Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam
Chapter 10


__ADS_3

Sambil mengatupkan tangan di depan badan, Kikan mengamati mereka naik ke pikap Rey. Ia menarik napas dalam dalam, dan baru akan mulai berjalan kaki ke rumah, ketika Jason berbalik dan melambaikan tangan, dan Kikan tahu ia akan menyimpan kenangan akan senyum canggung itu sepanjang hidup.


Jason menjadi murung, dan selalu diam selama perjalanan sekembalinya dari pertemuan dengan sang ibu. Ada pekerjaan yang harus dikerjakan Rey, sehingga mereka harus segera kembali. "Kau tidak apa-apa?" Tanya nya sementara mobil mereka memelan untuk berenti di lampu merah pusat Kota.


Jason mengangkat bahu dengan muram.


"Bisakah kau menjawab dengan suaramu?" Tanyanya.


"Aku merasa bingung dan aneh..." jawab Jason.


Jason tampak murung dan sedih. "Aneh bagaimana?" Tanya Rey.


Kali ini Jason tidak memberikan jawaban, dan hanya memandangi pemandangan sepanjang jalan. Sebenarnya Rey sudah bisa menduga, karena perasaannya sendiri juga kacau. Ia memutuskan untuk tak mendesak Jason. Mereka berdua berkendara dalam diam.


Memang tidak mudah menjadi ayah pada usia delapan belas tahun. Rey beruntung mendapat bantuan dari orang tuanya sejak awal. Sementara ia tetap melanjutkan pendidikannya, ia melakukan perjalanan bolak balik ke kampus dua hari seminggu, Rey membesarkan Jason sendirian tanpa pernah mengeluh.


Sekarang Rey merasa bahwa ia menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Ia tak tahu bagaimana menghadapi Kikan kembali dalam hidupnya, atau hidup anaknya, tidak ingin menghadapi semua pertanyaan dan keraguan yang lama ia pendam.


Karena Jason dulunya tak banyak bertanya, Rey bahkan tidak memberikan surat-surat yang dikirimkan Kikan pada Jason. Kecuali beberapa diantaranya yang tidak terlalu emosional. Rey ingin melindungi anaknya, berharap Kikan akan melanjutkan kehidupan dan tak mengusik mereka, begitu wanita itu bebas dari penjara. Tapi jika Kikan memang tidak bersalah, mungkin menjadi penghalang bagi dia dan Jason hanya akan menyakiti mereka berdua.


Begitu mobil masuk ke garasi, Jason langsung melompat turun tanpa menunggu ayahnya. Ia segera masuk menuju kamarnya. Rey memandangi anaknya naik ke lantai atas, tampaknya anak itu butuh waktu sendirian.

__ADS_1


Menjelang makan malam akhirnya Jason keluar dari kamarnya. Rey sudah menunggu Jason untuk makan malam. Mereka berdua makan dengan tenang, "Bagaimana pendapatmu tentang pertemuan tadi pagi?" Rey mencoba membuka pembicaraan.


"Aku bertemu dengan ibuku untuk pertama kalinya beberapa jam yang lalu. Dan aku tidak bisa memutuskan bagaimana perasaanku terhadapnya."


"Perlu waktu untuk menyesuaikan diri," katanya menasehati Jason.


"Bagaimana perasaamu Pa kalau berada dalam posisi ku?" Tanya putranya. "Apakah menurutmu dia membunuh Lori?"


Jason telah mengajukan pertanyaan ini beberapa kali selama bertahun tahun. Tapi Rey selalu mengatakan ia tak yakin dan membiarkan pertanyaan itu menggantung. Kikan belum pernah hadir dalam kehidupan Jason, jadi Jason tak mendesaknya dalam masalah itu, tetapi sekarang ketika Kikan kembali, Jason membutuhkan jawaban yang lebih tegas.


"Dia tidak sadar sepenuhnya ketika semua itu terjadi," kata Rey.


"Apa artinya itu? Ya atau tidak?"


Lori adalah gadis yang mulai dikencani Rey segera setelah Kikan, dan Kikan memang menunjukkan kecemburuannya secara berlebihan. "Aku hanya bisa bilang dia menjadi agak... bertingkah setelah kami putus."


Selama ini Rey berpegang pada sikap Kikan yang tak menentu dan cendrung terobsesi waktu itu sebagai alasan untuk mengabaikan prilaku lain, yang cendrung lebih pendiam dan tenang sebelum putus.


" Bisa jadi dia melalukannya, "


" Benar. "

__ADS_1


Ekspresi anaknya menunjukkan bahwa dia tidak menyukai jawaban itu. "Tapi bisa jadi, itu bukan bukti!"


"Ada saksi - saksi, Jas."


"Teman yang memberatkannya itu? Teman yang ia ceritakan pada kita"


"Via tidak punya motif."


Kerutan gusar Jason semakin terlihat jelas, "Bukankah mom mengakui dia yang menyetir, dan ada orang lain bersamanya saat itu.?"


"Tak ada saksi yang melihat temannya merebut kemudi" jawab Rey.


"Kenapa aku tidak pernah bertemu teman mom yang bernama Via itu?"


"Dia pindah setelah pengadilan berakhir."


"Kenapa?"


"Karena lulus SMA, dia pindah untuk kuliah seperti murid murid lain nya."


"Papa tidak pindah demi kuliah."

__ADS_1


"Situasiku berbeda Nak."


__ADS_2