Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
galau


__ADS_3

Dilain tempat terdapat seorang laki-laki yang tengah patah hati karena belum apa-apa dia sudah ditolak.


Mengapa segitu tidak percaya nya gadis yang dia cintai selama ini kepada dirinya dan cintanya yang tulus.


Terasa lebih sakit saat ini, mengungkapkan cinta yang selama ini dia pendam namun tidak dipercaya bahwa memang benar ada laki-laki yang mencintai gadis itu selama ini. Daripada memendam cinta selama bertahun-tahun.


Karena merasa sedang galau membuat dokter Harun memilih menyendiri untuk memperbaiki hatinya, dan dokter Harun juga mengambil cuti beberapa hari dari tempat kerjanya.


Bahkan setelah mengabari bahwa dokter Harun meminta cuti, dokter Harun langsung mematikan ponselnya untuk sementara waktu.


Dokter Harun ingin dirinya kembali kuat dan tegar saat nanti akan bertemu kembali dengan teh Zahra bila dia nanti kembali kerja di klinik.


Orang tua angkatnya juga tidak dia beritahukan bahwa dia sedang di Bandung. karena memang dia hanya ingin sendiri bahkan asisten rumah tangganya dilarang memberitahukan keberadaannya pada siapa pun.


"HAH, nasib, nasib, nyatain cinta eh ditolak, ya beginilah, memang harus selalu jadi JONES(Jomblo Ngenes)".


"lebih baik sakit gigi, dari pada sakit hati ini,, hiks hiks hiks, malangnya nasib mu nak nak".


"jodohku, maunya dirimu hingga nanti. eh ngapa jadi mau nyanyi ya, udah tau ditolak juga".


"hilangkan lah ingatan ku... eh jangan dihilangin deh, kalau dihilangin berarti nanti jadi amnesia dong"

__ADS_1


"biarlah dia akan selalu tersimpan di memorie otak ku sebagai kenang-kenangan bahwa aku pernah mencintai wanita"


"eh, eh, eh lah ngapa jadi aku bilang kenang-kenangan bahwa aku pernah mencintai wanita, lah masa ia aku abis ditolak cintanya langsung jadi suka Pisang makan Pisang sih, iiiiyuuuhhhh geuleuh".


"hayuk atuh hati kita bangkit bersama ya, jangan terus galau, insyaa alloh anak sholeh mah disayang sama gusti Alloh".


"untung tadi belum ngajak abah, umi dan Zahwa, kalau udah ngajak terus ditolak beuh sungguh mirisssss".


"bunda, ayah ini ya yang dimanakan siap jatuh cinta ya harus siap patah hati".


" bunda, ayah sudah tidak ada disini, aku benar-benar kesepian, walau ada keluarga abah Umar, tetap saja aku selalu merindukan kalian"


"bunda, ayah, apa benar kalian bisa dengar aku, kalau bisa tolong lah bantuin aku minta sama Alloh buat kasih aku jodoh, temen-temen udah pada bawa gandengan dan buntut, lah aku masih aja sendiri, kalah lagi sama truk, truk aja gandengan masa aku nggak,, hiks hiks, sib, nasib mu nak nak".


"GANTENG DOANG TAPI JOMBLO?ckckck ".


"udah lah galau hari ini, buat besok lagi aja galaunya soalnya masih lama nih cutinya, jadi kalau galaunya diabisin sekarang, nanti aku tambah kesepian disini, kan seengganga kalau aku masih galau jadinya pas selama aku cuti nggak kesepian karena ditemenin sama si Galau, ya walaupun tetap ngenes sih, masa ditemenin sama rasa galau bukan sama pasangan".


"ayo semangat kau Harun, buktikan kalau kau bisa jadi JOJOBA (Jomblo-jomblo bahagia)".


"ya Alloh pertemukanlah segera aku dengan jodoh ku, aaaminn".

__ADS_1


Itulah ucapan-ucapan tidak jelas seorang Harun Arrasyid yang sedang patah hati.


Dokter Harun sambil berguling-guling dikasur berharap dengan dia guling-gulingan, rasa patah hatinya ikut kegulig dan cepat lenyap


Berharap hatinya akan cepat pulih, walaupun rasa cinta dan nama gadis itu masih bersarang di ruang hati dokter Harun.


Sedangkan dikediaman abi Fajri setelah umma Hana berbicara kepada teh Zahra. Abii Fajri dokter Qais dan Lea ikut masuk ke kamar teh Zahra yang pintunya masih terbuka lebar.


"teh, boleh Qais berbicara?". ucap dokter Qais dan diangguki teh Zahra.


"teteh tau nggak, meskipun aku termasuk baru kenal sama A' Harun kurang lebih 3tahun , dan A'Harun itu merupakan orang yang memiliki sifat tengil, tapi aku tau dia tuh orangnya sangat baik, kuat dan tegar, karena aku pernah tanpa sengaja liat dan dengar dia sedih karena dari kecil sudah jadi yatim piatu, tidak bisa lagi merasakan pelukan seorang ibu yang melahirkannya dan pelukan seorang ayah yang rela banting tulang untuk anak dan istrinya, saat itu A' Harun sedih sekali sampai aku melihat dia menghapus air matanya yang tiba-tiba keluar , dan dia langsung teriak-teriakan nggak jelas diruangannya sebagai tanda pemberi semangat kepada diri sendiri".


"makanya saat aku dengar secara langsung dari mulut A' Harun bahwa dia mencintai teteh sejak dulu, membuat aku percaya karena mata dan senyum yang terukir dibibirnya nampak terlihat jelas saat dia menceritakan tentang teteh dan betapa cintanya dia sama teteh. itu bukti bahwa memang dia mencintai teteh secara tulus, sampai memendamnya bertahun-tahun untuk menghargai perasaan orang lain tanpa memikirkan hatinya yang tersakiti karena ingin kalian bahagia walau".ucap dokter Qais


" maaf teh bukan Lea ingin ikut campur ya, tapi benar kata A' Qais , Lea juga sebagai seorang wanita melihat dan merasakan secara langsung bahwa A' Harun memang tulus cinta sama teteh. rela berkorban tanpa peduli dengan dirinya sendiri, rela menghilang agar cintanya terhadap teteh tidak akan menjadi perusak hubungan teteh dengan A' Zhafran. Jika teteh masih ragu dengan A' Harun, teteh bisa pergi ke pondok pesantren teteh dulu untuk mencari tau". ucap Lea


"ya sudah yuk sayang kita istirahat, oya teh dokter Qais langsung minta cuti untuk menenangkan diri, bahkan nomer teleponnya sudah tidak aktif lagi, dan pesan aku , pikirkan baik-baik teh, karena mencari dan mendapatkan orang yang tulus sayang sama kita tuh sangat sulit. mungkin yang hanya sekedar cinta ada banyak orang yang seperti itu, namun kalau orang yang tulus dan rela menerima segala kelebihan dan kekurangan kita tanpa mengharapkan balasan dan rela mencintai dalam diamnya selama bertahun-tahun hanya untuk kebahagian teteh bersama seseorang yang teteh sayang". ujar dokter Qais sambil merangkul Lea keluar dari kamar teh Zahra.


"nak, abi cuma mau kamu bahagia, abi serahkan semua keputusan kamu, kalau kamu memang benar-benar memilih untuk menolaknya bukan menerimanya maka tetaplah selalu bahagia nak, dengan siapa saja nanti yang akan menjadi pendampingmu. Tapi abi hanya menyampaikan dari filling abi sebagai seorang ayah, abi yakin bahwa dokter Harun memang jujur sudah menyukai kamu sejak dulu, hanya saja karena keadaan dia harus mengalah, dan sekarang setelah keadaan berubah dia ingin jujur dengan mengatakan semuanya dan berharap akan bisa jadi alasan buat kamu kembali bahagia lagi". ujar abi sambil mengecup kening teh Zahra sebelum keluar kamar teh Zahra.


"pikirkan baik-baik ya nak, bawa sholat dan berdoa lah minta petunjuk kepada Alloh, agar kamu selalu dituntun kepada kebaikan". ujar umma Hana

__ADS_1


Setelah yang lain menyampaikan pendapatnya tentang dokter Harun kepada teh Zahra dan sekarang mereka membiarkan teh Zahra untuk merenungi apa sudah benar atau belum tentang keputusannya yang tadi dia ambil.


__ADS_2