
Rey mengamati luka di tulang ruas jarinya. Ia kembali bekerja setelah insiden di Black Coffee dan belum memberitahu orang tuanya tentang perkelahian itu, tetapi beritanya sudah menyebar. Ibunya mulai meneleponnya sekitar jam makan malam. Rey beberapa kali mengabaikan ibunya yang berusaha menghubungi karena belum ingin bicara tentang perkelahian itu, belum ingin berhadapan dengan kemarahan sang ibu, atau menjawab pertanyaannya, yang membuat Rey memikirkan tentang motifnya sendiri.. sesuatu yang enggan diakuinya.
Tetapi akan lebih cerdas jika Rey segera menanggapi pertanyaan-pertanyaan ibunya. Sekarang sudah hampir tengah malam dan ibu serta ayahnya sedang duduk di ruang keluarga.
" Kenapa kau melakukannya?"
" Tolong bicara pelan-pelan," Kata Rey. Jason sedang tidur dan besok dia harus sekolah."
Ibunya berbicara dengan keras. Permintaan Rey untuk melakukan itu justru membuat suaranya menjadi lebih keras. "Kau tidak akan menjawab pertanyaanku?"
Rey mendesah. "Kalau Ibu sudah mendengar apa yang terjadi, berarti ibu sudah tahu. Logan mengikuti Kikan hingga ke toilet wanita di kafe itu. Dia mendorong Kikan ke salah satu bilik dan menghancurkan komputernya. Padahal Kikan butuh komputer itu untuk bekerja."
"Bekerja?" suara ibunya bergema. "Dia bahkan tidak punya pekerjaan!"
"Dia punya usaha." Kata Rey.
Seperti biasa ketika mulai menyangkut hal yang emosional, ayahnya memilih diam. "Usaha apa?" Ibunya mencemooh.
" Dia membuat gelang."
" Siapa yang mau membeli barang yang dia buat?" tanya sang ibu.
Rey menggertakkan rahang. "Banyak orang yang membelinya Bu... Jason mengenakan salah satunya." Begitu juga Devan kecuali dia sudah melepasnya.
Ibunya memandang Rey. "Jika Logan menghancurkan modal kerjanya, dia seharusnya lapor polisi."
Rey tertawa tanpa terlihat gembira. "Yang benar saja, seberapa jauh itu akan membantunya?"
"Aku tidak tahu, tapi dia seharusnya mengatasinya dengan cara seperti itu." Ibu Rey bersikeras.
__ADS_1
"Kikan mantan narapidana. Dia lebih baik tidak lapor polisi untuk hal apapun. Dan aku tahu alasannya, apa yang akan dilakukan oleh petugas polisi? mendakwa Logan dengan perbuatan tidak baik yang hukumannya ringan, atau malah tidak ada hukuman? memaksanya mengganti komputer? tidak! yang akan dilakukan Logan adalah mengatakan bahwa itu kesalahan Kikan sendiri karena menjatuhkan komputernya. Jika bisa meyakinkan temannya untuk mendukung cerita versinya, dia bahkan punya saksi. Jika Ibu mempertimbangkan reputasi keluarga Logan yang baik dan tak punya catatan kriminal... menurutmu seberapa jauh polisi bisa membantu Kikan?"
" Itu bagian dari akibat yang harus ditanggung jika kau membunuh," kata ibunya. "Sebagai mantan narapidana, kau tidak lagi dipercaya. tapi dalam versi yang kudengar, Logan tidak menabrak Kikan dan jelas tidak bermaksud menjatuhkan komputernya."
Rey merasa ototnya menegang. "Aku ada di sana, Bu!"
" Aku tahu itu! lihat hidungmu yang berdarah!"
" Ini akan sembuh. Logan yang salah. Dan bagaimana ketika Logan berusaha mendesak Jason dengan jeepnya dan memaksa Kikan untuk melompat ke parit? Dia mendapat lima jahitan gara-gara itu!"
" Logan hanya ingin menakut-nakuti Kikan, untuk membuatnya merasakan yang Lori rasakan pada detik-detik terakhir, dia tidak bermaksud menabrak Kikan. Tapi kita tidak sedang membicarakan apa yang akan terjadi jika Kikan berada di jeep bersama Jason, aku juga tidak senang dengan hal itu. Logan memang keterlaluan, itu saja, dan polisi telah bicara dengannya."
Rey berdiri. "Hanya itu? Hanya sampai di situ yang bisa dilakukan petugas polisi?"
" Fakta bahwa Kikan mendatangi petugas membuktikan bahwa dia tidak ragu untuk lapor polisi, seperti yang kau kira. Bagaimanapun, dalam pikiran Logan. Kikan tidak hanya membunuh adiknya, tapi juga membuat masalah karena membuatnya marah. Itu mungkin yang membuatnya kembali gelisah."
" Kikan tidak mendatangi petugas polisi," kata Rey. "Aku yang ke sana!"
"Itu benar." Rey menekankan.
" Bukan kewajibanmu untuk menemui petugas polisi." Kata ibunya seolah sedang mengatakan kebenaran filosofis. "Kikan bisa mengatasi masalahnya sendiri, tidak perlu ikut campur"
" Bu, tinggi badannya hanya sekitar 160 cm dan mungkin beratnya hanya lima puluh kg. Aku tidak akan membiarkan Logan menerornya meskipun dia kehilangan adiknya."
" Aku tidak mengatakan kau boleh membiarkan Logan berbuat sesukanya. karena kau melibatkan polisi, mereka bisa mengatasinya.. itu saja. Aku tidak ingin melihat siapapun terluka, tapi aku juga tidak ingin menjelaskan pada Karin kenapa anakku memukul anaknya hingga berdarah-darah!"
Rey meringis mendengar pilihan kata-kata ibunya. "Berdarah-darah? aku tidak menyakitinya sampai begitu." Rey akan membuat Logan mengalami cedera lebih fatal, kalau saja waktu itu tidak dicegah. Ia belum pernah semarah itu seumur hidupnya.
" Berdasarkan laporan, kau harus ditarik oleh beberapa orang untuk melepasnya."
__ADS_1
Rey tidak menyesali itu. Ia masih ngeri membayangkan tatapan Kikan ketika komputernya jatuh ke lantai. Ia merasa Kikan akan mendapat pukulan di rahangnya. "Logan bertindak terlalu jauh dan aku memberikan batas untuknya. itu saja."
" Dia memang bertindak terlalu jauh, tidak perlu diperdebatkan masalah itu, tapi bagaimana dengan tindakan yang melatarinya? adiknya dibunuh oleh wanita yang kau lindungi, Ya Tuhan!"
Rey melompat berdiri. "Dia tidak tahu itu!"
" kita semua tahu!" kata ibunya
" Ibu tidak berada di mobil itu. Ibu tidak tahu apa yang terjadi. Ibu bahkan tidak mendengarkan dengan pikiran yang terbuka, kejadian versi Kikan."
" Benarkah? kau akan membiarkannya mengubah masa lalu? membohongi dan menipumu hingga kau mau membelanya?"
Rey sudah begitu jengkel hingga ia mengangkat tangan. "Aku tidak akan membicarakan ini lagi. dia belum meminta apapun padaku, kecuali membawa Jason untuk menjenguknya ketika dia dipenjara. Dan aku merasa seperti manusia paling kejam karena tidak pernah melakukannya!"
" Kau membuat keputusan yang tepat untuk melakukan yang terbaik bagi Jason. Kau menjadi orang tua yang bertanggung jawab. Dan Kikan tidak harus meminta apapun. Dalam hal itu kau benar, dengan hatimu yang baik, membuat Kikan mudah mempengaruhimu untuk membuat hidup wanita itu menjadi lebih mudah."
" Tidak ada yang mudah baginya Bu! Itu yang sepertinya tidak kau pahami. Atau apakah Ibu memang tidak peduli?"
Ibunya ikut berdiri. "Aku peduli pada sahabatku dan anaknya yang terbunuh. Itulah yang ku pedulikan!"
" Bagaimana dengan fakta bahwa Kikan Ibu Jason? bahwa Jason ingin mengenal ibunya? bahwa mungkin, hanya mungkin, kita harus mempercayai bahwa dia bukanlah monster yang kita ciptakan!"
Ibunya menggeleng dengan keras. "Kita telah membicarakan ini sebelumnya. Jason lebih baik tanpa Kikan."
Rey melihat ayahnya. "Kau setuju dengan itu yah? apakah kau pikir aku harus diam-diam saja ketika seorang pria seberat 100 kg lebih memukulnya?"
Ayahnya bangkit berdiri. dia setuju dengan Ibunya, jelas ibunya yang meminta. Tetapi pendapatnya tentang masalah ini sepertinya tidak sekuat istrinya. Rey menebak, ayahnya mungkin duduk di sana sambil berharap dia bisa pulang dan tidur tenang.
" Mungkin kau harus membiarkan orang lain membantu Kikan. Itu yang bisa kami katakan" jawab ayahnya.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Rey. "Siapa lagi yang akan membantu? seluruh kota membencinya. mereka mengira dia pembunuh."