
Setelah sampai di rumah peninggalan neneknya Firman, Firman langsung mempersilakan dokter Qais dan Lea untuk masuk ke dalam rumah itu untuk mengecek kondisi kesehatan Fahira. Ternyata di dalam rumah itu ada tetangganya Firman yang sedang menyuapi Fahira.
"assalammualaikum bu Yati, terima kasih sudah memberi makan Fafa". ucap Firman kepada tetangganya itu
"waalaikumsalam, eh Firman udah pulang, kamu sama siapa itu nak?" tanya bu Yati
"oh iya, perkenalkan bu, ini namanya dokter Qais dan ini bu Lea, tadi aku di kasih makan sama mereka". ucap Firman akhirnya mereka berkenalan
"makasih y pak, bu , sudah mau memberi makan Firman, kasian Firman dan Fahira mereka hanya tinggal berdua, saya juga tidak bisa membantu banyak untuk mereka karena kondisi saya juga pas-pasan, kasian mereka orang tuanya tak ada yang melihatnya, ibunya sibuk dengan keluarga barunya sedangkan ayahnya memutuskan menjadi TKI setelah menikah kembali". ucap bu Yati dengan sedih
"iya bu, saya sudah mendengar ceritanya lewat Firman tadi. Oleh karena itu saya dan istri berniat membawa Firman dan Fahira untuk tinggal di Klinik saya, dan saya yang akan menanggung semua kebutuhan mereka dan pendidikan mereka. Jadi, jika suatu saat nanti ada orang tua mereka mencari mereka silakan datang saja ke klinik kasih umma"terang dokter Qais
"Alhamdulillah saya bersyukur banget masih ada orang baik seperti kalian yang rela merawat mereka, semoga rumah tangga kalian penuh keberkahan ya, kalau boleh tau kapan kalian akan membawa mereka pak?". ucap bu Yati
"insya alloh hari ini juga saya bawa sekalian mau bawa Fahira berobat dulu ke dokter, ayo Firman rapihkan barang yang perlu kalian bawa".ucap dokter Qais dan diangguki oleh Firman.
Setelah Firman selesai merapihkan barangnya, mereka berpamitan kepada bu Yati, dan menitip rumah peninggalan neneknya Firman.
Mereka menuju rumah sakit tempat dokter Qais bekerja untuk memeriksakan kondisi kesehatan Fahira. Setelah dinyatakan bahwa Fahira hanya terkena demam biasa mereka memutuskan untuk pulang ke rumah abi Fajri karena tadi umma Hana sempat menelephon menanyakan dimana keberadaan mereka karena sudah hampir magrib dokter Qais dan Lea belum kembali ke rumah.
Tiba di rumah abi Fajri, dokter Qais dan Lea sudah disambut dengan wajah cemas umma Hana dan sudah siap menanyakan berbagai macam pertanyaan. Namun saat sadar bahwa dokter Qais sedang menggendong seorang anak kecil dan Lea sedang menuntuk anak kecil pula. Membuat umma Hana menjadi bingung. Melihat ekspresi kebingungan dari umma Hana akhirnya Lea menceritakan kejadian hari ini. Dan umma Hana menjadi ikut sedih dengan nasib dua anak kecil itu.
"ya sudah kalian berdua tinggal di sini saja ya, panggil saya , nini ya anggap saya seperti nenek kalian ya". ucap umma Hana sambil menggenggam tangan Firman
"iya makasih ya nini, tapi boleh nggak aku dan Fafa tinggal di klinik saja biar tidak merepotkan" ucap Firman sambil tersenyum
"kalian tidak merepotkan, tapi kalo kalian mau main di klinik tidak apa-apa kok, tapi kalo tidur ya disini aja ya, temani nini kesepian di rumah". mohon umma Hana
__ADS_1
"baik lah nini". ucap Firman
"besok Firman mulai sekolah ya, kebetulan Firman sudah bisa membacakan jadi biar mulai masuk sekolah SD ya". ucap dokter Qais
"beneran Firman bisa sekolah, pak?".tanya Firman dan diangguki oleh dokter Qais
"ya benar kok, Firman bisa sekolah dan Fahira juga setelah sehat bisa ikut sekolah ditempat ibun mengajar, dan untuk kalian bisa panggil aku ibun ya dan manggil suami aku ayah". timpal Lea.
Langsung saja Firman memeluk Lea dengan erat dan Fahira langsung memeluk dokter Qais.
"makasih ya, Fafa sayang sama ayah dan ibun". lihir Fahira disela isak tangisnya.
"ya sudah kalian istirahat ya di kamar tamu, jadi kamar itu sudah jadi kamar kalian berdua ya, tidak apa-apa kan kalian tidur satu kamar?". ucap umma Hana
"tidak apa-apa nini, sekali lagi terima kasih nini, kami sayang nini". ucap Firman dan memeluk umma Hana.
Saat ini Lea sedang menemani Firman dan Fahira di kamar baru anak-anak itu. Sedangkan dokter Qais masih bersama umma di ruang keluarga.
"umma, benar tidak apa-apa mereka tinggal disini, tidak merepotkan umma dan yang lain, jika yang lain ke beratan mereka bisa tinggal di klinik seperti niat awal aku dan Lea, dan mereka akan ditemani oleh asisten rumah tangga saja". ucap dokter Qais
"apaan sih kamu tuh nak, umma tidak keberatan kok,dan untuk yang lain nanti umma yang memberikan pengertian, umma senang dengan kedatangan mereka rumah makin rame, dan semoga kedatangan mereka penuh keberkahan ya untuk keluarga kita, terutama kamu dan Lea yang sudah mau mengangkat mereka seperti anak kalian". ucap umma sambil mengelus lengan dokter Qais.
"aaaminn, maksih ya umma". ucap dokter Qais sambil memeluk umma Hana dari samping.
Saat magrib mereka semua berkumpul untuk sholat berjama'ah, dan mereka sudah tidak kaget saat melihat ada anak kecil yang ikut sholat, karena umma Hana sudah menjelaskan kepada mereka semua bahwa anak-anak itu akan menjadi anak angkat dokter Qais dan Lea walau tidak secara hukum.
Setelah sholat mereka berkenalan dengan Firman dan Fahira.
__ADS_1
"hai, anak cantik dan ganteng, nama kalian siapa, nama aku Zahra bisa panggil aku bunda Zahra". ucap teh Zahra.
"nama aku Firman bunda, dan ini adik aku Fahira bisa dipanggil Fafa". ucap Firman sambil menyalimi tangan teh Zahra
"hai, aku Harun bisa panggil aku ayah Harun, aku suami dari bunda Zahra ini". timpal dokter Harun.
"oya Firman dan Fafa kenalin ini suaminya nini, kamu bisa panggil aki Fajri". ucap umma Hana
"aku Firman, aki". ucap Firman tak lupa mencium tangan abi Fajri
"aku Fafa, aki". ucap Fafa tak lupa menyalimi abi Fajri
"wah, kalian tidak mau kenalan dengan aku nih?aku yang paling ganteng disini, emm karena semua di panggilnya ayah, kalian bisa panggil aku daddy Almeer ya". ucap Almeer
"heh, bocah semprul, gaya mu, minta dipanggil daddy, kebanyakan gaya nih anak satu". ucap Lea
"lah nggak apa-apa dong, suka-suka aku, panggilan daddy cocok kok dengan wajah tampan ku ni". jawab Almeer membuat Lea pura-pura muntah.
"ya kan bisa dipanggil om, uncle, paman or apa gitu, kenapa ikutan malah mau dipanggil kaya seorang ayah, nama mintanya dipanggil daddy lagi". ucap Lea
"biarin lah, aku nggak mau dipanggil om,uncle dan lainnya biar cewek-cewek yang pada ganjen ke aku ngiranya aku udah punya anak beneran, dan sebagai latihan loh, kan nanti kalo aku sudah nikah jadi jika punya anak bisa manggil aku daddy, anaknya teh Zahra juga panggil aku daddy ya". ucap Almeer.
"oke anak kami boleh manggil kamu daddy, jadi nanti biaya sekolah kamu ikut bantuin ya". ledek dokter Harun
"yeee nggak gitu juga kali A', udahlah kalian berdua nggak usah dengerin apa kata mereka ya, kalian harus manggil aku daddy ya, nggak ada penolakan". ucap Almeer kepada Firman dan Fahira dan diangguki oleh mereka berdua.
Setelah acara perkenalan, umma Hana dan abi Fajri mengajak keluarganya untuk makan malam bersama sebelum ngumpul-ngumpul di ruang keluarga seperti malam-malam sebelumnya namun sekarang bedanya hanya nambah anggota baru yaitu Firman dan Fahira.
__ADS_1
"terima kasih kalian sudah mau menerima aku dan Fafa, aku berjanji akan ngelindungi kalian semampu aku, ibu bapak kalian orang tua kandungku tapi kalian sudah melupakan aku dan Fafa, dan sekarang aku dan Fafa sudah punya keluarga baru, aku sayang dengan keluarga baru ku ini, terutama ibun Lea dan ayah Qais, aku akan belajar yang benar dan menurut dengan kalian, semoga kalian selalu diberikan keberkahan ya". batin Firman