Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
mulai mengajar


__ADS_3

Menjaga sebuah hubungan itu harus dari kedua belah pihak, jangan hanya sebelah pihak saja yang menjaga dan mempertahankan hubungan itu.


Maka pondasi yang kuat harus terbangun dihati masing-masing pasangan. Pondasi itu mampu menahan kita dari setiap godaan yang menimpa rumah tangganya kelak.


Setiap pasangan harus berusaha menunjukan rasa cinta dan perhatiannya kepada pasangannya.


Karena cinta bukan hanya ungkapan kata, namun cinta juga pembuktian dari setiap tindakan kita kepada pasangan.


Seperti yang dilakukan oleh abi Fajri, ayah Amar dan abah Umar, mereka menjadi sosok pria yang tidak malu untuk menunjukan perhatiannya terhadap pasangannya.


Hal itu menjadikan contoh kepada anak-anaknya meski para orang tua itu tak menunjukan dengan berciuman didepan orang, jalan selalu bergandengan tangan tak pernah lepas.


Tapi mereka selalu perhatian terhadap hal-hal kecil kepada pasangannya seperti, tidak malu untuk membersihkan sisa makanan disudut bibir pasangannya, mengelus kepala pasangannya, tidak malu untuk sesekali menyediakan makanan untuk pasangannya, bahkan para orang tua itu tetap selalu menjaga komunikasi dan selalu bertukar cerita sebelum tidur.


Seperti yang dilakukan oleh dokter Qais dan dokter Harun, mereka menyempatkan diri untuk mengantar istri mereka menuju tempat bekerjanya.


Mereka juga selalu berusaha bersikap biasa saja terhadap lawan jenis yang bukan siapa-siapa buat mereka.


Karena mereka tidak mau terlalu ramah terhadap lawan jenis yang nantinya malah terkesan seperti menaruh hati. Mereka hanya cukup menyapa dan berbicara secukupnya saja.


Karena bagi dokter Qais dan dokter Harun, bukan hanya tugas istri yang perlu menjaga jarak terhadap lawan jenis, tapi mereka sebagai suami juga perlu menjaga jarak dari lawan jenis untuk menjaga perasaan istrinya.


Saat ini kendaraan dokter Qais dan dokter Harun sudah berada di parkiran tempat Lea dan teh Zahra mengajar.


Didalam mobil dokter Qais, Lea sedang berpamitan kepada suaminya itu.


" A' ,makasih ya udah nganterin aku ya, kamu hati-hati ya sayang dijalannya, jangan lupa kabarin Lea kalo kamu udah sampai". ucap Lea


"iya sama-sama tapi nggak gratis loh aku nganterin kamu, kamu harus bayar".ucap dokter Qais dengan senyum tipis


"ih gitu dia mah, sama istri sendiri perhitungan, kalau harus bayar mah, sama aja kaya aku naik kendaraan umum yang lain, ya udah berapa aku harus bayar".ucap Lea sambil cemberut dan mengambil dompetnya.


Membuat dokter Qais tersenyum lebar karena berhasil membuat Lea cemberut.

__ADS_1


"uluh uluh, makin tambah cantik deh kalo cemberut kaya gini"ucap dokter Qais sambil mengelus jilbab Lea dan membuat sedikit berantakan


"ih, udah deh bilang aku harus bayar berapa, nggak usah pake bikin kerudung aku berantakan kaya gini, bikin tambah BT". ucap Lea sambil merapihkan jilbabnya.


"sini sayang aku bantuin rapihin". ucap dokter Qais sambil tangannya terus merapihkan jilbab Lea


"nah, udah rapih dan tambah cantik, apalagi kalo tersenyum beuh tambah cantik full teng deh". goda dokter Qais


"lebay banget gombalannya, nggak mempan tau, lagian Aa' nyebelin banget sih". ucap Lea


"aku bukan nyebelin sayang, tapi ngangenin".ucap dokter Qais


"idih dia PD banget sih" ucap Lea padahal didalam hatinya membenarkan kalau memang dokter Qais itu bisa bikin ngangenin.


"bukan PD sayang, tapi kenyataannya, awas ya nanti kalau kamu kangen sama Aa' ". balas dokter Qais dan mulai mendekati Lea lalu memeluk Lea dengan penuh kasih sayang


Dan Lea membalas pelukan suaminya itu. Lelaki yang selalu mampu membuat hatinya berdetak tak karuan, namun terkadang suka nyebelin.


Setelah beberapa saat mereka berpelukan, dokter Qais lalu melepaskan pelukannya dan mengecup kening Lea.


Lalu Lea mendekat dan mencium pipi dokter Qais dan mengecup bibir dokter Qais sekilas.


"nah udah aku kasih bonus, pake plus plus lagi bonusnya". ucap Lea


"makasih istriku, kamu hati-hati ya ngajarnya, nanti pulang bareng teh Zahra aja, kalau nggak kamu pulang ngajar mampir ke rumah sakit juga nggak apa-apa nanti kita bisa makan siang bareng". ucap dokter Qais sambil menggenggam tangan mungil Lea


" ya sayang, nanti kalau kamu mau aku ke sana, aku ke sana deh buat makan siang bareng, kamu hati-hati ya, aku pamit ya sayang, assalammualaikum". ucap Lea sambil mencium tangan dokter Qais.


"waalaikumsalam istriku". jawab dokter Qais lalu mengklakson mobilnya dan berpamitan kepada dokter Harun dan teh Zahra lalu mulai melajukan mobilnya.


Sekarang tinggal dokter Harun, teh Zahra dan Lea yang masih berada di parkiran mobil.


" lama banget Lea kalian didalam mobil, teteh udah nungguin tau, untung ada A' Harun". ucap teh Zahra

__ADS_1


"ya kan aku pamitan dulu teh sama ade teteh itu yang nyebelin tapi ngangenin juga". ucap Lea sambil tertawa pelan


" iya sayang, mereka tuh pamitannya kayanya pake sayang-sayangan dulu deh makanya lama, besok kita juga kaya gitu aja sayang". ucap dokter Harun


"sayang-sayangan kaya gimana maksudnya A'?" tanya teh Zahra dengan wajah bingung


"ya ampun polos banget sih istri aku nggak tau ya, maksud aku tuh mereka pake cipika cipiki, dan kiss kiss an gitu". terang dokter Harun


"oh gitu, pantesan lama". ucap teh Zahra sambil tersenyum meledek Lea


"ish kok A' Harun tau sih kalo aku abis cipika cipiki dulu, A' Harun ngintip ya, terus iri ya???hayo ngaku, kalo iri kan tinggal minta sama teh Zahra pasti dikasih ko ma teteh, ya kan teh?". ledek Lea dan membuat teh Zahra merona


"iya lah besok aku minta ma istri aku yang manis ini, biar nggak kalah romantis sama kalian". ucap dokter Harun sambil mengedipkan matanya dan tersenyum


"apaan sih, kalian mah ih ngomongnya nggak usah aneh-aneh deh" ucap teh Zahra sambil mencubit pelan pinggang dokter Harun


"ampun sayangku, nggak ngomong aneh lagi kok, cuma nanti langsung aku praktekin aja dari pada aku cuma omongin doang, ya nggak dek?" ucap dokter Harun sambil menurun naikan alisnya


"apaan sih, udah ah kamu pulang sana, hati-hati di jalan, jangan ke ganjenan sama cewek lain ya". ucap teh Zahra sambil mendorong pelan pundak dokter Harun agar dokter Harun segera pulang.


" iya sayang Aa' pulang kok, jangan kangen ya, kalo kangen telepon aja nanti Aa' dateng ke sini lagi". ucap dokter Harun


" ish , udah ya nanti kalo kangen aku telepon Aa' kok, ya udah gih pulang" .ucap teh Zahra.


" iya aku pulang ya, kamu jangan aneh-aneh ya dek, ingat kaki kamu masih sakit".ucap dokter Harun


"iya A' aku inget kok, itu dari di rumah kamu juga udah ingetin terus kok". ucap teh zahra


"ya udah aku pulang ya nanti aku jemput, assalammualaikum" ucap dokter Harun sambil tangannya disalimi oleh teh Zahra, lalu tangan dokter Harun terulur untuk mengelus kepala teh Zahra


"waalaikumsalam, hati-hati, bye sayang". ucap teh Zahra


"cie-cie romantis banget deh, bikin dedek ngiri aja nih". ledek Lea.

__ADS_1


" nggak usah ngiri, nanti minta aja romantis-romantisannya sama Qais". ucap teh Zahra.


Dan mereka berdua masuk kedalam tempat mengajarnya untuk memulai mendidik generasi usia dini agar bisa cerdas dan dapat membanggakan negara dan orang tua.


__ADS_2