Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam
Chapter 77


__ADS_3

Ya tuhan... Rey melongok ke ruang sebelah untuk melihat Kikan, yang sedang duduk di depan meja di samping Eva. Ketika wanita itu menolak dan memandang ke arahnya, Rey merapat kembali ke dinding. "Ibumu tidak membunuh Lori dengan sengaja, Jas. Via merebut setirnya."


" Aku tahu itu, dan Papa juga tahu. Tapi.... aku punya firasat dia tidak akan mengakuinya. dan sepertinya dia akan datang ke kota. Kalau itu terjadi, semuanya akan heboh lagi. setiap orang akan membenci Mom, tidak peduli apapun yang kita katakan. Aku khawatir mereka akan membuat hidup Mom sangat menderita dan dia tidak mau terus tinggal di sini."


Rey sendiri sudah berusaha menemukan Via di Facebook, berharap dapat mendatangkan wanita itu untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Tadi malam, ketika hendak tidur, Ia bahkan mempertimbangkan untuk menyewa jasa detektif swasta untuk membersihkan nama Kikan. Tetapi jika keluarga Lori telah menemukan via dan membawanya ke kota, Ia ragu wanita itu akan mengatakan hal-hal yang ingin didengarnya. "Kapan?" tanya Rey.


" Dia tidak bilang, atau aku yang mungkin tidak dengar. Tristan cepat-cepat menyuruhku keluar dari sana supaya Logan dan aku tidak bertengkar."


" Kalian jadi ribut?"


" Terutama aku. Aku bilang padanya supaya tidak mengganggu Ibuku lagi. Tapi dia tidak mau dengar. Ini benar-benar tidak adil."


Rey mengusap wajah dengan tangan. mencoba berpikir apa yang akan dilakukannya sekarang?


" Papa?"


" Jangan khawatir." Rey berkata." Pergilah berlibur dan bersenang- senang. Aku bersama ibumu di sini. Tidak akan terjadi apa-apa padanya."


" Ia akan di sana sepanjang akhir pekan?" tanya Jason.


" Ya."


" Oke. Aku takut untuk pergi kalau kalau Via muncul, dan kita tidak di sini ketika itu terjadi."


" Aku akan mengatasinya, seperti yang kubilang tadi. Semua akan baik-baik saja," Rey berkeras, tetapi tetap saja gelisah setelah menutup telepon.


Begitu melihat Rey menaruh gagang telepon, Kikan berjalan ke meja sarapan untuk mengambil jus yang tadi ia lupakan. Ia ingin berbicara dengan Jason, berharap anak itu menanyakan dirinya. Ternyata tidak. "Apa semua baik-baik saja?" tanyanya ketika Rey mulai mengisi piring.


Rey mengangguk tapi tampaknya tidak segembira sebelumnya ketika turun dari kamar untuk sarapan. "Ya. Jason dalam perjalanan ke kota X."


" Apakah dia senang?"


" Sepertinya begitu. Dia tidak bisa bicara lama-lama. Mereka semua sudah di mobil."


Itu masuk akal, tapi tampaknya ada... sesuatu yang telah mendatangkan awan gelap. "Dia hanya ingin memberikan kabar, kalau begitu?" tanya Kikan.

__ADS_1


" Dia ingin memastikan kau sudah tiba dengan selamat."


Kikan tersenyum lebar, ingat betapa seringnya Jason mendesaknya agar hadir di pesta ini. "Dialah yang membuatku datang ke sini."


" Dia memang pendukung sejati. Aku tak tahu siapapun yang bisa melakukannya seperti Jason."


" Jadi.... Jam berapa kita pulang?" tanya Kikan.


" Kita tidak akan pulang." Rey menyikut Kikan, tetapi sikap cerianya tak sewajar sebelumnya. "Tidak hari ini. Kau terperangkap di tempat ini sepanjang akhir pekan, jadi kuharap kau siap untuk bersenang-senang di bawah panas matahari."


Kikan memelankan suara. "Aku bahkan tidak punya pakaian renang. Aku datang ke sini tanpa rencana. Aku benar-benar tidak siap."


" Seharusnya aku membelikanmu. Kita beli nanti kalau sudah sampai di rumah."


" Aku yang akan membeli sendiri..." Kikan mulai membantah, tetapi Rey menghentikannya.


" Untuk sekarang, kita lihat apa Eva dan Kelly punya cadangan."


Ukuran tubuh Kikan lebih kecil dari teman-teman wanita Rey. Tetapi Kikan pikir Ia tetap bisa memasuki danau dengan pakaian sendiri. Mengingat bekas luka di tubuhnya, baginya itu pilihan yang lebih baik.


" Kau tidak apa-apa tetap berada di sini lebih lama kan?" tanya Rey.


Jantung Kikan nyaris melompat keluar ketika ia mendengar ucapan Rey. Ia tidak akan mengeluh jika memang harus melewatkan satu malam lagi bersama Rey. "Aku tidak apa-apa."


" Trims." Rey menyentuh dagu Kikan ketika memberinya kecupan singkat. "Ini ulang tahun yang sempurna." kata Rey.


Tetapi jika benar begitu, Mengapa Rey tampak seperti... terusik?



Kikan duduk di geladak rumah bersama Rey dan beberapa temannya. Musik mengalun dilatarbelakang, sementara Nanda yang pernah memperbaiki sepeda Kikan bergabung dengan mereka dan menyajikan makanan kecil. Sebagian dari mereka nekat masuk ke air yang dingin.


Kelly telah meminjamkan bikini indah yang tak terlalu besar. Kikan mengenakan kaos Rey di atasnya, Kikan belum siap membiarkan teman-teman Rey melihat bekas-bekas lukanya. Ia sudah cukup menarik perhatian mereka tadi malam, dengan mendadak muncul di pesta sebagai tamu tak diundang. Kini pasangan kencan resmi Rey pergi dan hampir semua temannya menduga Rey tidak tidur di kamarnya sendiri. Sesekali, Kikan menangkap Rey mencuri pandang ke arahnya. Walaupun mereka hanya duduk berjarak beberapa meter.


" Kau pendiam sekali." Kata Rey yang baru saja kembali dari mengambil keripik.

__ADS_1


" Aku hanya menikmati matahari," tetapi sesungguhnya ia menikmati lebih daripada itu, ia senang melihat pria itu melemparkan senyum ke arahnya dan telah membuat perut Kikan jungkir balik. Kikan merasa hidup dalam dunia mimpi, bersama Rey seperti ini, terutama dengan bersantai di akhir pekan di pondok beserta taman-taman Rey yang begitu baik hati. Mereka kelompok yang Kikan kagumi dulu ketika masih SMA, meskipun ia berusaha pura-pura tidak iri terhadap mereka.


" Jadi kau senang di sini?" tanya Rey


Kikan menggangguk.


Kikan amat sangat senang. Rasanya persis ketika bertekad untuk berpantang melakukan s**s selama dua atau tiga tahun lagi, Ia justru menemukan malam terindah dalam hidupnya, dan itu dilaluinya bersama ayah Jason. Tetapi ia harus waspada untuk bertanya kapan semua ini akan berakhir. Hubungannya dengan Jason hampir sepenuhnya tergantung pada Rey, bagaimanapun jika rey memutuskan Kikan, atau ketika ada hal lain yang tidak beres dengan hubungnya, Kikan berharap akan tetap mendapati Jason bersikap sama, dan tidak pernah berubah.


Tetapi mereka belum kembali ke kota kecil mereka. Mengapa merusak beberapa hari ini dengan mengkhawatirkan masa depan?


Rey mengajak Kikan untuk mendekat ke arah Danau namun Kikan menolak halus.


Ketika Rey sudah menjauh "Ini tempat yang indah untuk melarikan diri," ujar Kikan dengan suara pelan.


Levi suami dari Kelly, mendengar ucapan Kikan. Ia duduk tegak dikursi dan melepas kaca mata hitam. "Kuharap kau menikmati waktumu disini. Orang-orang akan selalu bicara. Begitulah hidup, Jangan biarkan hal tersebut mengganggumu. Aku bisa meyakinkanmu bahwa setiap orang di sini.... mereka punya maksud baik."


Kikan melihat sekeliling untuk memastikan Adakah orang yang mendengar jawabannya. Untunglah Kelly istri Levi sedang berada di dapur, "Aku menghargai itu. Sungguh. Tapi aku mengerti teman-teman Rey dan kau juga teman Rey, kalian takut dia membuat kesalahan karena berhubungan denganku lagi. Aku tak bisa menyalahkan kalian."


" Jika dia peduli dan percaya padamu, pasti ada alasannya." ujar Levi


" Dia lebih baik tanpa aku," ucap Kikan sungguh-sungguh. "Begitu juga kalian."


"Karena..." tanya Levi.


"Berteman denganku akan membuat kalian melawan semua orang lain di kota.


" Jika memang itu resikonya, biarlah. Tapi kenapa kau tidak membiarkan kami sendiri yang mengkhawatirkan tentang apa yang semestinya kami lakukan atau tidak?"Levi berdiri dan menoleh kesamping.


" Hei, ayo terjun," seru Brandon begitu melihat Levi. "Ini sangat menyenangkan!"


Levi berpaling pada Kikan dan memberi isyarat ke air. "Mau?"


Kikan merasa bahwa Levi sedang menantangnya 'jadilah dirimu sendiri' dan menyadari betapa sia-sianya menyembunyikan sesuatu, Kikan telah melalui kesulitan walau ia tidak layak mendapatkannya, oleh karena Kikan mendapat rasa percaya diri. Ia akan membiarkan orang berpendapat apapun mengenai masa lalunya.


Setelah menggangguk Kikan berdiri dan melepas kaus.

__ADS_1


Ia merasakan tatapan lelaki itu jatuh ke parut di perutnya, kemudian pria itu tersenyum lebar seakan tak ada orang yang akan memedulikan parut itu, dan mereka berdua mulai terjun ke dalam danau.


__ADS_2