Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
bertemu pihak WO


__ADS_3

Matahari sudah menjulang tinggi, menandakan bahwa jam mengajar Lea dan rekan kerjanya telah usai. Daat ini mereka telah siap untuk pulang ke rumah masing-masing, namun lain dengan Lea , Lea berniat akan kebeumah sakit untuk menemui calon suaminya karena mereka berniat untuk pergi menemui WO, sebenarnya Lea masih sedikit canggung untuk jalan berdua saja dengan calon suaminya itu, tapi mau tidak mau ya mereka hanya jalan berdua karena teh Zahra tidak bisa menemani Lea dan dokter Qais, dikarenakan teh Zahra ada urusan mendadak.


Saat ini Lea sedang menaiki ojek online agar lebih cepat sampai di rumah sakit dan Lea berniat akan makan siang di kantin rumah sakit karena saat di sekolah tadi Lea belum sempat makan siang. Beberapa menit memudian Lea pun telah sampai dan sudah melakukan pembayaran terhadap ojek online yang Lea tumpangi, saat sudah sampai lobby rumah sakit Lea langsung menuju ruangan dokter Qais tanpa perlu bertanya kepada recepsionis, karena Lea sudah tau dimana letak ruangan dokter Qais, saat dulu mengantarkan kak Salwa kontrol kandungan.


Ketika sampai di depan ruangan dokter Qais sangat sepi sepertinya suster Saras sedang tidak ada di mejanya, sehingga Lea memutuskan untuk menunggu saja di kursi yang ada di depan ruangan dokter Qais.


Saat sedang menunggu dokter Qais sambil memainkan ponselnya sambil memberikan pesan kepada dokter Qais bahwa Lea telah sampai di rumah sakit. Ada yang memanggil nama Lea dan membuat Lea mengarahkan pandangannya, saat Lea lihat ternyata yang memanggilnya adalah dokter Syahreza.


"bu Lea sedang apa di rumah sakit?". tanya dokter Syahreza


"eh, pak Reza ini saya sedang menunggu calon suami saya". deg, jawaban Lea membuat dokter Syahreza terkejut , karena baru mengetahui bahwa wanita yang sudah berhasil membuat dokter Syahreza jatuh cinta lagi setelah kepergian mendiang istrinya.


"oh gitu memang calon suami bu Lea bekerja disini atau calon suami bu Lea sedang dirawat disini?" tanya dokter Syahreza setelah berhasil mengatasi keterkejutannya


"calon suami saya bekerja disini, pak, kebetulan hari ini beliau sedang melakukan operasi pak, pak Reza sudah tidak ada pasien lagi?". tanya Lea


" kebetulan saya baru selasai menangani pasien yang kontrol kehamilannya, jadi sekarang baru akan beristirahat dan makan siang, tapi pas lewat sini, saya melihat bu Lea, bu Lea mau nunggu calon suami ibu Lea disini apa di kantin saja sekalian makan siang?" . tanya dokter Syahreza dan sejujurnya dokter Syahreza berharap bisa makan siang bersama Lea sebelum Lea menikah nanti dengan seorang pria yang belum dokter Syahreza, siapa sebenarnya pria yang beruntung mendapatkan Lea.

__ADS_1


" terima kasih pak Reza atas ajakannya, namun saya disini aja karena tadi saya memberitahukan kepada calon suami saya kalau saya menunggu disini". tolak Lea secara halus


"ya sudah kalau begitu saya duluan ya bu Lea, permisi, assalammualaikum". pamit dokter Syahreza


"walaikumsalam, selamat makan siang ya pak" jawab Lea dan hanya dibalas senyum serta anggukan kepala oleh dokter Syahreza


Setelah dokter Syahreza pergi dari hadapan Lea, ada seorang pria tampan yang dari tadi menyaksikan interaksi antara Lea dan dokter Syahreza, namun pria itu tidak berniat untuk menghapiri calon istrinya itu, pria itu tidak lain adalah dokter Qais, padahal dari kejauhan tadi dokter Qais sudah melihat Lea sedang menunggunya namun saat ingin menghampiri Lea, dokter Qais melihat bawa dokter Syahreza akan menemui Lea, jadi dokter Qais mengurungkan niatnya yang langsung menemui Lea, dari kejauhan dokter Qais melihat interaksi keduanya namun tidak bisa mendengar percakapan diantara Lea dan dokter Syahreza, dokter Qais hanya berharap nanti Lea akan menceritakan hal ini.


Dokter Qais lalu berjalan menuju Lea dan akan mengajak Lea makan siang bersama diruangannya karena dokter Qais sudah memesankan makanan untuk mereka berdua, dan dokter Qais pun tidak mau ke kantin karena takut bertemu dokter Syahreza, karena dokter Qais ingin nanti dokter Syahreza mengetahui hubungan dokter Qais dengan Lea, dari mulut Lea sendiri atau saat nanti undangan pernikahan sudah disebarkan.


Setelah sampai di dekat Lea, dokter Qais langsung menyapa Lea.


"waalaikumsalam A', kamu sudah selesai operasinya? pasti kamu lelah ya dan belum makan siang ya kan??. ucap Lea.


"sudah, ayo ke ruangan Aa', kita makan siang diruangan Aa' ya de". ajak dokter Qais kepada Lea dan diangguki oleh Lea mereka berjalan bersampingan namun tidak berpegangan tangan karena mereka belum menikah karena prinsip mereka berdua sama, yaitu akan berpegangan tangan ketika sudah halal nanti.


Dan mereka pun sampai di ruangan dokter Qais, tak berapa lama pesanan makanan dokter Qais telah datang, dan Lea pun menyajikan makanan itu di meja tamu yang ada diruangan dokter Qais, dan mereka segera memakan makanan mereka masing-masing.

__ADS_1


Setelah selesai makan dokter Qais membahas mau bernuansa apa pernikahan impian Lea dan ingin sovenir seperti apa untuk para tamu, serta menanyakan mahar apa yang diinginkan oleh Lea nanti.


Setelah mereka berbincang-bincang, dokter Qais meminta ijin kepada Lea bahwa dia akan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum nanti jam pulang kerja tiba. Dan Lea mengijinkan, Lea pun menunggu di sofa dengan memainkan ponselnya bahkan sesekali Lea akan membaca beberapa buku atau majalah yang ada di ruangan dokter Qais.


Jam pulang kerja dokter Qais pun tiba, dan mereka pun telah bersiap-siap menuju tempat janjian mereka dengan pihak WO yang akan mereka gunakan.


Setelah sampai di tempat tujuannya mereka langsung disambut oleh pihak WO yang mulai menanyai tentang konsep pernikahan mereka, catering yang diingikan, dan lain sebagainya.


Lea pun dengan semangat menerangkan semua hal yang dia impikan selama ini tentang kelak jika Lea menikah nanti, dan sekarang akan segera terwujud. Sedangkan dokter Qais hanya setuju saja dengan apa yang Lea inginkan agar Lea bahagia dan pesta pernikahan impian Lea juga ternyata juga hampir sama dengan dengan keinginan dokter Qais.


Setelah selesai menemui pihak WO, Lea meminta agar Qais mau mengantarkan Lea untuk mencari baju yang akan digunakan mereka untuk menghadiri wisuda Lea nanti, karena mereka nanti akan hadir ke acara wisuda tersebut dengan status suami istri jadi Lea ingin mencari baju yang warnanya senada untuk mereka gunakan nanti.


"A' anterin Lea beli baju untuk wisuda yuk?" ajak Lea


"oce, memang kamu mau cari dimana de?". tanya dokter Qais.


"dibutik Y aja A', aku mau cari baju yang senada ya A' buat kita berdua, Aa' nggak keberatan kan?" tanya Lea

__ADS_1


" oce, Aa' akan nurutin semua keinginan bidadari Aa' ini selama semua itu masih bisa Aa' lakuin". jawab dokter Qais yang membuat Lea merona.


Dan mereka mulai menuju mobil dokter Qais untuk menuju butik yang diinginkan Lea.


__ADS_2