
Saat ini Azalea sedang berada di meja kasir menemani mba Citra sambil mengobrol ringan, sedangkan dokter Qais sedang mengecek stok obat bersama suster Kiara.
"dok, stok obat ini juga kosong dok". ucap lemah lembut
"hmm". dokter Qais hanya berdehem karena tidak suka dengan suster Kiara yang terlalu dekat posisinya dengannya.
"ish ngeselin banget sih, jawabnya cuma hmm doang, tapi nggak apa-apa Kiara tetap semangat taklukin dokter Qais apalagi kamu cantik". batin Kiara
Dokter Qais terus saja mengecek kelengkapan di kliniknya, setelah merasa cukup dokter Qais langsung keluar menuju meja kasir untuk menyerahkan catetan kelengkapan yang nanti di pesan dokter Qais, jadi kalau kelengkapan klinik datang bisa di samakan dengan catatan yang telah dicatat oleh dokter Qais.
Lea yang melihat suaminya berjalan kearahnya dengan di pepet terus sama suster Kiara membuat Lea jengah dan kesal sendiri dengan kelakuan wanita yang kecentilan seperti itu. Kelakuan wanita seperti suster Kiara dapat membuat orang lain berpandangan buruk kepada wanita dan membuat contoh yang buruk untuk wanita lain yang seakan-akan tidak ada larangan dekatin lelaki yang terpenting kaya walaupun laki-laki itu sudah berkeluarga juga tak apa untuk di dekati, itu lah mengapa maraknya bermunculan para pelakor, selain kurangnya rasa kesetiaan para suami namun juga terjadi karena kencangnya godaan dari pelakor.
Lea yang jengah dengan kelakuan suster Kiara akhirnya menghampiri suami tercintanya itu.
"A' udah kelar belum?". tanya Lea pada sang suami sambil menggandeng lengan dokter Qais
__ADS_1
"sudah sayang, maaf ya lama, kamu lelah tidak kalo lelah kita pulang aja ya disini kelamaan juga nggak bagus buat kamu dan triple, mendingan kita istirahat di rumah, lagian di rumah masih ada ayah dan bunda kasian mereka nunggu kita lama". ujar dokter Qais sambil mengelus perut buncit Lea
"ya sayang, lagian juga disini ada ulet keket yang mau deketin kamu terus, aku takut kamu kegatelan gara-gara deket ulet keket". sindir Lea kepada suster Kiara yang terus saja memperhatikan dokter Qais
"hah, masa sih disini ada ulet keket? yaudah nanti aku semprot deh kliniknya biar ilang ulet keketnya kasian kalo sampe kena orang".ujar dokter Qais yang percaya dengan ucapan Lea bahwa di klinik memang ada ulat
"iya A', semprot yang banyak ya A' biar nggak akan ada lagi ulet keket di sini". ucap Lea
"sialan si Lea ngatain aku kaya ulet keket". umpat suster Kiara didalam batinnya.
Setelah melihat dokter Qais menuju ke tempat mba Citra, Lea langsung melihat kearah suster Kiara.
"jangan rendahkan diri kamu hanya untuk mendapatkan lelaki apalagi lelaki itu sudah memiliki istri. berpoligami memang dibolehkan dalam islam, karena dulu Rasullullah juga berpoligami, tapi Rasullullah tak berpoligami hanya untuk memuaskan nafsu semata, namun untuk meningkatkan harkat martabat wanita yang dimana wanita itu dulu adalah seorang budak namun di nikahkan oleh Rasullullah sehingga banyak sahabat yang membebaskan para budaknya, dan ada juga seorang janda yang suaminya meninggal karena perang uhud , lalu Rasullullah menjadikan janda itu menjadi istrinya"
"sedangkan zaman sekarang banyak lelaki yang berpoligami hanya berlandaskan nafsu semata yang dimana hanya melihat wanita dari penampilan dan tubuhnya saja bukan dari akhlak wanita tersebut, menikah boleh lebih dari satu, namun nikahilah wanita yang dapat saling meningkatkan keimanan. jadilah wanita yang bisa saling membantu dalam meningkatkan keimanan kepada sang Pencipta bukan hanya menjadi pasangan yang hanya dinikahkan berlandaskan hawa nafsu saja"
__ADS_1
"wajah cantik namun akhlak minus itu sama saja mendekatkan diri pada bara api, namun jika akhlak mulia walaupun wajah tak secantik Sarah istri nabi Ibrahim, pasti wanita itu dapat mendekatkan dirinya dan pasangannya kepada surga firdaus, perbaikilah diri kamu jangan hanya sibuk mengejar lelaki yang sudah beristri, karena kamu juga seorang wanita harusnya kamu paham hati wanita lainnya yang takkan pernah seratus persen ikhlas jika suaminya berbagi hati dengan wanita lain". ujar Lea panjang lebar lalu meninggalkan suster Kiara begitu saja.
Lea menghampiri dokter Qais lalu mereka berdua berjalan menuju ruangan teh Zahra untuk berpamitan pulang terlebih dahulu.
Dokter Qais dan Lea saat ini sudah sampai di kediaman abi Fajri dan disambut dengan wajah yang penuh dengan tanya dari ayah Amar dan bunda Hawa.
"gimana nak persalinan Zahra?". tanya bunda Hawa
"alhamdulillah lancar dan keduanya dalam keadaan sehat bun". jawab Lea
"alhamdulillah, bunda mau kesana boleh nggak nak?". tanya bunda Hawa kali ini menatap ke arah dokter Qais
"boleh bunda, abang Adnan dan kak Salwa juga boleh ikut kok liat teh Zahra dan baby Z di klinik biar dede Salman, Qais dan Lea yang jagain". ujar dokter Qais
"wah bener nih kakak boleh titip Salman, yaudah yuk kita liat keadaan Zahra dan babynya baru abis itu kita pamit pulang". antusias kak Salwa.
__ADS_1
Akhirnya ayah Amar, bunda Hawa, abang Adnan dan kak Salwa berjalan menuju ke klinik sedangkan baby Salman dijaga oleh dokter Qais dan Lea.