
Saat sudah hampir sampai di kediaman keluarga abi Fajri, tiba-tiba handphone Lea berbunyi dan ternyata sang ayah tercinta yang menghubunginya.
Dan mengabarkan jika kak Salwa akan lahiran namun dia meminta Lea untuk datang ke rumah sakit, entah mengapa kak Salwa ingin sekali dipeluk dan di elus perutnya oleh Lea, mungkin ini adalah salah satu ngidamnya yang terakhir sebelum bayinya itu lahir ke dunia.
Karena kak Salwa dan Azalea memang sangat dekat, bahkan selama kak Salwa hamil Lea lah yang siap menjadi teman mengantar kemana pun kak Salwa inginkan di saat suaminya sedang dinas di luar.
Dan Lea meminta kepada dokter Qais untuk mengantarkan Lea ke rumah sakit, dan dokter Qais pun menyetujuinya. Sesampai di rumah sakit Lea sudah disambut oleh sang ayah tercinta di depan ruang persalinan.
"assalammualaikum ayah". sapa Lea sambil menyalimi tangan ayahnya lalu memeluk ayah Amar
"waalaikumsalam nak, gimana kabar kamu sehat? kamu pasti lelah ya abis dari Bandung langsung kesini". ucap ayah Amar
"alhamdulillah baik, em nggak kok yah, aku nggak lelah". ucap Lea
"assalammualaikum ayah".
"assalammualaikum kakek". serempak dokter Qais, Firman dan Fahira sambil menyalimi tangan ayah Amar
"waalaikumsalam,sehat kamu Is? eh cucu kakek, kalian sehat kan? seneng nggak abis dari Bandung?". tanya ayah Amar
"alhamdulillah sehat yah". jawab dokter Qais
"alhamdulillah sehat kek, Fafa seneng banget kek abis jalan-jalan dan juga abis liat binatang disana".antusias Fahira menceritakan kegiatannya di Bandung
"yah, aku masuk ya kedalam mau liat kakak dulu". pamit Lea
"Aa' sama anak-anak disini aja ya temenin ayah, aku mau masuk dulu ya". ijin Lea kepada suaminya
lalu Lea berjalan kedalam ruang persalinan setelah pamit dengan ayah dan suaminya untuk menemui kakak tercinta.
"assalammualikum". sapa Lea kepada orang-orang yang berada di dalam ruangan itu.
"waalaikumsalam". jawab mereka serempak
__ADS_1
lalu Lea berjalan menghampiri ranjang kak Salwa dan memeluk kak Salwa yang sedang berbaring lalu selesai mereka berpelukan, Lea mengelus perut kak Salwa yang sekarang masih buncit.
"udah pembukaan berapa bun?". tanya Lea sembari mengelus perut kakaknya
"pembukaan tujuh de, seharusnya sekarang udah lahir tapi nggak tau nih sampe sekarang belum naik lagi pembukaannya, makanya ayah dan bunda minta kamu kesini, kali aja dedenya jadi cepet keluar soalnya dari pas pembukaan pertama tiba-tiba kak Salwa pengen banget ketemu kamu dan di elus perutnya sama kamu".terang bunda Hawa
"ya udah dede cepet keluar ya kan anteu udah dateng kesini buat nyambut dede pas udah lahir". ucap Lea dengan wajahnya berada didepan perut kak Salwa
Lea terus saja mengelus perut kak Salwa dengan penuh sayang dan berharap kakaknya sehat dan selamat dalam melewati proses persalinan. Beberapa menit kemudian tiba-tiba kak Salwa mengalami kontraksi yang sangat hebat, dokter lalu mengecek pembukaan jalan lahir tersebut dan ternyata sangat mengejutkan pembukaan sudah lengkap dan dokter lalu menyarankan untuk kak Salwa mengejan saat merasakan kontraksi namun berenti mengejan saat tidak merasakan kontraksi.
Lea yang niat awal akan keluar dari ruangan persalinan namun tidak sempat karena kak Salwa sudah menggenggam tangan Lea, sehingga di dalam yang menemani kak Salwa lahiran ada kak Adnan, bunda Hawa dan Lea.
Dokter yang menangani juga tidak protes karena memang pembukaan tiba-tiba menjadi lengkap setelah sepuluh menit Lea berada disamping kakaknya.
Kak Salwa terus berusaha untuk mengejan, hingga beberapa kali mengejan hingga akhirnya terdengar suara tangisan bayi laki-laki dan bayi laki-laki itu langsung di serahkan kepada asisten dokter untuk dibersihkan sedangkan dokter masih menangani kak Salwa.
Beberapa menit kemudian kak Salwa sudah selesai ditangani oleh dokter. Lalu dokter menyerahkan bayi laki-laki yang sangat menggemaskan itu kepada abang Adnan untuk di adzan kan terlebih dahulu.
"ya dok, makasih ya sudah membantu istri saya berjuang melahirkan anak kami". ucap terima kasih abang Adnan kepada dokter, sekaligus mewakili istri tercintanya yang saat ini masih merasakan lelah setelah proses melahirkan tadi.
"sama-sama pak, ini sudah menjadi tugas saya, oya mari saya bantu untuk IMD(Inisiasi Menyusui Dini) dulu bayinya ke ibunya". ucap dokter itu lalu meletakkan bayi laki-laki itu ke atas tubuh kak Salwa.
"nah, saya pamit dulu ya pak, bu , nanti beberapa menit lagi ibu akan dipindahkan ke ruang perawatan ya".jelas dokter
"baik dok". jawab abang Adnan
"ya sudah saya pamit ya mau cek pasien lain, dan jika ada apa-apa silakan nanti pencet tombol saja ya". jelas dokter dan di iya kan oleh semuanya.
"saya pamit, permisi ya assalammualaikum".pamit dokter
"waalaikumsalam". jawab mereka serempak
Setelah dokter keluar lalu bunda Hawa keluar dari ruang persalinan untuk menemui suami, menantu dan cucu angkatnya untuk memberi tau bahwa bayinya sudah lahir dengan sehat dan selamat.
__ADS_1
Sedangkan di dalam ruangan Lea tak henti mengelus menciumi anak laki-laki kak Salwa dan abang Adnan setelah bayi itu selesai menyusui dan kak Salwa masih sedikit lemas pasca melahirkan.
"aduh imut banget sih kamu de, ini nih yang nggak mau keluar sebelum anteu ngelus perut bunda kamu". ucap Lea sambil mencium pipi mungil bayi itu.
"assalamualaikum". serempak ayah dan yang lainnya saat masuk ke ruangan untuk melihat kondisi kak Salwa dan bayinya.
"waalaikumsalam"
"selamat ya kakak sayang, anak ayah yang cantik ini sekarang udah jadi seorang ibu, semoga menjadi ibu yang terbaik ya buat anak kalian, dan semoga anak kalian menjadi anak yang sholeh, penyayang, pintar, rajin ibadahnya, dan semua doa yang terbaik deh buat cucu kakek yang ini". ucap ayah Amar setelah melepaskan pelukannya dari kak Salwa dan tak lupa memberikan kecupan sayang dikening kak Salwa.
"selamat ya kak Salwa dan abang Adnan atas kelahiran anak pertamanya, semoga segala doa yang terbaik buat anak kalian". ucap dokter Qais sambil memeluk abang Adnan.
"ibun, abang boleh liat ade bayinya?". tanya Firman mendekati Lea
"boleh dong abang, nah abang sekarang udah punya teman ya kalo nanti maen ke rumah kakek dan nenek, abang harus sayang ya sama dede bayinya". ucap Lea sambil memperlihatkan sang bayi mungil itu ke Firman
"Fafa juga mau liat". ucap Fahira
lalu Firman dan Fahira memperhatikan bayi itu yang sedang tertidur di gendongan Lea
"Ibun nanti kalo dede bayi yang di perut ibun keluar bakal kaya gini ya?". tanya Fahira
"iya sayang, Fafa senang nggak punya ade?". tanya Lea
"seneng ibun".
"oh ya bang, nama anak kamu siapa bang?". tanya ayah Amar kepada abang Adnan
"nama anak Salman Al-Fatih". ucap abang Adnan dengan tersenyum
"nama yang bagus, sini nak ayah juga mau gendong cucu ayah". ucap ayah Amar lalu Lea memberikan dede Salman kepada ayah Amar.
Kebahagian kini sedang menyelimuti keluarga ayah Amar dengan kelahiran cucu kandung pertama di keluarga ayah Amar namun untuk menghargai Firman dan Fahira yang sebagai cucu angkat di keluarga itu maka Salman akan menjadi cucu ketiga setelah Firman dan Fahira.
__ADS_1