
Setiap insan manusia ditakdirkan memiliki cinta dan kasih sayang. Tapi semua itu kembali lagi kepada manusia itu sendiri, akan mensyukuri atas cinta yang telah di takdirkan untuknya atau mengikuti hawa ***** yang tak kunjung habis dan mendengarkan bisikan setan yang terus menggoda setiap manusia agar tidak tak pernah ada rasa puas atas cinta yang telah ia miliki, sehingga terus saja mencari yang lain.
Dengan alasan berbeda prinsip, ternyata pasangan kita sudah tak manarik lagi, pasangan kurang perhatian dan sebagainya.
Padahal saat kita memutuskan untuk mencintai seseorang, kita juga harus siap menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Dan kita juga harus paham bahwa jika kita memilihnya untuk jadi pasangan kita saat ini, berarti kita harus sanggup bersamanya sampai akhir hayat.
Harus mau berjuang bersama, harus saling mengerti dan jangan pernah biarkan ada dipikiran kita bahwa " wah pasangan si A lebih menarik, lebih rajin, lebih nurut, dan lain-lain". Karena segala hal yang membandikan satu sama lain itu tidak akan ada ujungnya dan membuat kita tidak akan pernah bersyukur atas pasangan yang telah disiapkan oleh Sang Maha Pencipta. Dari sana lah kehancuran sebuah hubungan.
Disebuah kamar terlihat sepasang pengantin baru yang masih saling berpelukan. Salah satu dari mereka sudah mulai menggeliat dan membuka matanya perlahan.
Kesadarannya pun telah kembali, saat ini dia merasakan tengah memeluk seseorang yang tak lain adalah istri yang baru dia nikahi kemarin.
"aduh cantiknya istriku, kalau lagi tidur kaya gini bikin tambah gemes deh" ucap dokter Qais sambil mencium kening Lea.
" sekian banyak wanita yang di dekat aku selama ini belum ada yang membuat aku tertarik, bahkan mereka terang-terangan bilang menyukai ku. Tapi hanya dengan kamu yang perjumpaan kita sangat singkat mampu membuat ku merasakan cinta. Semoga kita selalu bersama ya hingga akhir hayat, kita lewati semua halang rintangan bersama-sama dan jika di ijinkan, semoga kita segera diberi keturunan ya de". lanjut dokter Qais sambil mengelus pipi Lea.
"aaaminn, ya robbal 'alaminn". jawab Lea yang dari semenjak dokter Qais mencium keningnya ternyata dia sudah bangun namun enggan membuka matanya.
"eh sayang, kamu sudah bangun, sini kiss dulu deh biar langsung seger". ucap dokter Qais sambil memberikan kecupan dibibir Lea
"ish, bisa aja kamu, kita nggak mau keluar kemana gitu A'?". tanya Lea
"boleh kalau mau keluar, kita jalan-jalan tapi olah raga dulu ya sayang, biar aku jadi tambah semangat pas jalan-jalannya". ucap dokter Qais dan diangguki oleh Lea.
Dan terjadi lah olah raga antara suami istri itu, olah raga yang mendapatkan banyak manfaat dan pahala sekaligus.
Beberapa jam kemudian setelah sepasang pengantin baru itu melakukan olah raga jenis baru yang baru mereka rasakan setelah resmi menikah. Mereka telah kembali bersih setelah mandi untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
Waktu menunjukkan adzan dzuhur akan berkumandang, dokter Qais mengajak Lea untuk sholat terlebih dahulu baru akan jalan-jalan ketempat wisata.
Sepasang pengantin baru itu sudah melakukan kewajibannya sebagai muslim, lalu mereka sekarang akan menuju mobil untuk pergi mengunjungi tempat wisata yang banyak permainannya, tempat itu masih berada diwilayah Jakarta.
Lea ingin merasakan kencan seperti anak muda lainnya, oleh karena itu Lea mengajak dokter Qais ke tempat itu, untuk melakukan kencan halal.
Tanpa takut dosa dan bebas mau pulang jam berapa saja tidak akan dicari oleh orang tua.
Sesampainya di tempat wisata itu, banyak mata yang melihat ke arah mereka, karena mereka sengaja memakai baju dengan warna hitam, terlihat simple namun aura ketampanan dan kecantikan mereka berdua makin terlihat, orang-orang yang melihat dokter Qais dan Lea merasa takjub dengan pasangan yanv sangat serasi saat dilihat karena wajahnya yang sama-sama tampan dan cantik.
Banyak dari mereka yang iri melihatnya terutama anak-anak ABG yang ada disana, bahkan ada pula yang sampai lupa dengan pacarnya.
"widih, itu kakaknya ko pada ganteng dan cantik ya, serasi banget sihhh, iihhhhh gemesss deh".
"aduh kakak ganteng dan cantik pada gandengan aja sih, bikin jiwa jomblo aku meronta-ronta nih, hiks hiks hiks".
"duh, kalau yang ganteng pasangannya sama yang cantik, nah nasib aku yang cuma punya wajah pas-pasan ini gimana nasibnya ya".
"aduh kakak cantik, pacarnya bisa tukeran nggak? tukeran yuk sama pacar aku, aku biar bisa perbaiki keturunan nih kalau sampai nikah sama kakak ganteng itu".
"aduh ayah, besok pulang sekolah kamu harus ke salon ya, biar bisa ganteng kaya kakak itu, kalau ayah masih kaya gini aja bunda mau cari pacar baru aja deh di sekolahan, kalau nggak cari pacar disekolah lain, anak SMA juga nggak apa-apa deh yang penting cakep". kata anak SMP yang dilewati Lea dan dokter Qais
"ih bunda, kata bunda , ayah ini yang paling ganteng, masa sekarang gitu sih mau nyari cowok laen, nanti juga pas ayah udah SMA pasti tambah ganteng kok". kata cowok anak SMP itu.
"aduh kakak ganteng bisa nggak aku jadi pacarnya, yang kedua atau ketiga juga nggak apa-apa kok".
"kakak cantik, mukanya mulus banget sih pake perawatan apa sih, kasih tau donk".
__ADS_1
"ya mukanya glowing banget sih kak, aku pake lulur dari parutan kunyit bukannya jadi putih dan glowing malah jadi kuning semua badan dan muka aku".
"kakak cantik, sama aku aja yuk pacarannya aku nggak kalah tampan kok dari pacar kakak cantik"
"huhhhhh, nggak kalah tampan apaan coba , orang dari belakang aja udh ketara kalau kakak itu lebih ganteng dari elu kemana-mana".
" iya betul, takutnya kalau tuh kakak cantik pacaran sama elu , malah jadi takut kena sawan".
"sialannnn elu pada malah ketawain , dan emang elu pikir gue setan apa bikin orang sawan".
itulah beberapa tanggapan dari orang-orang yang melihat dokter Qais dan Lea saat mereka berjalan bersama sambil gandengan tangan.
Sedangkan yang pasangan yang orang-orang bicarakan itu hanya mampu tersenyum, karena lucu mendengar ucapan dari mereka yang rata-rata masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama(SMP).
Setelah berada jauh dari orang-orang yang membicarakan mereka berdua, Lea yang dari yadi tidak tahan untuk tertawa, akhirnya tertawa sepuasnya.
"duh A' perut ade sakit nih ketawa mulu, itu masih pada ingusan aja, pacarannya udah manggil ayah bunda, duh kita kalah romantis nih A". ucap Lea sambil sedikit tertawa.
"lagian sih kamu ketawa mulu, sini Aa' usapin perutnya biar nggak sakit lagi". ucap dokter Qais sambil mengelus perut Lea.
" lagian lucu tau A', anak jaman sekarang pacarannya ada-ada aja ya, apa emang karena aku yang nggak pernah pacaran makanya gak tau kalau pacaran harus manggil, ayah bunda, papa mama, papi mami, dan lain-lain, atau merekanya yang sudah dewasa sebelum waktunya, makanya jadi kaya gitu". ucap Lea
"ya itu semua sebab kurangnya perhatian orang tua, karena orang tua tidak pernah memantau pergaulan anaknya dan tidak pernah dinasehati jika yang mereka lakukan itu terlalu berlebihan untuk usia seperti mereka". ujar dokter Qais
" iya A' makanya sangat penting ya peran orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang anak, jangan hanya dibiarkan bebas main kemana saja dan dengan siapa saja yang penting nanti akan pulang juga kerumahnya" ujar Lea
" ya, nanti kalau kita punya anak harus lebih perhatian ya de, apalagi kamu kan guru, pasti tau cara mendidik anak dengan baik dan benar. Dan kita harus tamankan jiwa mereka dengan agama yang kuat biar mereka punya rasa takut akan Sang Maha Kuasa". ucap dokter Qais dan diangguki Lea.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan kencan halal yang penuh dengan canda dan tawa.
Menjelang malam hari mereka memutuskan kembali ke hotel untuk mengistirahatkan tubuh mereka setelah beberapa jam puas dengan kencannya.