
Puas berkeliling di kebun binatang, akhirnya dokter Qais beserta keluarga memutuskan untuk kembali ke hotel dan merapihkan barang bawaan mereka lalu akan kembali ke Jakarta, sedangkan Almeer masih akan tinggal di Bandung untuk beberapa hari karena masih cuti nikah.
"Al, abi dan yang lain pulang ke Jakarta ya, kamu kalau pulang ke Jakarta nanti hati-hati, dan Zahwa nanti kalau kamu ada waktu atau saat libur kuliah kamu bisa nginap di rumah abi, ingat jangan pernah sungkan untuk datang ke rumah abi, kapan pun kamu mau, karena rumah abi juga sudah menjadi rumah ke dua buat kamu". ucap abi Fajri saat berpamitan dengan Almeer dan Zahwa
"ya abi, Zahwa tidak akan sungkan untuk ke rumah abi, karena bagi Zahwa , abi dan umma itu bukan hanya mertua saja tapi seperti orang tua kandung Zahwa". ucap Zahwa sambil tersenyum.
"ya nak, umma akan selalu tunggu ya kehadiran kamu di Jakarta, semoga kuliah kalian cepat selesai jadi kalian tidak perlu LDR, biar umma cepat dapat cucu dari kalian". ucap umma Hana membuat Zahwa langsung menunduk dengan wajah merona.
"do'ain ya umma biar Al bisa cepat kasih cucu buat abi dan umma". timpal Almeer
"umma akan selalu do'ain yang terbaik buat anak-anak umma, tapi ingat nggak usah kamu jadiin beban ya Zahwa jika tidak langsung hamil, karena anak itu yang memberikan adalah Alloh jadi sebagai manusia cuma bisa berusaha dan berdo'a". ucap umma Hana kembali karena tak ingin Zahwa merasa tertekan
"iya umma". jawab Zahwa
"iya de, si Al harus usaha yang giat, apalagi sekarang kamu lagi tutup portalnya jadi pas saat udah buka portalnya harus usaha terus yang giat ya, biasanya jika dalam masa subur melalukan salah satu sunah rosul itu, maka akan lebih cepat hamilnya". ucap dokter Harun sambil tersenyum
"oya tapi lupa ya, kemungkinan kalo portalnya udah dibuka, pas banget kamu udah ada di Jakarta dan kalian bakalan LDR deh jadi kemungkinan untuk menjebol pertahanan harus di tunda dong". sambung dokter Harun sambil menahan tawa
"ish A' Harun ngomongnya bikin aku malu, nyebelin banget sih". ngambek Zahwa dengan wajah cemberut.
"lah kamu baru sadar, kalo kakak kamu itu emang rese". celetuk Almeer yang memang sudah sering menjadi bahan ledekan oleh dokter Harun
"aku sih udah tau, emang dasarnya A' Harun itu emang jail hobby ledekin orang, tapi dulu sempet agak berubah saat kuliah di Dubai dulu, tapi sekarang A'Harun udah kembali kaya dulu lagi, yang perhatian, peduli sama aku, dan selalu humoris". ucap Zahwa dengan polosnya sambil membayangkan betapa dulu dokter Harun berubah menjadi agak pendiam dan terlalu sibuk dengan kuliahnya sampai jarang sekali untuk berkunjung ke rumah abah Umar
__ADS_1
"maafin Aa' ya de, kalo dulu kamu merasa Aa' sibuk dan berubah". sesal dokter Harun, karena mengabaikan Zahwa karena tak sanggup melihat Zahra yang saat itu berhubungan dengan almarhum A' Zhafran
"apa dulu A' Harun berubah karena sakit saat melihat aku dan A' Zhafran ada hubungan, sampai A' Harun harus menjauh."batin teh Zahra
"ya nggak apa-apa yang penting sekarang Aa' udah kaya dulu lagi yang selalu menjadi kakak terbaik buat Zahwa". ucap Zahwa
"de, kalo kamu masih betah di Bandung kamu minta aja lagi cuti jadi nambah tiga hari". ledek dokter Qais kepada Almeer untuk meredakan suasana yang tiba-tiba menjadi kurang nyaman.
"wah ide bagus tuh A', nanti aku minta tambahan cuti aja deh, kalo perlu nanti aku minta ke kantor apa ada kasus klien yang berhubungan dengan Bandung biar aku bisa lebih lama lagi disini dan untuk kuliah aku bisa lakuin secara online dulu". seru Almeer menimpali ledekan dokter Qais membuat yang lain geleng-geleng kepala
"wah ide kamu itu Al bener-bener ya". timpal Lea
"iya kan aku nggak mau kalah sama kamu Lea, masa kamu udah mau punya anak lima sedangkan aku belum, jadi aku harus lebih semangat usahanya, kali aja dengan aku semangat usahanya nanti Zahwa bisa langsung hamil anak kembar lima". ucap Almeer dengan tersenyum karena membayangkan jika sampai Zahwa benar-benar hamil anak kembar lima pasti akan seru.
"ya kali gitu kita dikasih rejeki anak dengan kamu hamil kembar lima, kalo bisa lebih dari kembar lima juga Aa' pasti senang, kaya beberapa orang diluar negeri kan ada yang hamil anak kembar 9 dan bahkan lebih dan di Indonesia ada yang hamil kembar lima loh, itu kalo nggak salah anaknya dikasih nama AIUEO". terang Almeer
"ya tapi nggak gitu juga kali ah". lirih Zahwa
"udah yang penting nanti di kasihnya aja, hamil anak kembar nggak seburuk yang kamu pikirkan kok, malah seru, kalo ngidam dalam sekali ngidam bisa bermacam-macam".ucap Lea saat ingat bahwa Lea dan dokter Qais pernah mengalami ngidam tiga jenis makanan yang berbeda dalam satu waktu
"iya teh, ya aku sedikasihnya aja deh". ucap Zahwa.
"iya udah iya sekarang kita pulang ya ke Jakarta, itu semua barang bawaan sudah di masukan kedalam mobil sama petugas hotel". ucap abi Fajri setelah memberikan uang tips ke petugas hotel
__ADS_1
"iya bener kata abi, kita pulang yuk, kasian cucu umma tuh pada lelah, dan kasian dua bumil yang dari tadi diri terus pasti mereka lelah". timpal umma Hana
"iya sudah kalian hati-hati ya di jalannya, kabarin Al ya kalo sudah sampe rumah". ucap Almeer
lalu Fahira dan Firman berjalan mendekat ke arah Almeer dan Zahwa untuk pamit pulang ke Jakarta.
"daddy, Fafa dan abang pulang dulu ya, dadah daddy, mommy". ucap Fahira sambil menyalimi Almeer dan Zahwa
"iya cantik, sini cium daddy dan mommy dulu ya". ucap Almeer sambil menunjuk pipinya lalu Fahira dengan senang hati mencium pipi Almeer dan Zahwa
"abang juga pamit ya daddy, mommy sampai ketemu lagi nanti di rumah aki". pamit Firman
"iya abang, abang jangan rindu daddy ya, em sini cium daddy dulu". ledek Almeer
"ish nggak mau daddy, aku nggak mau cium daddy malu tau aku sudah besar". tolak Firman yang memang malu bersikap manja karena Firman hanya akan bermanja dengan dokter Qais dan Lea itu juga hanya terkadang saja
"wah gitu ya, giliran sama ayah dan ibun, kamu dengan senang hati mencium mereka". Almeer pura-pura merajuk
"maaf daddy, tapi jangan cium pipi ya tapi gimana kalo abang peluk aja ya". tawar Firman lalu memeluk Almeer dan bergantian memeluk Zahwa.
Setelah Fahira dan Firman pamit dan masuk kedalam mobil, lalu abi Fajri dan yang lain ikut pamit ke pasangan pengantin baru itu.
Mobil keluarga abi Fajri pun melaju meninggalkan area hotel untuk menuju ke Jakarta, dan setelah mobil tak terlihat, Almeer mengajak Zahwa untuk kembali ke kamar hotel.
__ADS_1