Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
baby A dan baby C


__ADS_3

Pagi hari nan indah, sejuknya udara di pagi hari membuat siapa pun menyukainya, udara yang masih segar dapat membuat hati damai.


Bagi seorang dokter Qais pagi ini merupakan pagi yang sangat membahagiakan karena saat matanya terbuka ia dapat lagi melihat senyum manis dari sang istri tercinta setelah dua hari kemarin mengalami koma pasca melahirkan secara mendadak.


Senyum tak pernah pudar dari bibir dokter Qais serta hati yang selalu mengucapkan kalimat-kalimat dzikir karena sang Pencipta telah mengembalikan lagi bidadari dunia untuk dokter Qais.


Sedangkan Lea hanya mampu menggelengkan kepalanya karena sejak subuh tadi sampai saat ini dokter Qais tak melepaskan pelukannya selain saat ia melakukan sholat subuh karena setelah selesai sholat dokter Qais kembali berbaring disamping Lea sambil memeluk istri kesayangannya itu.


"udah dong A' peluknya, emang Aa' nggak siap-siap kerja? dan Aa' kan janji mau nganterin Lea ketemu sama baby A dan baby C". ucap Lea membujuk suaminya agar mau melepaskan pelukannya.


"tapi Aa' masih rindu de". dokter Qais tetap tak melepaskan pelukannya.


"iya Lea tau kok, Lea juga rindu sama Aa' tapi Lea mau liat baby B dulu". ucap Lea sambil melirik kearah box bayi baby B yang berada di sebelah ranjang Lea


"baby B masih anteng kok kan tadi sudah mimi susu saat subuh tadi".


"iya tapi kan tadi miminya sedikit karena ASI Lea keluarnya baru sedikit banget". Lea senang sekaligus sedih karena setelah koma tapi ASInya masih dapat keluar walau hanya sedikit, bahkan Lea khawatir ASInya nanti tidak cukup untuk ketiga bayi kembarnya.


"insyaa alloh lama-lama banyak kok ASI kamunya yang penting pola makan kamu harus sehat dan jangan setres ya karena bisa bikin ASInya jadi tidak keluar". jelas dokter Qais menenangkan Lea


Kini dokter Qais telah rapih untuk bekerja namun sebelum itu dokter Qais menepati janjinya untuk menemani sang istri menemui baby A dan baby C, sedangkan baby B saat ini masih berada di dalam gendongan Lea dan ketika Lea akan memasuki ruang inkubator maka baby B akan dititipkan sementara kepada perawat.

__ADS_1


Dokter Qais tak mengijinkan Lea untuk berjalan sehingga Lea harus menggunakan kursi roda ini dengan baby B yang tengah tertidur pulas.


Sepanjang koridor yang dokter Qais dan Lea lalu,para rekan kerja dokter Qais dan beberapa pasien yang mengetahui kondisi Lea yang tengah sadar, akhirnya turut bahagia dan mengucapkan selamat serta do'a untuk dokter Qais dan keluarga.


Sepasang orang tua baru itu telah sampai di ruangan inkubator, sedangkan baby B tengah digendong oleh dokter Aqila karena tadi dokter Aqila yang berada disana meminta izin untuk menggendong baby B, dan dengan senang hati Lea mengizinkan baby B untuk digendong oleh dokter Aqila.


Air mata Lea langsung mengalir karena melihat kondisi kedua anaknya yg masih berada didalam inkubator tetapi Lea juga sungguh bersyukur meskipun anak-anaknya harus masuk ke dalam inkubator tapi anaknya masih sanggup untuk bertahan dan berjuang sampai mereka terlahir ke dunia ini dengan selamat.


Lea juga bersyukur karena sang Pencipta masih berkenan memberi Lea umur yang panjang sehingga tersadar dari komanya dan bisa melihat dan menimang ketiga buah hatinya bersama dokter Qais.


Dokter Qais sudah meminta izin kepada perawat yang berjaga diruangan itu untuk dapat menggendong secara langsung baby A dan baby C.


Kini dokter Qais memberikan baby A kedalam dekapan Lea setelah itu dokter Qais mengambil baby C untuk ia gendong.


"masyaa alloh nak, ibun gemes liat kalian, kalian rindu ya sama ibun makanya kalian bangun dari tidur". ucap haru Lea sambil mengecup pipi baby A lalu beralih mengecup pipi baby C.


"iya mereka rindu sama kamu, dan mereka sepertinya tau kalau kamu sudah sadar, maka kondisi mereka tiba-tiba sangat membaik sehingga tadi perawat bilang jika nanti siang dokter yang merawat mereka mengecek kondisi mereka dan mengatakan mereka dalam kondisi baik, maka mereka boleh kita bawa pulang besok". jelas dokter Qais dan Lea yang mendengar penjelasan dari dokter Qais sungguh merasa sangat bahagia.


Setengah jam adalah waktu telah Lea dan dokter Qais habiskan bersama si kembar, dan kini dengan berat hati Lea harus kembali ke ruang rawatnya karena baby dan Lea masih perlu istirahat sedangkan dokter Qais akan bekerja.


Setelah berpamitan kepada si kembar, Lea dan dokter Qais berjalan menuju tempat dokter Aqila dan baby B berada yang ternyata disana juga ada dokter Syahreza.

__ADS_1


"hai bang, pagi-pagi udah nemuin dokter Aqila aja nih". goda dokter Qais membuat dokter Aqila menunduk malu


"iya dong Is, penyemangat kerja karena ketemu sama pujaan hati". timpal dokter Syahreza sambil tersenyum kearah dokter Aqila yang masih saja menunduk


"hai, Lea apa kabar?". sambung dokter Syahreza menyapa Lea yang berada di kursi rodanya


"alhamdulillah saya sehat dok".seru Lea


"alhamdulillah kalo begitu, soalnya saya kasian liat si Qais selama kamu koma, Qais seperti hilang arah, karena kamu itu kan kiblat cintanya Qais, jadi kalo kamu nggak ada Qais seperti kehilangan arah kiblat cintanya". ucap dokter Syahreza sambil membayangkan muka kacaunya dokter Qais pada saat itu.


Di ruangan rawat Lea kini Lea sedang berbaring sambil menyusui baby B, setelah dokter Qais mengantarkan Lea dan baby B ke ruang rawat Lea sebelum mulai bekerja.


Lea yang sedang asyik menyusui sambil menatap wajah tampan baby B kini tersenyum ke arah pintu ruang rawat itu karena melihat sang bunda datang mengunjunginya.


"assalammualaikum anak bunda dan cucu nenek". sapa bunda Hawa


"waalaikumsalam nenek". jawab Lea menirukan suara anak kecil sambil menggerakkan tangan baby B


"kamu sudah makan, de?". tanya bunda Hawa


"tadi sih udah bunda cuma kok lapar lagi ya". jawab Lea sambil nyengir ala iklan pasta gigi

__ADS_1


"wajar kok de, kalau kamu lapar, kan kamu menyusui yaudah nih kamu makan ya, mau bunda suapi atau makan sendiri?". tawar bunda Hawa


"makan sendiri aja bun, titip baby B ya bun". ucap Lea lalu mengambil kotak makanan yang dibawa oleh bunda Hawa sedangkan baby B sudah berada di dalam gendongan bunda Hawa


__ADS_2