
Kikan tampak tergoda untuk ikut ke pondok. Tapi akhirnya menggeleng. "Tidak, aku mendapat banyak pesanan gelang. Lebih baik aku tinggal di rumah dan bekerja. Apa kata orang tuamu nanti kalau mereka mendengar kabar aku datang ke pesta ulang tahunmu?"
Rey mengangkat bahu. "Akan ada banyak orang di sana." ucapnya.
" Aku bahkan tidak punya pakaian renang." Kikan terus mencoba mencari alasan.
" Aku akan membelikanmu dengan senang hati."
Kikan melemparkan tatapan memperingatkan ke arahnya. "Dan kau tahu aku tidak akan menerima pemberianmu dengan senang hati. Aku akan beli sendiri, kalau aku sudah punya cukup uang untuk membeli barang-barang tidak penting seperti itu."
"Tidak penting? Dengan datangnya musim liburan, kebanyakan orang seusiamu akan menganggapnya sebagai kebutuhan."
"Aku lebih suka membantu Jason. Akhirnya aku bisa melakukan itu, dan rasanya melegakan."
"Kau terlalu keras kepala." Rey bergumam.
Setelah itu, mereka membahas tentang pertandingan, betapa bagusnya permainan Jason dan betapa senangnya dia ketika menang. Mereka juga berbicara tentang kemungkinan Kikan menonton pertandingan berikutnya, meskipun itu diadakan di kota mereka. Kikan berkata dia akan menunggu dulu, bahwa mereka harus memasukkan dirinya ke lingkungan masyarakat secara bertahap, dan Rey bisa memahami hal itu. Ia tidak suka membayangkan Kikan dihina, dan menonton pertandingan di kota sendiri pasti akan memaparkan wanita itu pada kemungkinan-kemungkinan tertentu yang tak mampu ia kendalikan.
" Jadi kapan kau akan membuatkan makan malam spageti untuk Jason dan aku?" tanya Rey ketika menghentikan pikap di dekat trailer.
Kikan membuka pintu tetapi tidak keluar. "Bagaimana kalau minggu?"
" Aku bebas. Jason biasanya juga tidak kemana-mana saat minggu, tapi aku akan tanya dia dulu." Rey memang ingin menikmati makan malam bersama Kikan apapun yang terjadi, namun ia berharap wanita itu bisa membuat spageti yang lebih enak daripada biskuitnya yang gosong.
" Kabari aku lagi." kata Kikan.
" Ya, pasti." Rey memasukkan persneling ke posisi normal. "Apa kau keberatan kalau aku memeriksa trailermu sebentar saja?"
Kikan ragu-ragu. "Untuk...?"
__ADS_1
Rey ingat suasana permusuhan yang dirasakannya dalam pertemuan terakhir dengan keluarga Logan. "Aku tidak percaya kepada Logan."
" Semuanya sangat tenang belakangan ini." ujar Kikan.
" Cuma sebentar," kata Rey, dan merasa jauh lebih tenang setelah memeriksa tempat tinggal wanita itu yang kelihatannya tidak diganggu.
Rey mengucapkan selamat malam dan hendak kembali ke mobil ketika Kikan mengejutkannya dengan melingkarkan lengan ke pinggang Rey dan memeluknya sejenak.
" Terima kasih untuk semuanya, tapi... terutama aku ingin berterima kasih karena kau percaya pada.... apa yang terjadi tujuh belas tahun lalu." Ucap Kikan. Lalu dia tersenyum saat Rey melangkah keluar dan menutup pintu trailer.
♪
♪
" Papa mau beli bikini?" tanya Jason.
Rey mengecilkan jendela situs yang tadi dilihatnya untuk mencari-cari pakaian renang, tetapi itu membuat laman situs dagangan Kikan tampil di layar, alhasil membuatnya semakin malu. Ia kesal melihat Jason dan Devan mengenakan salah satu gelang buatan Kikan sedangkan ia sendiri tidak punya, sehingga Rey tergoda memesannya secara online. Bahkan ia mempertimbangkan untuk memesan beberapa gelang supaya Kikan bisa mendapatkan lebih banyak uang untuk membeli pakaian renang untuk libur akhir pekan ini sehingga bisa ikut merayakan ulang tahun Rey. Ia hanya tak bisa menemukan alamat untuk pengiriman gelang itu tanpa membuat dirinya ketahuan.
" Dan apakah ini gelang-gelang buatan Mom?" Jason terdengar lebih bingung lagi.
" Aku ingin melihat seperti apa hasil karyanya" ujar Rey. Lalu bangkit untuk mengambil minuman. Ia berharap dapat mengalihkan perhatian Jason dari komputer.
Kalau Rey menutup situs belanja online, seakan-akan terpergok melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan, hanya akan membuat minatnya makin jelas.
" Jadi itu yang Papa lakukan sepanjang malam?" tanya Jason.
" Tidak. Tentu saja tidak. Aku tadi bekerja." Rey memang bekerja, tetapi ia juga menghabiskan waktu lebih banyak daripada yang diakuinya untuk melihat-lihat beberapa situs yang berkaitan, dalam beberapa hal dengan Kikan. Pertama, ia mencari-cari informasi tentang Via Astaria. Rey ingin berbicara dengannya, mengetahui apa yang akan dikatakannya tentang kematian Lori sekarang setelah tujuh belas tahun berlalu. Mau tak mau dia penasaran, apakah Via akan mengubah ceritanya.
Tetapi ia tidak dapat menemukan siapapun yang bernama Via Astaria, Jadi ia beranggapan Wanita itu telah menikah dan berusaha mencari dengan nama belakang yang berbeda. Atau mungkin dia tidak menggunakan Facebook, yang semula dianggap sebagai sarana untuk melacak keberadaannya. Rey mulai mencari-cari di aplikasi lain juga.
__ADS_1
Setelah tidak berhasil, ia pindah ke toko yang memajang dagangan Kikan, mempertimbangkan untuk memesan beberapa gelang, kemudian pindah lagi untuk melihat pakaian renang. Rey telah menemukan beberapa pilihan yang menurutnya akan sangat bagus dipakai Kikan yang bertubuh kecil dan kencang. Meski ia tidak yakin harus bagaimana, sebab Kikan terang-terangan mengatakan agar tidak memberikan pakaian renang untuknya.
" Mom, kaya juga ya?" tanya Jason. "Maksudku lewat Facebook dia bilang ingin memberiku uang jajan. Menurutmu Pah bolehkah aku menerimanya?"
" Kenapa tidak. Kau boleh saja menerima pemberian kecil sesekali, kalau dia menawarkan. Hanya jangan terlalu sering dan berhati-hatilah untuk tidak membiarkan dia memberimu terlalu banyak. Aku yakin kau tahu ibumu rela mengorbankan apapun demi kau. Tapi dia juga butuh uang, banyak yang harus dilakukannya untuk membangun kembali hidup."
" Itulah yang sedang kulakukan. Aku bilang padanya aku tidak butuh apa-apa, bahwa itu tidak penting. Tapi mom tidak mau dengar."
Jason membesarkan kembali situs pakaian renang di komputer Rey sementara Rey bersandar di meja. "Jadi mana yang akan Papa beli?" Seulas senyum nakal tersungging di bibir anak itu ketika dia mendongak ke arah Rey. "Menurutku papa cocok pakai yang putih itu, tapi tolong jangan memakainya di depan teman-temanku."
Rey memberengut ke arah putranya. "Hentikan."
Jason terus tertawa, hanya untuk menggoda Rey. Tetapi ketika merasa sudah cukup, dia berubah serius.
" Papa suka padanya ya?"
" Siapa? Kikan?"
" Bukan, guru bahasa Inggrisku," sahut Jason sambil memutar bola mata.
Seperti biasa, Jason tidak membiarkan ayahnya lolos dalam masalah apapun. Anak-anak sekarang begitu cerdas, begitu cepat menangkap nuansa yang paling kecil pun." Oke, Iya aku menyukainya."
Lesung pipit muncul di pipi Jason ketika tersenyum lagi. "Aku bisa merasakannya ketika kita di kolam renang."
Rey sudah tahu tentang ketidaksetujuan orang tuanya. Dan ia bisa membayangkan bagaimana pendapat setiap orang yang dikenalnya, tetapi ia tidak yakin bagaimana pendapat Jason. "Apa itu mengganggumu?" tanya Rey.
" Itu membuatku khawatir." Jason mengaku. "Aku sama sekali tidak menyangka itu akan terjadi, karena terakhir kali kalian bersama, hasilnya tidak begitu baik."
" Tidak semuanya buruk. Kami mendapatkanmu dan kau tahu apa artinya bagi kami berdua."
__ADS_1