
Pagi hari suasana di kediaman abi Fajri sangat ramai, karena kini mereka yang biasanya sibuk menyiapkan diri di dalam kamar untuk bekerja. Namun, hari ini terlihat berbeda karena mereka kini sebelum berangkat bekerja malah sibuk ikut membantu teh Zahra dan Lea untuk menjemur baby Zhafran dan baby ABC.
Keempat baby itu tampak anteng dalam gendongan orang tua dan nenek serta kakeknya. Sekali-kali keempat bayi itu hanya menggeliat saja saat terkena terpaan hangat matahari pagi dengan bibir yang seperti sedang menyusu, mungkin para baby itu merasa haus saat lagi dijemur.
"aduh, masyaa Alloh imut bgt sih kalian, nini jadi nggak sabar pengen liat kalian bisa larian-larian di dalam rumah pasti rame banget deh". ucap umma Hana yang sudah membayangkan keseruan nanti saat para cucunya sudah bisa berjalan
"ya, aki juga nggak sabar nunggunya, nanti kalian kalau sudah besar harus sayang sama aki ya, nanti aki ajak kalian jalan-jalan, terus aki pengen saat masa tua aki nanti pas kalian udah sekolah aki yang anter jemput kalian, biarin aja bunda dan ayah kalian kerja, aki yang bakal jagain kalian semua sepanjang hari". antusias abi Fajri
"aaaaminn, semoga umma dan abi selalu diberikan kesehatan dan panjang umur ya, biar bisa bermain bareng cucu-cucu kalian". timpal teh Zahra dan di amin kan oleh semuanya
"tapi nanti kalau cape ngejar para bocil, yang sabar ya abi dan umma". kata Lea sambil cekikikan yang mana dia membayangkan bagaimana repotnya kedua mertuanya mengejar para bocil
"nggak lah, umma malah seneng banget, makanya kalian kalau pindah dan punya rumah jangan jauh-jauh ya, nanti umma dan abi kesepian lagi". mohon umma Hana
"ya umma, kita nggak bakal jauh kok, Qais udah beli rumah di deket sini kan, nah nanti Harun juga bakal beli rumah di dekat sini kalau bisa nanti beli rumah yang disebelah rumah umma". balas dokter Harun
__ADS_1
" makasih ya, kalian udah mau ikutin mau umma". ucap umma Hana
"ya umma , ini aja Qais lagi nyari rumah lagi buat bunda dan ayah, karena kemarin sempat ngomong sama abang Adnan dia pengen tinggal didaerah sini, katanya nyaman dan abang Adnan juga pengen ayah dan bunda juga bisa dekat dengan baby ABC bukan cuma dekat dengan baby Salman aja". terang dokter Qais dan itu membuat Lea terkejut karena tak menyangka bahwa abang iparnya berniat pindah ke lingkungan dekat rumahnya beserta ayah dan bundanya yang mana membuat Lea makin bahagia
"yang bener A'? ,jadi ayah dan bunda bakal tinggal deket sini?". tanya Lea dengan wajah terkejut dan dokter Qais hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala.
"aaaaa, senangnya aku kalau bisa kumpul bareng orang tua dan mertua, semoga kalian selalu sehat ya". bahagianya Lea karena mendapatkan mertua yang bisa akur dengan orang tuanya.
"ya udah kita udahan yuk jemur babynya, kasian mereka udah pada mateng, biar umma siapkan air hangat untuk cucu-cucu umma, dan kamu Lea jangan lupa liat ke kamar Firman dan Fahira ya, jangan lupa dengan mereka saking asyik dengan si kembar takutnya mereka merasa iri karena tak diperhatikan lagi". ucap umma Hana mengingatkan Lea.
Di dalam kamar, dokter Qais sedang menjaga si kembar sedangkan Lea sedang berada di kamar Firman dan Fahira.
"abang, kakak, ibun boleh masuk?". ijin Lea sebelum masuk kamar anaknya
"masuk aja ibun". ucap mereka kompak
__ADS_1
"wah abang sudah rapih, kakak Fafa hari ini mau di kuncir apa hanya pakai bando saja?" tanya Lea saat melihat kedua anaknya itu sudah rapih
" kakak pake bando saja ibun, soalnya kemarin daddy Almeer beliin aku bando baru, cantik kan ibu?" tanya Fahira sambil tersenyum manis
"masyaa alloh anak-anak ibun mah pada ganteng dan cantik, dan pintar semua, yuk kita ke kamar ibun, ketemu sama adik-adik kalian dulu baru nanti kita sarapan bareng sebelum sekolah". ajak Lea dan disetujui oleh kedua anak itu.
Saat sampai di dalam kamar Lea, ternyata dokter Qais sedang memandikan baby A terlebih dahulu dan pemandangan itu membuat Lea bahagia karena suaminya mau membantu mengurus anak-anaknya bukan hanya mengandalkan semua harus dilakukan oleh istrinya.
.Setelah setengah jam mereka memandikan si kembar dan sudah membuat si kembar keliatan tambah tampan dan cantik kini mereka berjalan menuju ruang makan.
Selesai sarapan kini dokter Qais berpamitan akan bekerja serta mengantar Firman dan Fahira ke sekolahan mereka masing-masing.
"dadah baby ABC kakak Fafa sekolah dulu ya". pamit Fafa sambil mencium pipi ketiga adiknya secara bergantian.
"abang juga pamit ya, jadi adik-adik yang baik ya, dan jangan nangis dan buat ibun cape ya, nanti kita main bareng pas abang pulang sekolah". ucap Firman lalu mengusap kepala ketiga adik kembarnya itu
__ADS_1
Kini saatnya bagi teh Zahra dan Lea untuk tidur di ruang keluarga mereka akan mengistirahatkan tubuh mereka mumpung anak-anaknya juga sedang tidur nyenyak di ruang keluarga yang kini telah digelar kasur disana.