Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
manjat pohon


__ADS_3

Saat ini ojol yang dinaiki oleh Lea telah sampai didepan kediaman keluarga ayah Amar. Lea langsung bergegas masuk kedalam setelah mengetuk dan dibukakan oleh asisten rumah tangga.


Di meja makan ada bunda Hawa yang tengah sibuk menyiapkan makan siang sehingga tidak sadar dengan kehadiran Lea. Secara perlahan Lea mendekat kearah bunda Hawa dan Lea memeluk tubuh malaikat tak bersayapnya itu. Membuat sang bunda terkejut karena tiba-tiba ada yang memeluknya.


"miss you bunda"lihir Lea sambil terus memeluk bunda Hawa dari belakang.


"ya ampun nak bunda kaget loh, ade ko tumben main kesini nggak sama Qais? kalian nggak berantem kan nak?". tanya bunda Hawa sambil balik badan menghadap Lea


"nggak bunda, aku emang niat mau kesini dan udah ijin sama Aa' dan nanti Aa' pulang kerja langsung dijemput kesini, emang bunda nggak kangen sama ade?". ucap Lea sambil cemberut.


"kangen lah sayang masa sama anak sendiri nggak kangen, anak yang selalu nggak bisa jauh dari bunda dan sekarang harus berjauhan ya bikin bunda kangen lah tapi kan balik lagi kamu sudah menikah jadi harus nurut sama suami kemana pun suami berada. Bunda cuma ngerasa kesepian aja soalnya biasanya kamu ini kan yang manja dan cerewet eh sekarang udah nggak tinggal sama bunda jadi sepi rumah tapi untungnya masih ada kakak kamu yang bisa nemenin bunda disini jadi kalau ayah kerja tetap bunda ada temannya dirumah". ucap bunda Hawa sambil mengelus kepala Lea yang menyandar dipundak bunda Hawa.


"tuh kan bener kata Lea dulu kalo Lea tuh emang ngangenin jadi pasti orang dirumah ini kangen sama Lea, memang nggak ada yang bisa ngalahin Lea deh, udah cantik,manis, imut, ngangenin, gemesin, ya kan bun?". ucap Lea sambil menaik turun kan alisnya.


"dih, langsung deh ke GR an banget nih bocah satu, dulu bunda ngidam apa sih ya sampe bisa bikin kamu jadi ke PD an banget jadi anak". Ledek bunda sambil berpura-pura sedang berfikir membuat Lea memonyong-monyongkan bibirnya


"udah jangan cemberut, kamu belum makan siang kan? gimana kalau kita makan dulu, bunda panggil kakak kamu dulu udah selesai mandi lagi belum ya, soalnya katanya abis bantuin masak selalu bawaannya kegerahan jadi mandi lagi deh kakak kamu itu". ucap bunda Hawa.


"biar Lea yang panggil aja bun, kalau abang ada di rumah juga nggak bun, soalnya nggak enak aku masuk kamar kakak kalo abang ada di rumah". ucap Lea


"Adnan nggak ada dirumah kok, hari ini dia masuk dinas"terang bunda dan akhirnya Lea berjalan menuju kamar kak Salwa


tok tok tok


"assalammualaikum, kakak ku tersayang kamu sudah kelar mandi belum, ade kamu yang cantik dan gemesin udah kelaperan nih dan sudah rindu masakan bunda nih". ucap Lea di depan pintu kamar kak Salwa.


ceklek


"waalaikumsalam, aduh ade aku pas banget sih datangnya, pas keponakannya lagi rindu nih sama anteu nya, katanya kangen dibikinin rujak, boleh nggak?". tanya kak Salwa dengan puppy eyes

__ADS_1


"ish ish, adenya baru datang sudah ditagih bikinin rujak, tapi kalo itu permintaan dari keponakan aku boleh deh, tapi nanti kalo kamu udah lahir harus mirip sama aku ya nak". ucap Lea sambil mengelus perut kak Salwa


"ish gmn mau mirip kamu orang si dedenya cowok,masa mirip kamu ga mirip sama ayahnya lah". ucap kak Salwa sambil mencubit pelan pipi Lea.


"wah dedenya sudah ketauan jenis kelaminnya ya, beuh bakal jadi kesayangan banget deh nanti, soalnya kan ayah dan bunda punya anak dua-duanya cewek, eh sekarang dapat cucu pertama cowok wah pasti kamu bakal jadi saingan aku nih de "anak bungsu lawan cucu pertama" kita liat siapa yang menang". ucap Lea sambil tertawa


"ya jelas dede lah yang menang, dede kan nanti bakal lebih gemesin dibanding anteu Lea" ledek kak Salwa sambil memelet kearah Lea.


"wah aku harus sering-sering deketin ayah dan bunda nih biar nggak kalah saing sama bocil nanti pas udah lahir". ucap Lea


Lea dan kak Salwa terus saja berbincang dan bercanda bersama meluapkan rindu setelah beberapa hari tak berjumpa.


Mereka adalah sosok saudara yang saling menyayangi satu sama lain, tidak pernah ada rasa iri dan dengki karena ayah dan bunda selalu adil dengan mereka berdua.


Saat sudah sampai di meja makan mereka makan siang bersama. Dan setelah makan Lea memutuskan untuk memetik mangga sendiri kebetulan pohonnya tidak terlalu tinggi namun buahnya selalu lebat, dan Lea pun memang jago dalam memanjat pohon mangga dirumah ayahnya itu.


"de, ambil yang sebelah sana ya".ucap kak Salwa sambil menunjuk kearah mangga yang diinginkannya.


Setelah mangganya telah dipetik sesuai keinginan bumil, Lea dan kak Salwa menuju dapur untuk membuat bumbu rujaknya. Kak Salwa dan ayah bunda selalu senang dengan rujak bikinan Lea. Oleh karena itu selama mengidam rujak kak Salwa akan selalu meminta Lea yang membuatkan rujaknya.


Waktu bergulir dengan cepat, hari sudah berganti dengan senja, saat ini ayah Amar dan abang Adnan telah sampai di rumah. Setelah berganti baju ayah Amar dan abang Adnan ikut bergabung dengan bunda, kak Salwa dan Lea di ruang keluarga. Mereka saling bertukar cerita.


"abang, tadi kan aku ngidam rujak bikinan Lea tau, eh pas banget si ade main kesini jadi dibikinin deh rujaknya". cerita kak Salwa


"widih, abang nggak disisain nih?". tanya abang Adnan sambil terus mengelus perut buncit kak Salwa.


"nggak bang, maaf ya, kalo abang mau nanti biar minta sama si ade lagi aja, mumpung ade masih disini"ucap kak Salwa sambil menyengir dan melirik Lea.


"wah ngelunjak nih ya bumil, boleh aku bikinin tapi teraktir es krim ya". ucap Lea

__ADS_1


"boleh-boleh mau berapa nih?"tanya abang Adnan


"oke deal ya, cukup dua es krim aja kok, tapi mangganya yang ambil abang ya aku cape manjatnya". ucap Lea sambil tersenyum


Setelah itu abang adnan menuju halaman belakang untuk memetik mangga yang akan dirujak.


Ayah terus saja memperhatikan Lea, karena ayah tau kalau Lea ada masalah atau sedang suntuk maka Lea akan minta es krim dua cone. Karena jika tidak sedang ada masalah Lea sangat jarang minta es krim.


"ade, kamu ada masalah nak?" tanya ayah Amar dengan lembut


"nggak kok yah". jawab Lea sambil menunduk


"kamu nggak bisa bohong nak sama ayah, kalau mau cerita boleh kok nak, kali aja bisa mengurangi beban kamu dan bisa mengasih masukan buat kamu". ucap ayah Amar sambil menarik pelan tanggan Lea agar masuk kedalam pelukan ayah Amar.


Dalam pelukan ayah Amar Lea sempat menangis dan sambil menceritakan ucapan tetangganya dan menceritakan ketakutannya jika Lea tidak bisa hamil maka dokter Qais akan meninggalkannya.


Tapi Lea lalu bercerita bahwa Lea sudah cek kondisi rahimnya tadi dan hasilnya semua sehat. Jadi Lea tidak akan memasukan kedalam hati omongan-omangan orang lagi yang nanti akan menanyakan tentang anak.


"kamu yang sabar ya de, memang mulut setiap manusia itu tidak bisa kita tutup karena kita hanya memiliki dua tangan, yang mampu kita lakukan hanya menutup kuping dan jangan pernah dengarkan omongan orang yang membuat sakit hati kita. Biarkan omongan orang itu menjadi penggugur dosa-dosa kita. Jadi kamu jangan sedih lagi ya nak, ayah yakin suatu saat kamu akan dikaruniai anak, tapi kamu harus tetap usaha dan berdoa ya nak, kamu inget kan kakak kamu dua tahun menikah baru dikaruniai momongan, sekarang kamu nikmati saja waktu kamu berdua dengan suamimu, karena kan kalian belum lama kenal jadi ya puas-puasin pacaran halal, bisa jalan bareng,pergi nonton, atau honeymoon lagi karena jika sudah punya anak pasti nanti sibuk dengan anak jadi waktu kalian berdua akan berkurang. Maka sekarang nikmatin dulu ya masa-masa pacaran kalian tanpa mikirin omongan orang yang akan merusak hati dan pikiran kita". ucap ayah sambil mengelus kepala Lea dan diangguki oleh Lea sambil tersenyum manis.


"lain kali kalau memang kamu merasa perlu tempat curhat jangan ragu temui ayah dan bundamu, kami akan selalu ada untuk kalian walaupun kalian sudah menikah". ucap ayah Amar


"SIAP KOMANDAN LAKSANAKAN" ucap Lea sambil memberi hormat.


"duh kangen ayah diberi hormat sama anak ayah yang satu ini". ucap ayah sambil tersenyum


"bunda berdoa agar kamu bisa segera mengandung nak". batin bunda Hawa


"ayah harap kelak kamu dikaruniai anak yang tampan dan cantik nak, yang dapat melengkapi kehidupan rumah tangga mu, dan semoga jika kamu hamil jangan kamu yang mengalami morning sicknees, ayah harap suami mu lah yang mengalami morning sicknees, karena ayah tau rasanya morning sicknees sangat menyiksa karena pas hamil kamu ayahlah yang mengalami itu dan ayah bersyukur bisa merasakan sedikitnya kesusahan yang dialami oleh bunda". batin ayah Amar.

__ADS_1


Didepan pintu masuk ada dokter Qais yang niatnya akan memasuki rumah mertuanya namun mendengar curahan hati istrinya, dokter Qais sangat sedih karena omongan orang bisa membuat Lea sedih dan sampai melakukan cek kondisi rahimnya tanpa dokter Qais tau, dan untungnya kondisi Lea baik-baik saja, karena jika kondisinya tidak baik maka dokter Qais tidak akan tega karena Lea pasti akan menyembunyikannya dari dokter Qais dan pasti Lea akan terpuruk sendirian.


Dokter Qais berjanji akan selalu menanyakan apapun, agar sang istri tidak merasa sungkan untuk bercerita kepada dokter Qais.


__ADS_2