
Bersyukur adalah salah satu bentuk terima kasih atas apa yang sang Maha Pencipta berikan kepada Lea dan dokter Qais. Setelah apa yang Alloh anugerahkan kepada Lea dan dokter Qais yaitu titipkannya jabang bayi di rahim Lea.
Sampai di rumah dokter Qais meminta kepada teh Zahra dan dokter Harun untuk menjaga Firman dan Fahira karena dokter Qais akan ke klinik terlebih dahulu untuk mengecek kandungan Lea.
Sampai di dalam klinik, Lea menyapa mba Citra terlebih dahulu. Karena memang Lea dekat dengan mba Citra, setelah saling menyapa akhirnya dokter Qais menuntun Lea kembali menuju ruangannya.
" itu kok ada dokter Qais ya padahal hari ini bukan jadwal dokter Qais praktek tapi ngapain dokter Qais ngebawa Lea keruangan ya". batin suster Kiara saat tanpa sengaja melihat dokter Qais menggandeng Lea
Dokter Qais menuntun Lea ke ranjang pasien, dan diangkat lah sedikit baju Lea yang menutupi bagian perutnya dan mengoleskan gel ke perut Lea.
Dokter Qais terus menatap layar monitor, dengan tatapan yang sulit di artikan, saking tidak percayanya, dokter Qais terus saja mengulang memeriksa perut Lea, tapi hasilnya tetap sama dengan yang pertama kali dokter Qais lihat.
Ekspresi dokter Qais membuat Lea jadi khawatir, Lea berfikir kalau ternyata prediksi dokter Harun dan dokter Qais sebelumnya itu salah, yang menyatakan bahwa Lea tengah hamil. Lea takut ternyata dia bukannya hamil tapi terkena penyakit di rahimnya.
Tak lama kemudian dokter Qais tersadar dari keterkejutannya setelah melihat hasil usg Lea. Dokter Qais kaget saat melihat Lea menangis.
"kamu kenapa nangis sayang?". tanya dokter Qais
"hiks hiks hiks, aku nggak hamil ya A'? aku bukan hamil tapi sakit ya A'? soalnya tampang Aa' kaya gitu pasti bener ya kalo aku nggak hamil?". ucap Lea sambil menangis
"kamu nggak sakit sayang, kamu beneran hamil sayang, tapi yang buat aku terkejut itu, disini nggak cuma satu, tapi ada tiga". ucap dokter Qais sambil mengelus perut Lea.
"maksud Aa' anak kita kembar? tiga?". ucap Lea tak yakin
" iya sayang disini ada tiga malaikat kecil kita, Alloh baik banget sama kita sayang, Alloh tau perjuangan kamu sangat berat untuk mendapatkan anak karena kamu harus menghadapi sindiran para tetangga". ucap dokter Qais
__ADS_1
"makasih sayang sudah memberikan aku kebahagian ini, kita akan jaga sama-sama ya ketiga malaikat kecil kita, aku bakal jaga kamu lebih extra karena ini ada tiga bayi di perut kamu, dan kamu juga harus makan yang banyak ya biar anak-anak' kita tumbuh dengan sehat" sambung dokter Qais sambil mengecup kening Lea.
Lea sudah tak bisa berkata-kata hanya ucapan syukur yang keluar dari mulutnya. dan air matanya yang masih terus mengalir.
Setelah Lea tenang, dokter Qais mengajak Lea untuk pulang dan memberitahukan kebahagian ini kepada keluarganya. Dokter Qais sudah menghubungi ayah Amar agar sepulang kerja ayah Amar dan keluarga mampir untuk makan malam bersama karena ada hal yang ingin dokter Qais sampaikan.
Dokter Qais menuntun Lea dengan perlahan menuju pintu keluar klinik, sebelum keluar dokter Qais dan Lea menyapa kembali mba Citra, dan menyuruh mba Citra untuk beristirahat terlebih dahulu karena dokter Harun akan kembali ke klinik saat nanti jam istirahat telah usai.
Dokter Qais dan Lea sudah sampai di dalam kediaman abi Fajri, setelah mengucapkan salam dan keadaan sepi karena mungkin semuanya sedang menunaikan ibadah sholat dzuhur. Dokter Qais mengajak Lea ke kamar untuk menunaikan sholat setelah itu mereka akan kembali turun dan makan siang bersama.
Dimeja makan sudah ada umma Hana, teh Zahra, dokter Harun, Firman dan Fahira mereka sudah menunggu dokter Qais dan Lea baru mereka akan mulai makan bersama.
Selesai makan bersama, dokter Qais menyampaikan kepada keluarganya jika Lea tengah mengandung.
"umma, makasih atas do'a ya, do'a umma dan yang lain sudah terkabul". ucap dokter Qais
"do'a kalian untuk kami, terutama untuk Lea agar segera mengandung akhirnya terkabul, dan saat ini Lea tengah hamil dua bulan". ucap dokter Qais dan membuat umma menangis haru, karena akan diberikan cucu dari putra keduanya
"alhamdulillah nak, selamat ya semoga anak kamu sehat selalu, jaga makanan kamu, jangan cape-cape, jangan angkat berat ya, pokoknya jaga ya nak kandungan kamu".ucap umma Hana
"umma sayang, bukan semoga anak Lea sehat, tapi semoga anak-anak kami yang didalam kandungan Lea sehat selalu".ucap dokter Qais sambil tersenyum
"maksudnya apa nak?umma nggak ngerti". bingung umma Hana
"ya maksudnya ya do'anya bukan cuma buat satu anak saja tapi untuk mereka bertiga yang masih didalam perut". ucap dokter Qais
__ADS_1
"maksud kamu, Lea hamil kembar Is?".timpal dokter Harun dan diangguki oleh dokter Qais dan Lea
Dan membuat semua orang terkejut karena setelah beberapa bulan menanti ternyata sekalinya hamil mereka mendapatkan anak kembar sekaligus tiga.
Umma Hana dan teh Zahra langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Lea untuk memeluk dan mengucapkan selamat.
"Fafa bakal punya ade? tapi nanti ibun sama ayah masih sayang nggak sama Fafa? " tanya Fahira dengan wajah polosnya yang sedikit sendu
"ayah dan ibun bakal tetap sayang sama abang dan Fafa, sekarang Fafa dipanggilnya kakak ya kan udah mau punya ade, nanti jagain adenya ya kalau sudah lahir". ucap dokter Qais sambil memangku Fahira
Fahira pun mengangguk dengan semangat.
"abang Firman, kakak Fafa, kalian nggak mau ngelus dede bayi diperut ibun? sini nak, ade kalian mau kenalan sama abang dan kakaknya". ucap Lea
Lea akan terus berusaha bersikap adil kepada anak angkatnya. Karena Lea juga sudah sangat menyayangi Firman dan Fahira.
Firman dan Fahira langsung menghampiri Lea dan sedikit menunduk menatap perut yang masih datar itu dan sambil mengelus pelan.
"adik-adik, ini abang, sehat ya kalian". ucap Firman
"iya adik-adik ini kakak Fafa, kalian cepet keluar ya biar bisa maen sama kakak Fafa nanti kita main barbie ya". girang Fafa
"jangan barbie tapi mobil-mobilan ya bareng abang Firman". ucap Firman
"iya abang, kakak, nanti adik-adik main bareng kalian berdua, jadi jangan berantem ya, tunggu ade keluar ya abang, kakak" ucap Lea dengan menirukan suara anak kecil.
__ADS_1
Mereka pun bercanda bersama, sedangkan dokter Harun pamit untuk praktek kembali di klinik sedangkan dokter Qais sudah ijin cuti setengah hari saat tadi mendapat kabar bahwa Lea pingsan.
Lea terus saja tersenyum melihat kebahagian semua keluarganya karena tau bahwa Lea tengah hamil saat ini. Lea berharap kebahagian ini tak akan pernah berakhir dan Lea berharap kelak dapat bisa melewati proses kehamilan dan persalinan dengan selamat agar Lea dapat mengurus dan merawat ketiga malaikat kecilnya saat sudah lahir nanti.