Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
kehamilan teh Zahra


__ADS_3

Kebahagian akan hadir kepada semua manusia, sesuai dengan apa yang sudah ditakdirkan. Karena setiap manusia tidak lah selalu diuji dengan kesedihan, pasti setiap ada badai datang kelak akan datang pelangi.


Setiap ada kesedihan pasti ada kebahagian, tergantung dengan manusia itu sendiri dapat menghargai sebuah arti kebahagian itu sendiri atau tidak, kebahagian walaupun hanya setitik namun jika kita sebagai manusia senantiasa selalu bersyukur maka kebahagian yang setitik itu akan menjadi terasa besar.


Jangan pernah bandingkan kebahagian yang kita miliki dengan kebahagian milik orang lain, karena jika kita selalu membandingkan maka tak akan pernah ada rasa puas. Maka pandai-pandailah untuk selalu bersyukur.


Seperti saat ini kebahagian datang kepada dokter Harun dan teh Zahra setelah merasakan keganjilan yang terjadi di tingkah teh Zahra selama seminggu ini yang sangat sensitif dan sedangkan dokter Harun selama beberapa hari mengalami mual dan mualnya akan sedikit reda jika dokter Harun memakan buah lemon yang rasanya asam, bahkan orang yang melihat dokter Harun mengisap lemon maka akan menyeringitkan keningnya karena membayangkan betapa masamnya buah lemon tersebut.


Dan dari keganjilan yang terjadi terhadap dokter Harun dan teh Zahra terdeteksi oleh umma Hana yang sudah mengira bahwa putri sulungnya itu tengah mengandung. Akhirnya umma Hana meminta kepada teh Zahra untuk di cek di klinik saja.


*flashback*


"nak, umma mau tanya boleh?" ucap umma Hana kepada teh Zahra.


Semua mata langsung tertuju kepada teh Zahra dan umma Hana, karena saat ini keluarga abi Fajri tengah berkumpul di ruang keluarga menikmati weekend bersama.


"tanya apa umma, bikin Zahra deg degan aja sih? kayanya serius banget.


"kamu kira-kira terakhir haid kapan nak?" tanya umma Hana


"tumben umma tanya seperti itu? Zahra lupa umma kapan Zahra terakhir haid, memang kenapa umma?"penasaran teh Zahra karena tumben sekali umma Hana nanya soal haid.


"begini nak, ini sih menurut umma ya, tapi kalau mau tau pastinya nanti bisa dicek lagi oleh ahlinya". ucap umma Hana sambil menatap dokter Harun


Membuat yang lain bingung karena umma Hana tiba-tiba menatap dokter Harun.


"gini loh sayang, menurut umma ya ini, kamu itu sedang mengandung nak, karena umma melihat kamu beberapa hari terakhir sangat sensitif sekali perasaannya dan melihat suamimu itu yang aneh dia merasa mual dan mualnya akan sedikit reda hanya dengan menghisap buah lemon, itu sangat aneh ya bagi umma, karena seperti orang yang sedang morning sicknees aja. Tapi untuk memastikan coba diperiksa aja menggunakan USG. Bunda heran masa suami kamu dokter tidak curiga sih dengan keanehan-keanehan yang kalian alami". ucap umma sambil geleng-geleng kepala menatap dokter Harun.


ucapan umma membuat dokter Harun terdiam, dokter Harun merasa syok karena dokter Harun yang notabennya sebagai dokter kandungan tidak merasa curiga kalau sang istri tengah mengandung. Karena dokter Harun berfikir teh Zahra menang hanya sedang sensitif saja dan tentang dokter Harun yang mual-mual, dokter Harun berfikir karena dokter Harun sedang kelelahan saja sehingga masuk angin. Karena jadwal operasi pasiennya beberapa hari terakhir memang sedang padat sehingga dokter Harun terkadang melewatkan jam makan siangnya yang menyebabkan masuk angin dan asam lambungnya naik. Jadi, dokter Harun tidak sampai berfikir mualnya itu karena terkena sindrom Cauvade atau kehamilan simpatik yang mana istrinya yang mengandung tetapi suaminya lah yang mengalami morning sicknees dan ngidam.

__ADS_1


Dokter Harun masih saja syok sehingga Almeer yang posisinya duduk disebalah kiri dokter Harun, akhirnya menyenggol lengan dokter Harun untuk menyadarkannya kembali dari lamunannya.


"ish A' Harun, malah bengong lagi bukannya langsung ngecek kondisi teh Zahra ini malah asyik bengong, bae-bae A' nggak baik kebanyakan bengong, soalnya kemarin ayam tetangga lagi bengong tiba-tiba mati". ucap Almeer sambil terus menyenggol lengan dokter Harun.


"eh iya, maaf aku syok mendengar ucapan umma tadi". ucap dokter Harun


"ya sudah umma dan yang lainnya, Harun ijin mau ke klinik dulu ya mau ngecek Zahra, dan mastiin apa prediksi umma benar". ucap dokter Harun undur diri dan menggandeng tangan teh Zahra dan diangguki oleh semua orang


Setelah melihat dokter Harun dan teh Zahra keluar dari rumah, tiba-tiba membuat Lea penasaran dengan ucapan Almeer tadi.


"Al, memang ada ya ayam tetangga yang mati karena bengong? kok bisa sih? kasian banget cuma bengong doang bisa mati". ucap Lea dengan wajah lugunya.


"ya bener kok, orang itu ayam pas lagi asyik-asyik bengong eh malah ditangkep sama yang punya terus disembelih, ya jadi mati deh itu ayam pas lagi bengong" ucap Almeer lalu tertawa kencang karena Lea dengan mudahnya percaya dengan ucapan Almeer.


"ish nyebelin banget kamu, aku pikir beneran, gara-gara bengong bisa mati itu ayamnya. Eh, ternyata matinya karena disembelih. Aku udah serius juga eh ternyata becanda doang, rese kamu Al". kesal Lea karena dengan mudah percaya dengan ucapan Almeer si bocah tengil.


Dokter Qais lalu mengelus kepala Lea dengan penuh kelembutan.


"aduh istri Aa' ternyata bisa polos juga ya sampe kena kibulannya Almeer, udah sayang jangan cemberut ya". ucap dokter Qais sambil mencubit pelan pipi Lea


"ish, Aa' mah, aku kan mana tau kalau itu hanya kibulan Almeer semata. Kalau tau juga aku nggak mau kena kibul sama dia" ucap Lea sambil cemberut


Setelah beberapa saat mereka menunggu kehadiran dokter Harun dan teh Zahra namun belum datang juga membuat umma mulai gelisah.


"abi, kok mereka lama sekali ya, apa dugaan umma salah, aduh gimana ini abi". gelisah umma Hana karena takut salah memprediksi kalau teh Zahra hamil.


" sabar ya umma, kita menunggu sebentar lagi, jangan gelisah ya umma, banyakin doa saja semoga prediksi umma benar". ucap abi Fajri menenangkan umma Hana sambil terus menggenggam tangan umma Hana


Tidak lama kemudian teh Zahra dan dokter Harun mulai tampak sedang berjalan menuju ruang keluarga tempat keluarganya sedang berkumpul saat ini.

__ADS_1


"itu mereka datang umma, apapun hasilnya kita terima ya umma" ucap abi Fajri dan diangguki oleh umma Hana


Setelah dokter Harun dan teh Zahra sampai di ruang keluarga, teh Zahra langsung berjalan cepat menuju umma Hana. Lalu memeluk umma Hana sambil menangis haru, karena apa yang diprediksi oleh umma Hana ternyata benar.


"umma ternyata benar, alhamdulillah aku hamil umma, aku senang banget umma, didalam perut aku ada anak aku". ucap teh Zahra sambil menangis


Semua yang mendengarnya mengucapkan alhamdulillah karena keluarga abi Fajri akan bertambah anggota lagi, dan itu adalah calon cucu pertama mereka.


Setelah mereka semua mengucapkan selamat kepada dokter Harun dan teh Zahra. Lalu abi Fajri menanyakan tentang kehamilan teh Zahra.


"gimana nak, dengan kandungan Zahra, dan usianya sudah berapa minggu?" tanya abi Fajri.


"alhamdulillah kondisi kandungannya sehat abi, dan usia kandungannya baru empat minggu, makanya tadi cuma aku kasih vitamin doang buat si dede utunnya karena alhamdulillah Zahra tidak mabok".terang dokter Harun.


"ya sudah abi aku ijin keluar dulu ya mau beli susu ibu hamil untuk Zahra".pamit dokter Harun.


"Aa' aku mau ikut boleh ya?". mohon teh Zahra dengan wajah memelas.


"ya sudah boleh kok, tapi hati-hati ya jalannya, kalau nanti lelah kamu bilang aja ya". ucap dokter Harun.


Akhirnya dokter Harun dan teh Zahra menuju supermarket berdua.


Setelah dokter Harun dan teh Zahra keluar, dokter Qais tidak sengaja melihat Lea yang sedang mengelus-ngelus perutnya.


Dokter Qais paham pasti istrinya sedang sedih, karena belum diberikan kepercayaan untuk mengandung. Karena seminggu yang lalu Lea mengalami datang bulan.


Dokter Qais lalu menggenggam tangan Lea untuk menguatkan istrinya karena soal kehamilan itu membuat setiap wanita yang sudah menikah sangat menginginkannya.


Dokter Qais pun sebenarnya sangat menginginkannya namun dokter Qais hanya mampu berdoa dan berusaha, kapanpun dikasihnya dokter Qais akan terima. Dokter Qais tidak mau terlalu memaksakan kehendaknya karena urusan anak itu adalah rejeki yang diberikan oleh Alloh, jadi seberapa besar usaha kita jika belum dikasih ya belum rejekinya, jadi manusia hanya perlu berusaha,berdo'a dan bertawakal saja.

__ADS_1


__ADS_2