
sebulan berlalu, kini usia kandungan Azalea sudah memasuki bulan ke delapan dan kandungan Lea juga semakin besar sehingga sudah seminggu ini Lea memutuskan untuk berhenti kerja karena sudah merasa sangat lelah jika harus bekerja dengan kondisi perut yang sangat buncit.
Dokter Qais juga sangat senang mendengar keputusan Lea yang berhenti bekerja dan memilih menjadi seorang ibu rumah tangga.
Firman dan Fahira berangkat sekolah akan selalu diantar oleh dokter Qais sedangkan saat pulang sekolah akan dijemput oleh supir pribadi dokter Qais. ya semenjak Lea memutuskan untuk berhenti kerja dokter Qais lalu memperkerjakan supir pribadi untuk mengantar dan menjemput kedua anaknya jika dokter Qais berhalangan, dan supir itu juga untuk standby disaat Lea akan melahirkan namun tak ada yang mengantar ke rumah sakit.
"sayang aku sama anak-anak berangkat dulu ya, kamu hati-hati dirumah kalo ada apa-apa kabarin aku, dan jangan keluar tanpa umma ya, aku nggak mau kamu keluar rumah cuma sendirian, oke". pesan dokter Qais setiap pagi semenjak Lea sudah tak bekerja lagi.
"siap bos laksanakan, lagian aku udah hapal semua pesan kamu tau, kata-katanya itu terus lain kali ganti kek kata-katanya atau tambah apa kek pesannya". ucap Lea gerutu Lea pelan tapi masih bisa didengar oleh dokter Qais
"ish gemes deh kalo lagi ngegerutu kaya gini pengen aku gigit rasanya, ya kan aku khawatir sama kamu sayang, liat mereka di dalam perut kamu udah pada besar banget kan, jadi wajar kalo aku banyak pesan ke kamu sayang" ucap dokter Qais sambil mencubit pelan bibir Lea yang habis menggerutu tadi.
" ish , jadi makan rese aja nih pak dokter yang satu ini, dulu aja jutek dan sok cool eh ternyata sekarang aslinya malah rese dan jail banget, jangan lupa bawel juga". ucap Lea mengingat gimana dulu juteknya dokter Qais kepada Lea.
"ya kalo sama cewek yang nggak aku kenal mah pasti aku jutek lah, nanti kalo aku terlalu ramah pada ke geeran lagi cewek-cewek, nanti mereka pikir kalo aku suka sama mereka padahal hati aku udah mentok tok tok sama seorang Azalea Khairunnisa binti Muhammad Amar". goda dokter Qais sambil mengedipkan sebelah matanya.
Lea yang mendengar godaan dokter Qais pun menjadi tersipu malu, wajahnya mendadak menjadi merona.
__ADS_1
"duh, duh itu blush on nya kok tebel banget sih sampe muka istri tercinta aku berubah jadi merah jambu gitu". dokter Qais makin menggoda karena selalu senang melihat rona merah yang secara alami muncul di wajah Lea hanya karena dia godain.
Tak mau bertambah merah lagi mukanya, akhirnya Lea memutuskan untuk meninggalkan dokter Qais yang masih saja terkekeh kecil setelah menggoda Lea.
Lea kini berjalan menuju kamar Firman dan Fahira untuk mengecek apakah kedua anaknya itu telah rapih atau belum dengan seragam sekolahnya
tok
tok
tok
Lea berharap apa yang Lea contohkan selama hal yang baik dapat ditiru oleh anak-anaknya kelak.
ceklek
"eh ibun, ayo masuk bun, abang lagi nyoba nguncirin rambut ade, tapi nggak bisa rapih juga, padahal kalo ibun yang nguncirin rapih banget". adu Firman pada Lea
__ADS_1
"nggak apa-apa yang penting niat abang sudah baik, nah sekarang biar ibun aja yang nguncir ya rambut kakak Fafanya, sini kakak Fafa duduk di depan ibun". dengan telaten Lea menguncir rambut Fahira.
Beberapa menit kemudian Lea telah selesai merapihkan kunciran Fahira dan merapihkan kembali seragam yang telah dipakai oleh anak-anaknya.
"aduh , sudah tampan dan cantik nih kedua anak ibun, coba sini cium dulu ibunnya". ucap Lea dan kedua anaknya itu saling bergantian mengecup pipi Lea dengan penuh kasih sayang.
"makasih sayang atas ciumannya, kalian ingat hati-hati di sekolah ya dan belajar yang pintar dan jangan lupa selalu baik hati ya dengan siapa pun, kalo ada teman yang nakal lebih baik kalian nasehati saja baik-baik ya sayang". nasihat Lea.
Lalu Lea mengajak kedua anaknya itu menuju meja makan untuk sarapan bersama dengan anggota keluarga lainnya.
Saat keluar kamar ternyata dokter Qais telah menunggu mereka di dekat tangga, seperti biasa dokter Qais akan menuntun Lea dengan hati-hati.
Selesai sarapan bersama mereka akhirnya mulai beranjak dari meja makan untuk pergi menuju aktivitas mereka masing-masing.
Kini di rumah abi Fajri, hanya tinggal umma Hana, teh Zahra,Lea dan baby Zhafran serta dua asisten rumah tangga.
Lea yang sangat gemas dengan baby Zhafran selalu saja mengajak bercanda dan baby Zhafran juga tak pernah nangis jika bercanda dengan Lea atau yang lainnya.
__ADS_1
Baby Zhafran akan selalu tertawa walaupun di jailin oleh yang lain. Itu yang membuat seluruh anggota keluarga abi Fajri sungguh gemas dengan baby Zhafran.
Saat sedang ada yang asyik bersenda gurau, tiba-tiba salah satu asisten rumah tangga ada yang memberitahukan bahwa ada orang yang mencari Firman dan Fahira.