Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
melewati malam bersama


__ADS_3

Suasana malam semakin dingin karena hujan sedang turun untuk membasahi bumi. Banyak umat manusia yang lebih memilih memasuki kamarnya dan menarik selimut karena hawa dingin menusuk kulit.


Begitu juga dengan sepasang pengantin baru setelah makan malam bersama keluarganya, mereka dan keluarganya memutuskan untuk memasuki kamar masing-masing.


Pasangan pengantin baru itu sekarang telah masuk kedalam kamarnya, dan masing-masing berniat untuk berganti pakaian serta menggosok giginya.


Saat ini Lea melihat suasana kamar ya begitu romantis, dengan penuh taburan bunga dilantai dan dikasur, serta wangi lilin aroma therapist yang sangat menenangkan.


Padahal tadi suasana kamar sebelum Lea dan dokter Qais keluar untuk makan malam bersama, kamarnya belum ada taburan bunga dimana-mana.


Membuat Lea terharu, setelah sekian lama memilih tidak akan pernah pacaran karena ingin pacaran setelah menikah, dan sekarang dia telah resmi menikah. Betapa merasa beruntungnya dia mendapatkan suami yang pengertian dan romantis.


Melihat Lea yang terkesima dengan kamar pengantin mereka. Membuat dokter Qais memeluk Lea dari belakang sambil menaruh dagunya di bahu Lea.


"gimana kamu suka nggak de?". tanya dokter Qais masih memeluk Lea.


"suka banget A', makasih loh kejutannya, padahal tadi pas sebelum makan malam kamarnya belum seperti ini".ucap Lea sambil mengelus tangan dokter Qais yang masih memeluknya.


"ya Aa' sengaja minta dihias kamarnya pas saat kita sedang makan malam, ya sudah yuk kita ganti baju dulu". ujar dokter Qais


"dek, kamu ganti baju duluan apa Aa' duluan nih?". tanya dokter Qais kembali


"boleh ade duluan ya A' ". ujar Lea dan diangguki oleh dokter Qais.


Setelah sampai di kamar mandi, Lea pun bingung apa iya dia hanya akan memakai baju tipis seperti ini. Melihatnya saja sudah membuat bulu kuduk Lea merinding apalagi jika harus memakainya.


Tapi Lea ingat pesan kak Salwa sehari sebelum akad nikah.


Flashback


Saat malam sebelum acara pernikahan, Lea sedang merapihkan baju yang akan dia bawa untuk menginap di hotel setelah acara pernikahan, karena memang dokter Qais sudah memberitahu Lea bahwa setelah acara pernikahan, mereka akan menginap selama dua hari di hotel yang telah dokter Qais sewa.


Tiba-tiba pintu kamar Lea ada yang mengetuknya.

__ADS_1


tok


tok


tok


" Lea, kamu sudah tidur belum?" tanya kak Salwa


"belum kak, masuk aja nggak dikunci kok". ujar Lea dari dalam kamar.


Setelah kak Salwa masuk kekamar Lea, kak Salwa memperhatikan Lea yang sedang sibuk mengemasi barangnya.


"kamu gugup dan deg-degan nggak de, karena besok akan dinikahi oleh dokter tampan?" tanya kak Salwa.


Lea pun memilih untuk berhenti melakukan kegiatannya, dan memilih duduk disamping kak Salwa.


"gugup dan deg-degan nih kak, ya cuma aku selalu mencoba buat tenang, dulu kakak kaya aku juga kan?". ucap Lea.


"ya kak, semoga aku sama A' Qais bisa sampai selamanya, semoga dijauhkan dari hal buruk yang akan menyebabkan perceraian".ucap Lea


"aaaminn, oya kakak kesini mau ngasih kamu ini" ucap kak Salwa sambil memberikan beberapa linge ri


"ish buat apa baju kaya gitu kak, malu aku pakainya". tolak Lea.


"kamu harus mau pakai baju ini Lea saat sudah menikah nanti, karena kamu harus belajar untuk membahagiakan suami, selain dengan masakan kamu dan perhatian kamu, suami juga butuh pelayanan kamu di kasur, dengan kamu berpakaian seperti ini adalah salah satu cara membuat suami kamu bahagia saat di kasur. Ingat suami yang selingkuh itu juga bukan hanya salah suaminya, tapi mungkin ada salah dari istrinya seperti kurangnya pelayanan yang bersangkutan dengan kegiatan panas diranjang. Makanya sebelum itu terjadi ke kamu, kakak mau ngasih tau kamu dan ngasih baju ini ke kamu. Nah, ini tuh sebagai usaha seorang istri untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Kalau misalnya istri sudah baik dalam melayani suami yang menyangkut perut dan kasur, tapi suami itu masih juga selingkuh itu namanya SUAMI NGGAK TAU DIRI dan BE RENG SEK". terang kak Salwa


"ya udah kak, nanti aku ikutin saran kakak, makasih ya ka, dan aku bakal kangen banget deh sama kakak, karena mau nggak mau pasti aku akan ikut dokter Qais". ucap Lea sambil memeluk kak Salwa dari samping


" iya kakak juga pasti akan rindu dengan kamu, kakak boleh nggak tidur bareng kamu sebelum kamu nikah, tapi kakak ajak abang juga buat tidur sama kita disini, jadi nanti kakak tidur ditengah-tengah". ucap kak Salwa


"boleh kok tapi aku kelarin rapihin baju dulu ya kak, dan aku pakai kerudung dulu sebelum abang nanti ikut tidur disini". ucap Lea dan diangguki oleh kak Salwa.


Flashback off

__ADS_1


"ya udah deh, aku pakai aja, nggak apa-apa deh nahan malu yang penting suami bisa seneng dengan istrinya dari pada nanti suami minta disenengin sama wanita lain. IH SEREM, karena PELAKOR lebih SEREM daripada SE TAN". ujar Lea


Setelah Lea berganti pakaian dan menggunakan linge rie itu namun tetap ia tutupi dengan baju tidur.


Karena memang Lea belum terbiasa memakai pakaian kurang bahan itu. Saat keluar kamar mandi, Lea melihat suaminya sedang duduk ditepi kasur sambil memainkan ponselnya.


"Aa', Aa' mau ganti baju dulu nggak?" tanya Lea


" oh kamu sudah selesai de, em ya udah Aa' ke kamar mandi dulu ya sayang". ucap dokter Qais


Sebenarnya dokter Qais juga gugup seperti Lea, karena ini kali pertama berdekatan dengan wanita selain umma dan tetehnya.


Apalagi malam ini malam pertama mereka akan tidur bersama. Dan melihat Lea melepas hijabnya dan menggerai rambut panjangnya membuat dokter Qais ketersima, karena Lea memakai hijab dan tidak memakai hijab tetap sangat cantik.


Beberapa menit kemudian dokter Qais mengajak Lea untuk sholat sunnah dua rokaat terlebih dahulu sebelum tidur.


Setelah selesai sholat, dokter Qais menuntun Lea untuk duduk ditepi kasur.


"de, terima kasih ya sudah mau memilih Aa' sebagai imam kamu, sudah bersedia mendampingi Aa' mulai hari ini dan seterusnya. Sudah bersedia sebagai penyempurna ibadah Aa' ". ucap dokter Qais sambil menggenggam tangan Lea yang sedikit dingin.


"sama-sama Aa', jangan pernah bosan untuk membimbing Lea ke jalan yang benar ya, tolong terima segala kekurangan Lea ya A' , jangan pernah bosan mengingatkan Lea jika Lea salah, jangan pernah lepas genggaman tangan Aa' ini dari Lea ya sampai kapan pun. Jadikan lah Lea istri satu-satunya di hati Aa' ". ucap Lea


"mari kita lewati segala hal yang akan terjadi kedepannya de, mau baik dan buruk harus kita lalui bersama, jangan mudah percaya dengan orang lain, percayalah kepada Aa' dan bila kamu ragu sama Aa' , kamu bisa bertanya kepada umma dan abi karena sebelum menikah dengan kamu, segala hal selalu aku ceritakan kepada mereka, aku tak pernah menutupi segala hal dari mereka".ucap dokter Qais dan diangguki oleh Lea


"Aa' juga berharap kita akan selalu terbuka ya sayang, jangan ada yang ditutupi walaupun hal sekecil apapun, mau itu bahagia atau sedih harus kita tanggung bersama". ucap dokter Qais.


Setelah mengucapkan hal itu, dokter Qais mencium kening Lea, dan tangannya sebelah mengelus pipi Lea.


Lama-lama ciuman itu turun ke pipi Lea dan mereka melakukan ciuman pertama mereka dengan penuh kelembutan.


Dan selanjutnya mereka melakukan apa yang sudah halal bagi para pasangan yang sudah menikah.


Malam ini akan menjadi awal malam terindah untuk mereka berdua. Mereka berharap akan diberikan kepercayaan untuk memiliki anak yang dapat menyempurnakan biduk rumah tangga mereka.

__ADS_1


__ADS_2