
Setelah melewati koridor rumah sakit akhirnya dokter Qais dan Lea sampai di ruangan dokter Aqila.
tok
tok
tok
"iya, silakan masuk" ucap dokter Aqila dari dalam ruangannya
"Assalammualaikum dok, maaf saya mengganggu waktunya sebentar". ucap dokter Qais
"walaikumsalam, eh dokter Qais nggak mengganggu ko saya hanya sedang melihat data pasien, ada perlu apa ya dok?" tanya dokter Aqila sambil tersenyum karena dokter Aqila senang bisa melihat dokter Qais.
"ini saya ingin memberikan undangan" ucap dokter Qais sambil mengulurkan undangan kepada dokter Aqila.
"undangan apa dok ya?" tanya dokter Aqila, saat belum melihat undangannya.
"undangan pernikahan saya dok".ucap dokter Qais
deg
ucapan dokter Qais membuat dokter Aqila diam mematung, lidahnya kelu untuk berbicara setelah mendengar langsung dari dokter Qais bahwa dokter Qais mau memberikan undangan pernikahannya. Berarti selama ini dokter Qais tidak merasakan kalau dokter Aqila mempunyai rasa terhadap dokter Qais.
"datang ya dok, dan tolong bantuan ya dok saat saya sedang cuti nanti tolong bantu tangani pasien saya". ujar dokter Qais.
Mendengar ucapan dokter Qais, dokter Aqila pun tersadar dari keterkejutannya.
" jadi dokter akan menikah?"
"apa dokter tidak merasakan kalau saya menyukai dokter?".
"kenapa dokter tidak pernah memberikan kesempatan kepada saya untuk mendekati dokter?".
" apa kurangnya saya dok?". itulah pertanyaan-pertanyaan yang terlontar secara spontan oleh dokter Aqila saat tersadar dari keterkejutannya.
Dan pertanyaan dari dokter Aqila hanya ditanggapi dengan senyuman tipis dari bibir dokter Qais.
"Kenapa dok?jawab!". ucap dokter Aqila kembali.
"iya betul saya akan menikah, dan saya tau anda dan beberapa orang disini mungkin tertarik dengan saya, namun maaf perasaan tidak bisa dipaksa, mau orang itu cantik juga kalau tidak ada rasa, ya tidak mungkin akan saya nikahi, saya tidak ingin memberikan harapan palsu kepada anda, karena memang hati saya ini tidak memilih anda dokter Aqila". ucap dokter Qais.
"masih banyak pria yang lebih baik, tampan, dan segalanya yang melebihi saya diluaran sana, jadi dokter Aqila hanya perlu membuka hati untuk pria yang benar-benar tulus mencintai dokter Aqila, jadi tolong hilangkan rasa dokter Aqila terhadap saya, karena saya hanya menganggap dokter Aqila sebagai rekan kerja saja, dan saya harap jika ada waktu, silakan hadir di pernikahan saya". ucap dokter Qais.
__ADS_1
"saya pamit, maaf mengganggu waktunya , assalammualaikum" pamit dokter Qais.
Setelah mendengar ucapan dokter Qais, dokter Aqila langsung menangis sambil menyembunyikan wajahnya di antara kedua tangannya yang sedang bertumpu diatas meja.
Setelah dokter Qais keluar dari ruangan dokter Aqila , dokter Qais langsung menghampiri Lea.
"sudah, kelar A'?". tanya Lea
"iya sudah nih, ayo sekarang keruangan dokter Syahreza". ucap dokter Qais.
Mereka pun kembali berjalan menuju ruangan dokter Syahreza, namun belum sampai diruangan dokter Syahreza, tiba-tiba dokter Syahreza keluar dari ruangannya dan berpapasan dengan dokter Qais dan Lea.
"assalammualaikum dok" ucap Qais.
"walaikumsalam, eh dokter Qais dan bu Lea, tumben jalan berdua, bu Lea lagi ngapain disini apa ada kerabat yang sedang sakit?". tanya dokter Syahreza kepada Lea.
"tidak dok, saya hanya sedang ingin memberikan undangan kepada dokter Reza". ucap Lea sambil tatapannya mengarah ke dokter Qais, mengisyaratkan tolong berikan undangannya itu kepada dokter Syahreza.
Setelah dokter Qais memberikan undangan kepada dokter Syahreza, membuat senyum diwajah dokter Syahreza mulai meredup, ternyata wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta kembali, akan segera menikah dengan rekan kerjanya.
Membuat dokter Syahreza bingung, pasalnya waktu dokter Syahreza menanyakan tentang Lea kepada dokter Qais, dokter Qais bilang kalau mereka baru kenal dan baru bertemu jadi tidak tau tentang Lea.
Namun, sekarang nyatanya mereka akan menikah, dan dokter Syahreza benar-benar kehilangan harapan untuk dapat mempersunting guru dari Shanum anaknya.
"ya dok". jawab singkat Lea kepada dokter Syahreza
" tapi, kata dokter Qais kalian baru mengenal, kenapa bisa tiba-tiba kalian menikah?". tanya dokter Syahreza.
"ya mungkin inilah yang dinamakan jodoh, walaupun baru kenal tapi kalau memang saling ada rasa kenapa tidak, ya jadi karena saya tidak ingin berpacaran dan Lea pun sama jadi kami memutuskan untuk menikah". jawab dokter Qais.
"pasti Shanum kecewa sekali karena dia mengharapkan bu Lea menjadi ibunya". ujar dokter Syahreza lirih namun masih dapat terdengar oleh Lea dan dokter Qais.
"maaf dok, saya memang menyayangi Shanum namun saya tidak bisa menjadi ibunya Shanum karena hati saya sudah memilih dokter Qais sebagai calon ayah dari anak-anak saya nanti".
"tapi dokter Reza tenang saja saya tetap akan menyayangi Shanum walaupun tidak bisa menjadi ibunya, karena Shanum merupakan anak yang baik". ujar Lea
"saya harap dokter berkenan menghadiri undangan dari saya" ujar dokter Qais
"kami permisi ya dok, yuk de kita pulang". pamit dokter Qais kepada dokter Syahreza sambil mengajak Lea pulang.
"assalammualaikum dok" salam dari dokter Qais dan Lea.
"waalaikumsalam".jawab dokter Syahreza
__ADS_1
setelah dokter Qais dan Lea pamit, dokter Syahreza langsung berbalik badan dan memperhatikan kedua sejoli itu yang sedang berjalan.
betapa sakitnya hati dokter Syahreza setelah beberapa tahun mengalami rasanya jatuh cinta kembali, namun harus langsung patah hati karena wanita pujaan hatinya akan segera menikah dengan rekan kerjaannya.
"aarrrgh, ini lah yang dinamakan sakit hati, belum apa-apa eh harus udah karam duluan ".
"maaf ya Shanum, papa tidak bisa mewujudkan keinginan kamu, yang menjadikan bu Lea menjadi ibu sambung kamu".
"semoga aku bisa mendapatkan wanita yang kelak akan menyayangi Shanum dan juga mencintai diriku ini".
"status duda beranak satu ini, semoga tetap akan mendapatkan jodoh yang baik".
"aarrrgh, sungguh sakit hati ini".
Setelah mengucapkan kata-kata itu ,dokter Syahreza melanjutkan jalannya tapi saat ini bukan ke kantin sesuai dengan niatnya tadi, tapi sekarang dokter Syahreza memilih menuju ke rooftop rumah sakit, untuk menenangkan dirinya yang saat ini sedang patah hati.
Saat sudah tiba di rooftop, dokter Syahreza mendengar suara tangisan seorang wanita, hal itu membuat dokter Syahreza penasaran dan akhirnya mencari dimana asal suara itu.
Saat telah sampai di tempat asal suara itu, dokter Syahreza dan menepuk pundak wanita yang sedang menangis itu.
Namun, saat wanita itu mengangkat wajahnya, alangkah terkejutnya dokter Syahreza saat melihat bahwa rekan kerjanya yang tidak lain yaitu dokter Aqila sedang menangis dan matanya sudah bengkak, mungkin dokter Aqila sudah menangis cukup lama sehingga membuat matanya bengkak.
"dokter Aqila, kenapa menangis? apa ada masalah?". tanya dokter Syahreza namun dokter Aqila kembali menangis
karena tidak tega melihat dokter Aqila menangis, dokter Syahreza mengelus kepala dokter Aqila yang terbalut oleh jilbab.
"ada apa dok? kalau mau cerita, saya bisa menjadi pendengar yang baik kok". ucap dokter Syahreza.
setelah beberapa menit berlalu, dan dengan bersusah payah menghentikan air matanya dokter Aqila mulai bercerita.
"hiks.. hiks.. dokter Qais ternyata sebentar lagi akan menikah, padahal aku selama ini menyukainya, dan secara tidak langsung berusaha untuk menunjukan perasaanku ini, namun ternyata dokter Qais tidak tertarik denganku". ucap dokter Aqila sambil sesegukkan.
" hahhhh , jadi kita sama ya, sama-sama sedang patah hati dengan pasangan yang sama, kalau dokter Aqila patah hati karena dokter Qais akan menikah, maka saya patah hati karena wanita yang akan dinikahi dokter Qais itu adalah wanita yang berhasil membuat saya jatuh cinta lagi". ucap dokter Syahreza.
"dunia memang sempit ya"lanjut dokter Syahreza
" apa aku kurang cantik ya sehingga dokter Qais sama sekali tidak tertarik denganku?". ucap dokter Aqila
"bukan karena anda kurang cantik dok, tapi memang kalian bukan ditakdirkan berjodoh, jadi mau tidak mau anda harus melupakan dokter Qais dok, walaupun sulit karena saya juga tau apa yang sedang dokter Aqila alami saat ini". ucap dokter Syahreza.
"apa dokter sudah tidak ada pasien lagi, kalau tidak ada bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri" ajak dokter Syahreza dan diangguki oleh dokter Aqila yang berarti menyetujui ajakan dokter Syahreza.
Setalah memberitahu kepada para asistennya bahwa mereka akan keluar dan jika ada pasien maka hubungi saja nanti, tapi bila tidak ada pasien lagi, mereka akan langsung pulang saat jam kerja habis.
__ADS_1