Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
ungkapan cinta


__ADS_3

Setelah mendengar curahan hati teh Zahra, tak lama kemudian dokter Harun memasuki kamarnya dan berpura-pura tak mendengar curahan hati teh Zahra.


"sayang, nih cemilannya dan ada susu kotak juga, pokoknya kalo kamu ngerasa laper langsung makan aja ya dan minum susu kotaknya, pokoknya jangan takut gendut, karena cinta aku ke kamu bukan karena fisik kamu jadi kamu nggak usah takut aku nggak bakal cinta lagi sama kamu gara-gara kamu ngerasa kamu gemuk. kamu harus selalu ingat ya di otak cantik kamu ini kalo sampe kapan pun aku akan selalu sayang dan cinta sama kamu". ucap tulus dokter Harun sambil mengecup kening teh Zahra dengan penuh cinta


"makasih ya A', aku beruntung banget bisa di cintai sama kamu, aku bangga bisa jadi istri kamu dan mengarungi bahtera rumah tangga berdua sama kamu, aku cinta kamu pak dokter". ucap teh Zahra lalu mengecup pipi dokter Harun dan kemudian memeluk dokter Harun.


Saat mereka sedang berpelukan, tiba-tiba baby Zhafran menangis membuat dokter Harun dan teh Zahra saling bertatapan dan tertawa.


"aduh anak ayah cemburu ya, pengen ikutan juga pelukan sama ayah dan bunda, sini sayang ayah gendong anak jagoan ayah". ucap Dokter Harun sambil menimang baby Zhafran lalu membawanya ke teh Zahra yang sedang duduk di kasur.


"bunda, nih jagoan kita pengen juga ikutan pelukan". dokter Harun lalu duduk disebelah teh Zahra lalu mereka berpelukan bertiga.


"duh anak ganteng, udah digendong sama ayah langsung anteng ya nak, kamu mau mimi nggak sayang, sini sama bunda". ucap teh Zahra sambil mengelus pipi baby Zhafran


"ya bunda aku mau mimi dong". ucap dokter Harun menirukan suara anak-anak.


"oke, sini sayang bunda gendong, mimi yang banyak ya nak". ucap teh Zahra sambil mulai menyusui baby Zhafran.

__ADS_1


"duh, nikmatnya jadi bayi, ayah jadi pengen juga deh". gurau dokter Harun yang melihat baby Zhafran sedang menyusu dari sumbernya


"ayah, udah nggak boleh, sekarang ini punya baby Zhafran selama dua tahun, jadi ayah yang sabar ya". timpal teh Zahra.


"hah, jadi gini toh rasanya jadi bapak-bapak yang harus berbagi untuk sementara dengan anaknya, selama ini aku selalu bilang sabar ya pak, tahan kalo mau berhubungan nunggu selama empat puluh hari, dan gunung kembarnya akan menjadi hak milik anak sampe kurang lebih dua tahun". ucap dokter Harun saat mengingat ucapannya ketika para bapak-bapak ikut menemani istrinya periksa kandungan sampai melahirkan anaknya,dan banyak bapak-bapak yang menanyakan tentang hal berhubungan intim suami istri.


"yang sabar ya ayah, cuma sebentar kok pasti nggak bakal terasa deh, kalo mau peluk dan cium masih boleh kok ayah". ucap teh Zahra sambil tersenyum manis


"hah, yaudah sini peluk ayah lagi". ucap dokter Harun sambil membuang nafas lalu selanjutnya memeluk istri dan anaknya tercinta.


Sedangkan di kamar Azalea dan dokter Qais, dokter Qais tengah sibuk mengajak ngobrol triple twins.


"ya ayah".ucap Lea dengan suara anak-anak


"anak-anak selalu aktif apalagi saat kamu mengelus dan mengajak ngobrol, tapi mereka tak pernah ngebuat aku sampai kesakitan walau mereka banyak gerak". sambung Lea sambil mengelus kepala dokter Qais yang saat ini menempel dengan perut Lea.


"itu tandanya anak-anak ayah pada pinter semua ya, karena mereka tidak menyakiti ibunnya". ucap dokter Qais lalu mengecup perut Lea.

__ADS_1


"oh ya A' , aku boleh tanya nggak?". tanya Lea


"boleh lah sayang, mau tanya apa? tanya aja nggak usah pake ijin segala" ucap dokter Qais


"aku mau tanya apa Aa' ngerasa atau nggak kalo suster Kiara itu naksir sama Aa'?". tanya Lea


"wah, orang ganteng mah emang bakal banyak yang naksir ya". gurau dokter Qais


"ish narsis banget sih, udah jawab yang serius apa A' ". kesal Lea karena dokter Qais malah bercanda


"ya ampun, tambah cantik deh kalo lagi kesel jadi pengen gigit bibirnya yang lagi manyun itu". ucap dokter Qais lalu tiba-tiba mengecup bibir Lea.


"serius loh A' , aku lagi nanya nih, aku ngambek beneran nih". ancam Lea


"ya sayang, maaf ya, dan kamu dengar ya baik-baik, iya Aa' tau kalo suster Kiara suka dengan Aa' tapi Aa' selama ini nggak pernah nanggepin tentang perasaan dan perhatian dari suster Kiara, karena menurut Aa', Aa' nggak bisa memaksa orang untuk tidak menyukai Aa', karena rasa suka dan rasa cinta seseorang kepada orang lain itu tidak bisa dilarang oleh Aa', karena itu hak mereka, ya memang sih kalo mencintai seseorang yang telah memiliki pasangan itu nggak baik, tapi yang lebih nggak baik lagi tuh orang yang ngeladenin dan nanggepin perasaan suka dari lawan jenis kita itu padahal mereka sadar kalo mereka telah memiliki pasangan, eh tapi masih aja tetap berani bermain api. Nah, kalo Aa' alhamdulillah udah ngerasa sangat cukup memiliki makmum seperti kamu, jadi Aa' insyaa alloh nggak akan tergoda dengan wanita lain selain kamu, karena hati ini telah memilih kamu, jadi sampai akhir hayat aku, ya bakal selalu cinta sama kamu". terang dokter Qais sambil menatap kearah Lea


"makasih ya A' karena sudah memilih aku untuk jadi pendamping kamu seumur hidup ku, semoga Alloh memberikan kita umur yang panjang dan keberkahan dalam hidup ini dan dalam rumah tangga kita ini". ucap tulus Lea

__ADS_1


Lalu mereka saling berpelukan sebagai salah satu bentuk menunjukkan kasih sayang mereka satu sama lainnya.


Setelah berpelukan mereka memilih berbaring di ranjang untuk beristirahat sejenak. Karena anak-anak mereka juga sudah dokter Qais suruh untuk beristirahat di kamar masing-masing.


__ADS_2