Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam
Chapter 80


__ADS_3

Ibu Rey membelalak. "Aku tidak ada urusan apa-apa dengan ini, tapi benar, Ibu Lori sudah menemukan Via. Bagaimana kau tahu?"


" Logan memberitahu Jason Sabtu pagi kemarin dan Jason menelponku ketika aku sedang di pondok." jawab Rey.


" Jadi itu yang membuatmu kesal?" tanya ibunya. "Keluarga Lori hanya ingin mengadakan pertemuan agar kita dapat mendengar apa yang akan dikatakan Via."


" Dan tujuan pertemuan itu adalah....?" tanya Rey.


" Dia mengkhawatirkan kita, berusaha untuk menolong kita. Tidak ada yang lebih rugi ketimbang kita, kalau Kikan bukan seperti yang pura-pura dia tunjukkan."


" Pura-pura?" Rey menggeleng-geleng. "Lupakan itu bu. Kita tahu apa yang akan Via katakan, jadi apa gunanya?"


" Fakta bahwa Ia tetap berpegang pada cerita yang disampaikannya tujuh belas tahun lalu akan semakin menguatkan keabsahan pernyataannya," kata ibunya.


" Jadi ibunya Lori sudah memberitahu ibu bahwa Via tetap berpegang pada ceritanya?"


" Ya."


" Yah, itu mungkin menambahkan keabsahannya untukmu," Rey mendebat. "Bagiku itu hanya menunjukkan apa yang telah aku ketahui, dia tak ingin disalahkan."


" Paling tidak, kita harus mendengarkan dia. Kalau dia bohong, mungkin kita akan tahu dari ekspresi wajah atau sikapnya." Helen memandang suaminya untuk mendapatkan dukungan.


" Paling tidak, dengar dulu dia," sang Ayah membenarkan.


" Dia satu-satunya orang lain di dalam mobil, Rey," lanjut ibunya. "Satu-satunya orang yang dapat menceritakan pada kita apa yang terjadi. Aku menyadari Kikan tampak baik belakangan ini, tapi...." dia membuat isyarat agar diam. "Cobalah mengikuti pendapatku dalam hal ini sebentar saja. Bagaimana kalau dia penipu? Bagaimana kalau dia benar-benar bermaksud membunuh Lori?"


" Aku tidak percaya itu sama sekali." ucap Rey.


" Tapi bagaimana jika...?"


" Lori sudah tiada Bu, kita tidak bisa membawanya kembali."


" Aku sangat setuju denganmu!"


" Jadi apa gunanya menyiksa Kikan terus-menerus?"


" Tidak ada yang menyiksa siapapun. Tapi apa kau benar-benar ingin Jason memeluk orang seperti itu sebagai ibunya?"


Rey telah memeluk Kikan dalam arti yang lebih harfiah, yang akan segera diketahui orang tuanya. Namun, mengakui hubungan romantisnya sekarang hanya akan merugikannya. Orang tuanya akan percaya bahwa perasaannya terlalu terpengaruh dan ia tak bisa menilai wanita itu dengan pikiran jernih. "Via tidak mungkin berkata jujur, Bu. Tidak kecuali dia ingin keluarga Lori dan orang lain membencinya seperti mereka membenci Kikan."


" Dia bahkan sudah tidak tinggal di sini lagi. Apa pedulinya tentang itu?" kata ibunya.

__ADS_1


" Karena kemarahan itu dapat menyebabkan penuntutan jika mereka melapor ke polisi, dan kemungkinan mereka akan melapor."


" Ya Tuhan, apa kau dengar dirimu sendiri? Kau menuduh Via melakukan sesuatu yang nyaris sama menakutkannya dengan menabrak Lori. Orang macam apa yang menyalahkan orang lain atas kejadian yang begitu mengerikan?"


" Itu sering terjadi Bu. Sepanjang waktu. Itu cara untuk membela diri."


Helen beringsut ke depan. "Aku tetap berpendapat kita harus mendengarkan apa yang nanti dikatakan Via. Kalau kau takut melakukannya, itu akan meyakinkan bahwa kau tidak mau melihat kebenaran."


Rey menahan jengkel. Ia frustasi, tapi bisa mengerti mengapa ibunya seperti itu. Ia bisa mengerti mengapa keluarga Lori dan semua orang lain seperti itu. Itulah masalahnya selama ini. Tidak masuk akal jika via melakukan apa yang telah dilakukannya. "Orang macam apa Via sekarang?" tanya Rey.


" Aku tidak tahu. Seperti yang kubilang tadi, aku tidak ikut-ikutan mencarinya. Pada hari kau berkelahi dengan Logan, ibunya langsung menyewa detektif swasta untuk menemukan Via. Hanya itulah yang ku tahu."


Jika Via tidak menambah penderitaan Kikan dan berkata jujur, Rey senang Ia tak perlu repot-repot membayar detektif untuk mencari jejaknya.


" Jadi... maukah kau mendengarkan kesaksian Via?" tanya ibunya.


Rey tak dapat menolak. Ibunya benar itu hanya akan membuatnya tampak seolah menolak kebenaran, dan itu tidak akan membantunya meyakinkan siapapun atau apapun. "Baiklah. Aku akan mendengarkan. Tapi aku ingin dua hal sebagai balasan." ujar Rey.


" Apa...?"


" Aku ingin tahu nomor telepon detektif itu. Kalau keluarga Lori bisa melakukan riset kecil sebelum pertemuan, aku juga punya hak yang sama. Dan aku ingin Kikan diundang. Ia harus diberi kesempatan untuk membela diri."


" Aku bisa memberimu informasi tentang detektif itu dengan mudah. Keluarga Lori mengirimkan padaku salah satu email dari orang itu. Tapi dia sama sekali tidak akan mengizinkan Kikan berada di rumahnya."


" Bagaimana kalau di sini?" saran ayahnya.


Helen mengerutkan bibir. "Sepertinya Itu boleh juga."


" Kalau begitu masalah selesai," Kata Rey. "Kapan via akan ke sini?"


" Mereka masih mengatur waktunya. Aku akan memberitahumu saat pertandingan Jason besok."


Itu berarti ia harus segera bertindak. "Kalau begitu kirimkan padaku nomor kontak detektif itu malam ini,"


" Sekarang juga bisa." ujar ibu Rey.


" Dan supaya kalian tahu, Kikan akan datang pada pertandingan Jason besok."


" Dia pernah datang sebelumnya," balas ayahnya.


" Kami hanya akan mengabaikannya," ayahnya berkata demikian demi menjaga perasaan Helen.

__ADS_1


"Ya, tapi kali ini dia akan datang bersamaku," kata Rey.


Helen langsung berdiri." Rey, tolong jangan bersamanya di depan umum. Kumohon.... beri waktu seminggu. Tunggu sampai kita bicara dengan Via."


" Aku sudah memberitahukan aku akan menjemputnya." jawab Rey.


Ibunya bertukar pandangan sedih dengan ayahnya. "Nak..." dia mulai membujuk.


" Jangan ikut campur terlalu jauh," sela Rey. "Jason ingin Ibunya datang."


" Baiklah," kata Helen mengalah. "Tapi ku harap kau tahu apa yang kau lakukan."



"Jadi?"


Kikan mendongak dari tempatnya mengaduk masakan di kompor. "Jadi apa?" ulangnya, tetapi tidak ada misteri tentang arah yang diinginkan ibunya dalam pembicaraan ini. Meskipun tak pernah mengakui, Bu Lis ingin sekali mengetahui detail dari perjalanan Kikan ke pondok, terutama setelah mendengar apa yang dikatakan Rey tadi malam.


" Apakah itu sepadan?" tanya Bu Lis.


" Sepadan apanya?"


Ibunya memutar bola mata. "Menurutmu apa?"


" Aku bersenang-senang."


" Dengan Rey." sela Ibu Lis.


Kikan mengecilkan api kompor. "Yah, dengan Rey."


Ibunya ragu-ragu sesaat. Lalu berkata, "Berapa lama kau maramalkan ini akan berlangsung?"


" Entahlah," jawab Kikan. "Aku tak bisa meramal masa depan, begitu juga Ibu, jadi jangan memberiku peringatan kejam lagi. Aku akan menikmatinya dari hari ke hari."


" Menurutmu dia akan membawamu pergi dari semua ini?" ibunya memberi isyarat ke sekitar mereka, tetapi Kikan tahu yang dimaksudnya adalah seluruh pekarangan ini. "Itukah impianmu?" tanya ibunya lagi.


" Tidak! aku tidak berusaha menyuruhnya melakukan apapun untukku. Aku mencintainya, oke? Mungkin ini akan berjalan lancar untukku, dan mungkin juga tidak, tapi sepertinya aku punya hati yang paling keras di dunia, karena aku tak bisa berhenti mencintainya."


" Dia dan keluarganya tidak suka padaku," Ibu Lis menyuarakan pikirannya. "Mereka akan membuatmu malu akan keluargamu sendiri."


" Aku tak bisa bicara atas nama mereka, tapi... Rey tidak seperti itu."

__ADS_1


" Omong kosong!" Ibu Lis terbahak-bahak. "Lihat saja nanti. Jika kau mulai berkencan dengannya, tidak lama lagi kau tidak akan punya waktu untukku."


__ADS_2