggunakan pakaian longgar, sedangkan suster Kiara merasa memiliki badan yang aduhai dan selalu menggunakan baju pas body sehingga selalu memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Namun semua itu tidak berhasil membuat dokter Qais meliriknya. Padahal kalau laki-laki diluar sana banyak yang selalu memandang tubuh suster Kiara yang memiliki body aduhai itu.


"sore dokter Qais, apa kabar sudah lama tidak ke klinik". ucap suster Kiara dengan senyum tanpa menghiraukan Lea yang sudah berada disamping dokter Qais


"sore sus, ya saya kan cuti menikah, dan kenalkan ini istri saya namanya Azalea bisa dipanggil Lea, sayang kenalin ini suster yang membantu di klinik namanya suster Kiara". ucap dokter Qais sambil merangkul pinggang Lea.

__ADS_1


Hal itu membuat suster Kiara jengkel setengah mati melihat pemandangan itu.


"Hai suster Kiara, salam kenal" ucap Lea sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum manis.


"saya Kiara". ucap singkat suster Kiara sambil membalas sebentar salaman Lea lalu segera melepaskan tangannya dan suster Kiara langsung mengelap tangannya kebaju yang digunakannya.


"ish sok manis banget sih jadi cewek, liat aja ya, saya bakal ngerebut dokter Qais dari kamu, dasar cewek kurang ajar udah ngerebut orang yang saya sayang". batin suster Kiara sambil tersenyum kembali ke arah dokter Qais.


"dokter kesini mau nyari dokter Harun atau mau ngecek data klinik?". tanya suster Kiara dengan lembut.


"saya mau ngecek data dan stok obat-obatan disini" . ucap dokter Qais dengan nada biasa saja.


"ayo sayang ikut kedalam, temenin Aa' aja ya, soalnya teh Zahra juga sedang membantu A' Harun tuh" ucap dokter Qais sambil menunjuk ruangan dokter Qais yang terlihat dari kaca karena hordengnya tidak ditutup.


"iya sayang aku ikutin kamu kok, aku kan harus ikut kemana pun imam aku berada". ucap Lea sambil bergelayut manja dilengan dokter Qais.


" ihh, gemesin banget sih istri aku ini". ucap dokter Qais sambil mencubit pelan pipi Lea


"emang enak, makanya jadi cewek jangan coba-coba jadi pelakor, ketara banget sih suka sama suami aku, aku ini bukan tipikal cewek yang takut ngadepin pelakor ya, aku bakal pertahanin suami aku terus sampai kapan pun". batin Lea yang senang bisa bikin suster Kiara jengkel.


Dokter Qais dan Lea pun sedang mengecek stok obat dan masa kadarluasa obat-obatan.


Setelah beberapa saat memeriksa obat-obatan sekarang dokter Qais mengajak Lea untuk kebagian kasir yang bertugas sebagai bagian yang mencatat data keuangan klinik.


"sore mba Citra, apa kabar gimana sehat?"sapa dokter Qais


"sore dok, alhamdulillah baik, eh ada bu Lea, apa kabar bu?masih ingat saya nggak bu?kita kenalan pas di acara nikahan bu Lea dan pak dokter". ucap mba Citra sambil tersenyum ramah


"baik mba Citra, panggilnya jangan bu Lea ya, panggilnya Lea aja, ya masih ingat kok mba, mba yang ada sambil bawa dede gemes itu kan?gimana kabar dede gemesnya, siapa namanya aku agak lupa, emm Zakir bukan sih mba?". ucap Lea


"iya Benar Lea, nama anak aku Zakir".ucap mba Citra

__ADS_1


"kapan-kapan bawa kesini dong mba, nanti biar aku yang jagain". ucap Lea.


"eh, em saya nggak enak masa kerja bawa anak sih". ucap mba Citra tersenyum canggung.


"A' nggak apa-apa kan sekali-kali aja ajaknya, aku mau jagain Zakir sekalian latihan". mohon Lea kepada dokter Qais.


"ya sayang, ya mba Citra boleh ko sebulan sekali ajak anaknya kesini, biar istri saya yang jagain, kebetulan Lea memang suka anak-anak". ucap dokter Qais kepada Lea dan mba Citra.


"makasih ya A' jadi tambah sayang"ucap Lea girang


"tuh, mba Citra boleh ko, jadi kapan-kapan bawa ya, kabarin aku ya kalau bawa Zakir, biar pulang ngajar aku langsung ke klinik". ucap Lea antusias.


Tak jauh dari posisi dokter Qais dan Lea, ada suster Kiara yang sedang kesal karena dokter Qais terlihat sangat lembut dan sayang kepada Lea.


Membuat suster Kiara bertekad untuk merebut dokter Qais dari Lea. Dan suster Kiara merasa semua laki-laki sama kalau melihat wanita lebih cantik atau perhatian dari pada istri sah, maka wanita itu dengan mudah merebut hati laki-laki.


Karena ibarat kucing nggak ada ayam tapi adanya ikan asin juga bakal diembat juga.


Jadi suster Kiara akan berusaha tampil lebih cantik dan menarik lagi, serta akan lebih perhatian lagi dengan dokter Qais.


Agar lama-lama dokter Qais bisa menyukai suster Kiara. Dan setelah dokter Qais menyukai suster Kiara, maka suster Kiara akan merebut posisi Lea dan menyingkirkan Lea. Serta suster Kiara dapat menikah dengan dokter tampan dan mapan itu.


Sambil terus memperhatikan dokter Qais dan Lea dari jauh, suster Kiara juga memikirkan beberapa siasat yang bermunculan diotaknya.


untuk menghancurkan hubungan dokter Qais dan Lea.


Dan suster Kiara dapat menggantikan posisi Lea di hati dokter Qais.Senyum kelicikan mulai muncul dari bibir suster Kiara.


Suster Kiara tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang melihat tingkah suster Kiara yang terlihat aneh karena selalu memperhatikan dokter Qais dengan senyum manis namun saat melihat Lea maka wajahnya akan berubah menjadi kesal, marah dan tangannya mengepal kuat.


Seseorang itu melihat keganjilan itu lalu menafsirkan bahwa suster Kiara menyukai dokter Qais dan sepertinya akan berbuat jahat. Maka orang itu akan memberitahukan kepada dokter Qais dan Lea untuk berhati-hati.

__ADS_1


Dan seseorang itu juga bakal berusaha untuk mengawasi agar rumah tangga dokter Qais dan Lea tidak hancur karena adanya pelakor.


__ADS_2