
Eva berkata, "Banyak sekali yang dialami David sebelum sampai ke titik ini. Masa kanak-kanaknya kacau, membuatnya tersesat di jalan keliru. Tapi dia sudah meninggalkan segalanya."
Apakah itu artinya David pantas dikirim ke penjara? Kikan begitu menyukai pria itu sehingga hal itu tidak mengubah penilaiannya, tetapi ia penasaran apa yang telah diperbuat David sebenarnya. Tak mungkin seburuk yang dituduhkan orang pada Kikan. "Dia tidak perlu memberitahuku dia punya.... pengalaman serupa. Aku tahu dia melakukan itu untuk membantuku merasa nyaman, dan aku menghargainya." ujar Kikan.
" Beberapa pengalaman buruk akan membuatmu lebih peka terhadap kebutuhan orang lain."
Kikan tak ingin membahas tentang pengalaman buruk. Ia memiliki terlalu banyak pengalaman buruk yang tidak bisa disamakan dengan orang lain di sini. Kecuali David... Kikan membuat gerak isyarat ke arah Pondok. "Tempat ini sangat indah."
" Simon dan istrinya memang sangat murah hati mengajak kita ikut menikmati rumah mereka." kata Eva.
" Benar."
" Apa sudah ada yang menunjukkan padamu tempat kau tidur nanti?"
" Sudah, Kelly sekitar satu jam lalu mengantarku ke ke kamar yang akan aku tempati." Bukannya membiarkan Kikan mengambil alih kamarnya Rey dan Devan, Simon membawa koper Kikan dan menunjukkan padanya kamar mungil di bagian rumah khusus pengasuh anak.
" Kau di lantai bawah kalau begitu?" tanya Eva.
" Di atas garasi." Ucap Kikan
" Apa nyaman di sana?"
Kikan tertawa. "Tentu saja." Tentu saja Eva tahu tidur di kamar yang paling kecil di dalam rumah seperti ini masih lebih mewah dibandingkan tempat manapun yang pernah ditiduri Kikan.
" Syukurlah." Eva meremas tangan Kikan. "Aku bersimpati padamu karena harus mengalami kesulitan seperti ini ketika kau belum mengenal terlalu banyak orang."
__ADS_1
" Tidak apa-apa," balasnya. "Mereka sangat ramah, Rey beruntung punya teman-teman dekat seperti kalian."
Eva mengamati Kikan. "Tampaknya dia banyak memikirkanmu."
Kikan tak yakin bagaimana harus menjawab. "Kami berusaha sebisa mungkin mendukung Jason, akan lebih mudah bagi setiap orang jika kami bisa berteman."
Eva menelengkan kepala. "Itukah yang terjadi di antara kalian? hanya berteman baik demi Jason?"
Mendadak gerah, meskipun beberapa saat sebelumnya kedinginan, Kikan memindahkan kursi dari api unggun. "Ya, kira-kira begitu. Aku tidak bermaksud merusak pesta. Aku tak tahu pesta ini ditunjukkan untuk pasangan waktu aku ke sini."
" Rey tahu ini untuk pasangan ketika dia mengundang," ujar Eva sambil tersenyum.
Kikan tidak membiarkan dirinya memikirkan tentang itu. Tidak masuk akal Rey menginginkan mereka bersama di depan umum. Namun, Kikan baru hadir kembali dalam kehidupan Rey, dan bisa dibilang menarik baginya. Dan Rey merasa aman melakukan hal yang disukainya. Kota kecil mereka tak pernah menjadi tempat yang keras dan tak kenal ampun bagi diri Rey. Sedangkan bagi Kikan justru sebaliknya. "Dia hanya berusaha bersikap baik karena.... karena aku tidak banyak keluar." Ucap Kikan.
" Menurutmu dia mengundangmu karena kasihan?"
Sambil tergelak, Eva berdiri. "Aku cukup kenal Rey sehingga bisa kubilang bukan itu alasan dia menghabiskan waktu hampir sepanjang malam dengan mengawasimu sambil berusaha mencegah agar Cindy tidak memegang-megangnya."
Kikan tak mau mengakui kecemburuan yang dirasakannya pada pasangan kencan Rey. "Cindy hanya agak kebanyakan minum. Tapi dia cantik, dan tampaknya dia tertarik pada Rey. Mereka bisa jadi pasangan serasi."
Eva meringis. "Apa kau serius?"
" Apa?"
" Kau pernah bicara dengan wanita itu?" tanya Eva.
__ADS_1
" Tidak juga, tapi... tidak penting pendapatku. semuanya terserah Rey."
" Aku bisa mengerti kenapa kau bilang begitu. Tapi menurutku sudah jelas siapa yang Rey inginkan.
" Bukan aku," Kikan berkeras.
" Kau akan menolak kalau dia menawarkan ingin bersamamu?"
" Tidak ada tawaran."
" Kami semua bisa melihatnya, kecuali kau. Bagaimanapun, aku senang dia tidak tertarik pada Cindy."
Terlepas dari isyarat Eva, Kikan tak dapat membayangkan teman-teman Rey lebih suka jika pria itu akhirnya bersama seseorang yang menjalani hukuman selama tujuh belas tahun di penjara karena membunuh, dan masih belum bisa membuktikan diri tidak bersalah. Lalu mengapa jika Eva berpacaran dengan pria yang juga pernah dipenjara? Pria itu tidak punya sejarah, atau musuh di kota mereka. Itu berarti dia bisa meminjam reputasi Eva, memulai hidupnya dengan lembaran yang nyaris baru.
Kikan ingin mengatakan itu, tetapi Eva sudah meninggalkannya. Tampaknya wanita itu berjalan menuju rumah. Selagi Kikan mengamati Eva masuk ke dalam rumah. Ia melihat Rey mendekati pintu-pintu kaca dan menatap keluar ke arahnya. Cindy pasti sudah tidur karena tidak terlihat bersamanya.
Ketika Rey berjalan keluar, Kikan mendapat kesan pria itu berencana mendatanginya. Tetapi ia merasa terlalu terdesak untuk menjaga pertahanan diri. Jadi saat salah satu teman Rey mencegat pria itu, Kikan bergegas mengitari api unggun ke arah yang berbeda dan menyelinap ke dalam rumah.
Kikan sedang melarikan diri dari Rey, dan ia tahu Rey pun berpikir seperti itu. Tapi ia tidak ingin menjadikan situasi semakin buruk dengan membiarkan perasaan mereka mengambil alih. Ia takut jika bersama lama-lama, mereka akan berakhir di tempat tidur.
Sudah cukup untuk malam ini, dan ia harus menghemat energi untuk menghadapi pertempuran baru besok.
Dalam cahaya terang, barangkali pesona Rey tidak akan terlalu sulit untuk ditampik.
♪
__ADS_1
♪
🐾 Sudah masuk hari senin, selamat beraktifitas teman-teman. Jangan lupa dukung terus othooor, dan berikan juga vote setiap minggunya... Terima kasih para pembaca setia❤️🐾