Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
wisuda Lea


__ADS_3

Tepat seminggu sudah pasangan dokter Harun dan Lea menikmati manisnya biduk rumah tangga.


Pagi ini mereka berdua telah bersiap untuk menghadiri acara wisuda atas keberhasilan Lea selama kurang lebih 4 tahun menimba ilmu di kampusnya.


Lea pun telah terlihat cantik dan anggun dengan balutan kebaya muslimahnya, kebaya yang digunakan Lea juga sangat serasi dengan baju yang digunakan dokter Qais.


Lea menuju ke gedung tempat acara wisuda akan dilaksanakan. karena undangan yang boleh masuk ke dalam ruangan wisuda hanya terbatas maka Lea hanya mengajak ayah Amar, bunda Hawa dan suami tercintanya.


Sedangkan keluarga yang tidak diajak ke acara wisuda, sudah disediakan tempat di restoran dekat acara wisuda Lea.


Dokter Qais ingin memberikan sedikit kejutan untuk istri tercinta dengan mengumpulkan keluarga dari kedua belah pihak.


Kini Lea sudah berada diatas podium untuk mengucapkan pesan dan kesan sebagai perwakilan mahasiswa, karena Lea merupakan mahasiswa beasiswa yang mendapatkan hasil cumlaude.


"terima kasih sebelumnya untuk pihak kampus telah memberikan saya kesempatan untuk berada disini sebagai perwakilan mahasiswa yang lain. Saya mengucapkan segala syukur kepada yang Maha Kuasa atas segala nikmat yang telah diberikan kepada saya dan seluruh mahasiswa di kampus ini, sehingga saya dan mahasiswa lainnya dapat menyelesaikan pendidikan kamu dengan baik, dan mendapatkan ilmu yang insyaa alloh akan bermanfaat kepada kami. Semoga kami dapat mengimplementasikan ilmu yang kami punya untuk diri pribadi maupun orang lain. Terima kasih karena tidak pernah lelah dalam membimbing kami semoga ilmu yang kalian berikan kepada kami dapat menjadi pahala untuk kalian". ucap Lea


"disini juga saya ingin mengucapkan terima kasih untuk kedua orang tua saya yang selalu mendukung saya dalam segala kondisi, orang tua yang tidak pernah letih dalam membimbing anak-anaknya sehingga menjadikan anak-anaknya dapat mencapai cita-cita yang diinginkannya, terima kasih atas segala kasih sayangnya yang tak pernah padam. Satu kalimat yang ingin saya sampaikan kepada orang tua saya bahwa "saya bangga memiliki orang tua seperti kalian, i love you ayah bunda". Teruslah sehat agar Lea bisa terus bahagiain kalian, dan untuk suamiku terima kasih sudah mau menemaniku, semoga kita akan terus berdampingan hingga ajal memisahkan."


"Dan untuk para orang tua dari teman-teman saya, saya mewakilkan mereka untuk mengucapkan terima kasih atas segala pengorbanan yang kalian berikan kepada anak-anak kalian, jangan pernah lelah untuk mendoakan anak kalian agar menjadi anak yang sukses dan kelak dapat membahagiakan kalian".


"untuk teman-teman seperjuangan saya, selamat atas usaha dan kerja keras selama 4 tahun ini, dan ini adalah hasil dari perjuangan kita selama menimba ilmu di kampus tercinta ini, dan semoga ini merupakan awal kesuksesan kita dalam menghadapi dunia kerja nanti. untuk teman-teman seperjuangan, jarak boleh memisahkan kita, tapi tetap jangan pernah untuk kita saling melupakan,dan kenanglah semua kejadian yang kalian alami selama disini sebagai kisah yang kelak akan kalian ceritakan kepada anak dan cucu kalian. Tetaplah semangat terus kawan, raihlah impian kalian dan tunjukan pada dunia bahwa kita pasti bisa SUKSES".


Itulah ungkapan dari Lea yang dia sampaikan diatas podium dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari teman-teman dan tamu undangan wisuda itu.

__ADS_1


Bahkan ada yang sampai terharu dan meneteskan air matanya, termasuk orang tua Lea, mereka bangga bisa memiliki anak seperti Lea yang selalu berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyusahkan orang tuanya, dan berusaha selalu membuat orang tuanya tersenyum dengan segala tingkahnya.


Beberapan jam kemudian acara wisuda telah selesai. Lea langsung menghampiri kedua orang tua dan suaminya di bangku tamu undangan.


Lea memeluk kedua orang tuanya dan mencium tangan,pipi bahkan bersimpuh dikaki kedua orang tuanya sebagai tanda terima kasihnya atas segala hal yang telah diberikan orang tuanya kepada Lea.


Dan kedua orang tua Lea langsung memeluk Lea sambil mencium wajah Lea. Dan berdoa semoga Lea terus diberikan kebahagian dunia dan akhirat nanti.


Setelah memeluk kedua orang tuanya, Lea langsung melihat kearah suaminya yang sudah merentangkan tangan agar Lea masuk kedalam pelukannya.


Tidak menunggu waktu lama Lea pun langsung memeluk suami tercintanya, dan dokter Qais memberikan kecupan di kening Lea.


"Aa' bangga punya istri kaya kamu, terus semangat ya sayang, gunakan segala ilmu yang kamu punya untuk mencerdaskan anak bangsa, agar banyak anak bangsa yang seperti kamu, dan bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa". ucap dokter Qais yang masih setia memeluk Lea.


Dari kejauhan terlihat 4 orang yang memiliki jiwa semprul seperti Lea, yang sedang berjalan menuju Lea berada.


"iya neng Lea jangan lupa sama abang Junet ya, walau neng udah nikah, tapi abang tetap pada mu dah ah". ucap Junet


"woi Jun, lu mah ada lakinya juga masih aja digodain, mau disuntik kali ya lu ma lakinya Lea? mau disuntik, pingsan, rabies apa di suntik mati sekalian lu?" ucap Ferdian dan mendapat toyoran dijidatnya.


" lu mah gitu Fer, bukan dukung gue malah pengen liat gue disuntik, jangan gitulah nanti kau rindu loh kawan denganku yang tampan ini" ucap Junet.


"idih,, iya gue nanti rindu sama lu, rindu mau noyor kelapa lu, biar sekali-kali jadi waras gtu? balas Ferdian

__ADS_1


"udaj lah kalian ini, acara yang bahagia ini kalian masih aja sempat-sempatnya debat, Lea jangan pernah bocah komunikasi dengan kami y, apalagi kalo nanti udah ada dokter Qais junior atau Lea junior, kabari kami biar kami bisa jenguk baby kamu". ucap Sinta sambil memeluk Lea dan membuat Lea menganggukan kepalanya.


"gais, gais, gais, gimana kalau kita ngadain arisan aja biar komunikasi kita nggak pernah terganggu". usul Chika


"boleh tuh saran Chika, ayo kalian mau kan?" tanya Lea dan diangguki oleh semuanya


Setelah beberapa menit mereka mengobrol ngalor ngidul dengan geng semprul, dan mereka pun kembali ke keluarganya masing-masing. Dokter Qais mengajak Lea, ayah Fajri dan bunda Hawa untuk sholat dzuhur masjid terdekat setelah itu akan makan siang di restoran yang sudah di pesan oleh dokter Qais bahkan di restoran itu sudah menunggu, abi Fajri, umma Hana, teh Zahra, Almeer, kak Salwa dan abang Adnan.


Mereka asyik bercengkrama sambil menunggu Lea datang. Disana juga sudah tersedia tumpeng atas syukuran atas kelulusan Lea saat ini.


Ketika dokter Qais dan rombongan telah sampai di restoran itu. Dokter Qais langsung menutup mata Lea.


Setelah menutup mata Lea dan menuntun Lea ke tempat dimana para keluarga sudah berkumpul.


Sesampainya di meja tempat keluarga mereka berkumpul. Lalu dokter Qais membuka penutup mata Lea, dan dalam hitungan ke tiga Lea membuka mata dan keluarganya berteriak


"SURPRISE" Ucap mereka serempak kepada Lea


Lea menjadi terharu, dia tidak menyangka bahwa mereka rela meluangkan waktunya hanya untuk Lea.


Lea merasa beruntung, di usia mudanya di mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu, dan saat setelah dinyatakan LULUS saat sidang skripsi. Lea tidak lama dinikahi oleh seorang dokter muda, dokter yang awal pertemuan dengannya membuat emosi namun saat ini dia sangat beruntung karena suaminya tidak senyebelin saat pertama kali bertemu.


Bahkan, Lea juga bahagia karena memiliki mertua dan saudara ipar yang dapat menerima Lea dengan baik dan menyayangi Lea dengan tulus.

__ADS_1


Tak henti-hentinya Lea mengucapkan syukur atas segala yang Lea dapatkan sampai detik ini.


Dan Lea berharap akan selalu bahagia bersama keluarganya.


__ADS_2