
Setelah mendengar betapa tulusnya cinta yang dokter Harun berikan untuk sang putri. Membuat abi Fajri dan umma Hana sangat bahagia karena putrinya itu bisa dicintai oleh pria seperti dokter Harun.
Mereka berharap saat nanti dokter Harun melamar secara langsung ke teh Zahra, dokter Harun tidak akan ditolak, mereka yakin bahwa kelak dokter Harun dapat membahagiakan teh Zahra.
Namun, bila teh Zahra tidak menerima dokter Harun akan dipastikan belum tentu ada lelaki yang benar-benar tulus seperti dokter Harun.
Setelah mengungkapkan niat baiknya kepada orang tua teh Zahra. Tidak lama kemudian teh Zahra sudah tiba di rumah selepas mengajar.
"assalammualaikum" . ucap teh Zahra sambil menyalimi tangan abi Fajri dan umma Hana.
" kamu sudah pulang nak, sini duduk dulu nanti baru kita makan siang bersama". ucap umma Hana.
Dan teh Zahra pun duduk disebelah ummanya. Teh Zahra heran akan kehadiran dokter Harun.
" ini tumben pada ngumpul di ruang tamu, menang ada apa umma?". tanya teh Zahra
"oh ini nak, dokter Harun berniat baik, dia memiliki niatan untuk meminang kamu, apa kamu bersedia?" ucap abi Fajri secara hati-hati
Deg, deg, deg, tiba-tiba jantung teh Zahra berdetak kencang, bagaimana bisa dokter Harun melamarnya dia saja hanya beberapa kali berpapasan dengan dokter Harun.
Dan apa bisa teh Zahra akan mencintai dokter Harun? apakah bisa dokter Harun menerimanya yang sampai sekarang masih mencintai almarhum A' Zhafran?
Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba terlintas dipikirannya saat mendengar niat dokter Harun untuk melamarnya.
__ADS_1
"maksudnya gimana ya?". tanya teh Zahra yang masih bingung dengan situasi ini.
"ya sudah biar nak Harun saja yang mengungkapkan dan menjelaskan atas niat baiknya ini ke kamu". ucap abi Fajri kepada teh Zahra.
dengan berusaha menguatkan hatinya untuk menerima segala jawaban yang akan teh Zahra ungkapkan nantinya.
"bismillahirrahmanirrahim, begini dek saya Harun Arrasyid dengan kesungguhan hati, berniat untuk meminang kamu sebagai istri dan ibu untuk anak-anakku kelak, berniat untuk menyempurnakan agama dan saling berdampingan dalam menapaki biduk rumah tangga yang akan saling mencari ridho Nya agar kelak kita dapat dipersatukan kembali di surga Nya. Ijinkan saya untuk dapat membahagiakan kamu dan menyayangi kamu setulus hati. Ijinkan saya dapat terus menjaga kamu cinta pertama ku yang saya lihat pertama kali di pondok pesantren putri saat kamu sedang menyetor hafalan kamu ke ustadzah Humairah, dan di sanalah hati ku mulai berdesir hebat hanya karena mendengar suara mengajimu. Jika....". ucap dokter Qais terputus ketika teh Zahra spontan bertanya.
"tunggu, tunggu, ini maksudnya apa ya cinta pertama? pondok pesantren? ustadzah Humai? setor hafalan?. Coba tolong Jelaskan?" ucap teh Zahra.
" apa kamu masih ingat dengan lelaki yang selalu menemani ustad Zein ketika datang ke pondok pesantren putri dengan menggunakan masker wajah untuk menutupi wajahnya? dan bahkan kita sempat diperkenalkan oleh ustad Zein dan ustadzah Humai". terang dokter Harun
Beberapa menit terlihat teh Zahra sedang mengingat-ngingat tentang apa yang dokter Harun sampaikan.
"tunggu dulu kamu kan saudaranya A' Zhafran, dan dulu A' Zhafran selalu cerita ke aku kalau dia selalu curhat apa pun ke saudara laki-lakinya dan apa itu kamu?" dan diangguki kembali oleh dokter Harun.
"tapi kenapa A' Zhafran itu pernah cerita kalau saudaranya itu sangat setuju kalau A' Zhafran berniat menikahiku? padahal kalau memang kamu menyukai ku harusnya kamu tidak setuju kan? pasti kamu berbohong kan kalau kamu bilang kamu menyukaiku?" terang teh Zahra
"aku memang benar menyukaimu saat pertama kali mendengar kamu mengaji, tapi aku tidak pernah menceritakan semua ini kepada keluarga abah Umar termasuk Zhafran. bahkan awalnya tak satu pun orang yang mengetahuinya sampai suatu saat ustad Zein memperhatikan ku yang sedang melihat mu secara sembunyi-sembunyi. Dan... " lagi-lagi ucapan dokter Harun terpotong oleh teh Zahra.
"sudah cukup, maaf aku lelah mendengar ini semua,tidak mungkin kamu menyukaiku selama itu, pasti itu hanya bohongan karena kamu merasa kasian dengan ku yang ditinggal meninggal oleh saudara mu saat hari pernikahannya, abi, umma dan semuanya Zahra pamit ingin istirahat". ucap teh Zahra yang masih saja tidak percaya dengan ucapan dokter Harun.
Semua terkejut dengan tindakan teh Zahra, dan tindakan dan ucapan teh Zahra yang tidak percaya membuat dokter Harun lesu, karena belum apa-apa saja teh Zahra tidak percaya bahwa dokter Harun menyukainya sejak lama.
__ADS_1
Dokter Harun pun undur diri dari hadapan keluarga abi Fajri.
Dokter Harun memutuskan untuk pulang ke Bandung untuk menenangkan dirinya dia memutuskan untuk menenangkan dirinya di rumah almarhum kedua orang tuanya yang masih terjaga rapih, karena selalu dibersihkan oleh asisten rumah tangga yang tinggal dirumah itu, asisten yang dibayar menggunakan sebagian keuntungan dari pendapatan restoran peninggalan almarhum orang tua dokter Harun yang masih berjalan hingga saat ini karena waktu itu untuk sementara waktu di kelola oleh abah Umar dan sekarang sudah dikelola oleh dokter Harun secara jarak jauh, dan terkadang jika ada waktu dokter Harun baru akan mengunjungi restoran itu.
Sementara setelah kepergian dokter Harun, membuat abi Fajri, umma Hana, dokter Qais dan Lea yang melihat dokter Harun ditolak oleh teh Zahra pun menjadi ikut prihatin terhadap laki-laki yang terlihat sekali ketulusannya, bahkan saat menceritakan pertama kali pertemuan dengan teh Zahra pun, sangat terlihat binar matanya, yang menandakan memang benar bahwa dokter Harun mencintai teh Zahra.
Namun, mereka bingung dan kecewa kenapa tiba-tiba teh Zahra menjadi seperti ini. Akhirnya umma Hana memutuskan untuk menemui anaknya.
tok
tok
tok
"assalammualaikum nak, boleh umma masuk?".ucap umma Hana
"waalaikumsalam umma, masuk saja tidak dikunci". ucap teh Zahra dari dalam kamar.
ketika umma masuk ke dalam kamar teh Zahra, nampak teh Zahra sedang berdzikir menggunakan tasbih yang sangat indah.
" nak, kamu kenapa? tumben seperti ini, tidak mendengarkan penjelasan dari dokter Harun dulu? biasanya kamu selalu mendengarkan ucapan orang lain sampai selesai". ucap umma Hana
"umma, aku tidak mau dicintai oleh seseorang karena kasian dengan nasibku, aku tidak percaya kalau dokter Harun bisa menyukaiku selama itu, dan apalagi A' Zhafran dulu bilang kalau dia selalu cerita kepada dokter Harun. Tapi kenapa aku nggak pernah dengar kalau dokter Harun suka dengan walaupun nggak menyebutkan nama, malah A' Zhafran heran kenapa dokter Harun belum pernah jatuh. cinta sama sekali". ucap teh Zahra
__ADS_1
" itu karena sejak kedua orang tua dokter Harun meninggal dia dirawat dan dibesarkan oleh keluarga Zhafran, yang artinya dia selalu merasa hutang budi, sehingga lebih mengutamakan perasaan Zhafran dibanding perasaannya, dan tidak mau membuat Zhafran dan keluarganya sedih dan kecewa karena tau kalau dia lebih dulu mencintai kamu, makanya dia selalu memendam semua itu. Dan kalau menurut umma, dia itu punya perasaan tidak enakan sehingga agak sulit terbuka dengan orang lain walaupun keluarga sepupu yang sudah mengangkatnya." jelas umma Hana.