Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam
Chapter 42


__ADS_3

Ayahnya terlihat turut menyesal. "Dia sudah dinyatakan bersalah, Rey. Dan kita telah melihat kesedihan dari keluarga Lori secara langsung."


"Ya, mungkin aku melihat kesedihan Kikan juga. Dan mungkin aku melihat orang yang berbeda dari pendapat hakim di persidangan atau dari pendapat ayah dan ibu, dalam masalah ini."


"Oh, demi tuhan!" Suara ibunya bergetar karena emosi. "Kenapa kau dulu berhubungan dengannya?"


Setelah sekitar dua belas bulan mencoba menjelaskan betapa ia sangat tertarik pada Kikan, dan membuat ibunya mengatakan bahwa ia masih kecil. Dan tidak tahu apa itu cinta. Rey menghindari masalah ini selama bertahun-tahun. Bu Helen merasa hubungan anaknya dengan Kikan terlihat sangat tidak pantas untuk keluarga Stinson. Sangat....menjijikkan. Padahal sebenarnya sama sekali tidak demikian. Rey tidak pernah merasa lebih bahagia daripada ketika bersama Kikan. Mereka tidak harus bersama setiap saat atau melakukan apapun. "Aku jatuh cinta padanya Bu. Dia satu-satunya wanita yang pernah ku cintai."


"s*** diusia muda bisa membutakan pikiranmu." kata ibunya.


"Jangan menceramahiku!" Rey membentak marah. "Aku bukan lagi anak umur delapan belas. aku tahu bedanya **** dengan cinta, aku.. percayalah, aku telah melakukan s*** setelah itu. Tetapi bukan berdasarkan cinta. Tidak ada yang mendekati apa yang kurasakan. Dengan Kikan."


Diam dalam waktu yang agak lama. Lalu ibunya berkata, "Maaf jika kau merasakan itu, tapi aku percaya ada orang lain di luar sana untukmu. Seseorang yang pantas mendapatkan pria yang baik."


" Kau membuatku gila, Bu" kata Rey.


"Dan kau membuatku dalam posisi sulit dengan sahabatku. Aku berharap kau tahu itu."


"Setidaknya kau masih punya teman." Kata Rey


"Kikan bahkan tidak punya keluarga untuk bergantung."


"Sepertinya dia memilikimu," bentak ibunya, lalu melangkah pergi.


Ketika pintu dibanting, Rey melihat ke arah ayahnya "Apa yang akan kau katakan yah?"


" Lakukanlah apa yang menurutmu benar," kata ayahnya "Hanya saja..."

__ADS_1


"Apa?" tanya Rey.


"Pastikan kau berpikir dengan jernih."


Rey merasa seolah rahangnya jatuh. "Maksudnya?"


"Jangan marah padaku. Orang-orang mengatakan dia cukup cantik akhir-akhir ini." Ayahnya lalu ikut keluar menyusul ibunya.


☆☆☆☆☆☆☆


.


"Papa" Itu suara Jason.


Rey bergidik ketika sampai di ujung tangga. Berharap teriakan dan bantingan pintu ibunya tidak membangunkan Jason. Anak itu tetap bisa tidur nyenyak meskipun ada gempa sekalipun, setidaknya ketika sudah waktunya bangun pagi. "Ya?"


"Aku juga pasti akan membelanya jika ada di sana." Kata Jason.


"Karena Papa yang mengatasinya, maka Papa membuatku terbebas dari masalah itu. Aku senang mendengarnya."


" Aku senang kau menerimanya." Tindakannya tentu tidak akan membuat Rey populer dihadapan siapapun. Tetapi sudah waktunya Kikan punya makna penting bagi seseorang dan Rey sudah lelah mengelak, menganggap enteng, dan tidak mengecilkan betapa Kikan sangat penting baginya." Tidurlah." ujar Rey.


Rey menunggu anaknya mengatakan apapun, tetapi Jason tidak melakukannya. Jadi Rey kembali ke kamarnya. Setelah mengeluarkan ponsel dari saku. Rey mengecek apakah Devan menjawab SMS darinya yang dikirim sebelum Ayah dan Ibunya datang, dan Rey senang melihat ia sudah mendapat balasannya.


dia bilang tidak ingin kau atau siapapun berkelahi karenanya.


itu Terdengar sangat Kikan.

__ADS_1


Apa rencananya? Apakah dia berpikir dia bisa mengatasi Logan seorang diri?


Dia tidak punya rencana apa-apa. dia hanya memilih untuk menjadi pihak yang disakiti.


Rey mengurutkan kening membaca layar ponsel sebelum kembali membalas SMS Devan.


Dia bilang begitu?


Tidak. Aku menebak begitu. Dia masih mengagumimu. Balas Devan.


Rey merasakan sentakan aneh menjalar ke seluruh tubuhnya ketika membaca tulisan sahabatnya.... dan juga setumpuk harapan.


Jangan pernah menyarankan itu


Kenapa tidak? itu benar. Devan menjawab


karena dia takut kau atau orang lain akan mengira dia berencana mendapatkanmu lagi. Tapi tak ada alasan untuk khawatir. dia tidak akan mendekatimu kecuali dia benar-benar ingin bertemu Jason. Dia sangat yakin cintanya saja tidak cukup, dia lebih baik mati daripada mengakui perasaannya. Ketik devan lagi


Dari mana kau tahu itu? tulis Rey. Ia suka membaca SMS itu, ia ingin percaya bahwa Devan benar. Meski demikian, bayangan tentang adanya sesuatu yang akan memisahkan dia dan Kikan membuatnya takut. Bukan karena ia merasa Kikan mulai mendekati rumahnya atau meneleponnya seperti ketika mereka masih remaja, tetapi karena Rey mungkin tertarik pada Kikan seperti dulu dan tidak ada yang tahu kemana arah perasaan ini. Hal ini bisa membawa masalah bagi mereka padahal Ia tidak ingin menyakiti Kikan lagi.


Bunyi 'Ting' ponselnya menandakan bahwa Devan telah menjawab SMS. dia panik luar biasa saat tahu kau berkelahi dengan Logan. Nanda bilang hanya itu yang bisa dilakukan untuk menghentikan Kikan agar tidak melempar diri di hadapanmu. Jika ada orang lain yang terlibat, kukira dia tidak akan terlalu ingin melindungi.


Rey menggosok-gosok dagu selama beberapa saat sambil memikirkan apa yang ditulis Devan.


Dia takut akan membuatku kesal kemudian aku menolak membiarkannya bertemu Jason, itu saja. Dia tidak punya uang untuk membawaku ke pengadilan, dan dia tidak akan punya pengacara yang cukup kuat yang bisa membawaku ke sana. Balas Rey


Kau hanya ingin melihat semuanya dari segi praktis. tapi ada hal-hal yang terjadi di sini, dari dua sisi. Aku ragu kau sebegitu tak acunya pada kikikan seperti yang kau yakini. ketik Devan

__ADS_1


Devan telah mengamati hati Rey dengan seksama, yang sebenarnya wajar saja. Jika mereka tidak bersahabat, Devan mungkin akan tertarik pada Kikan juga.


Berhentilah mengumbar omong kosong. Aku tidak ingin kau mengacaukan pikiranku. tulis Rey.


__ADS_2