Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam
Chapter 23


__ADS_3

Perjalanannya hanya butuh beberapa menit. tapi rasanya seakan tak pernah berakhir. Ketika Rey akhirnya menemukannya, jeep yang dikendarai Jason, diparkir jauh dari jalan. Seakan dia tadi berhenti di manapun sebisanya. di samping mobil itu Rey melihat Jason dan Tristan membungkuk di atas tubuh seseorang, Yang pastinya adalah Kikan. Meskipun mereka menghalangi pandangannya.


"Apa yang terjadi? " Tanya Rey begitu ia melihat Jason.


"Mom jatuh ke parit, sepertinya kepalanya terbentur batu, tapi dia tidak mengizinkanku menelepon bantuan. Tristan bilang Mestinya aku memanggil ambulans. Aku mau tapi Mom bahkan tidak suka Tristan menyebut-nyebut tentang itu. Sekarang, Mommasih berusaha untuk bangkit"


"Dimana Logan sekarang?"


"Sudah pergi, dia kabur setelah melakukan itu."


" Mom terluka tapi dia bilang tidak parah, luka di kepalanya mengeluarkan banyak darah. Aku senang kau datang Aku tidak tahu harus berbuat apa."


Rey tidak berkata apa-apa, ia harus melihat luka itu.


"Aku tidak apa-apa." Kikan mengibaskan tangan saat melihat. aku sudah bilang pada Jason supaya tidak usah mengganggumu" Aku hanya sedikit lecet dan memar, dan malu karena menyebabkan keributan."


Kepalanya memang terbentur. Ada darah yang mengalir di sisi wajahnya. Jason menahannya ketika Kikan berusaha berdiri, Rey mendapat kesan anaknya sudah melakukan itu sejak tadi.


Bagaimana menurutmu, pa? bukankah kita harus membawanya ke rumah sakit?


"Tidak perlu. " Kata Kikan


Rey merunduk ke sebelah Kikan dan memeriksa luka di atas pelipisnya. Ia bukan paramedis dan tak yakin seberapa dalam luka Kikan atau apakah luka itu perlu dijahit. bahkan ada kemungkinan Kikan mengalami geger otak, Tetapi wanita itu tampak sadar penuh, dan itu pertanda baik.

__ADS_1


" Apa yang terjadi?" tanya Rey pada Kikan


" sudah kubilang..." Jason mulai berbicara, tapi Rey memotongnya.


" Aku ingin dia yang bercerita." Rey ingin mendengar sudut pandang Kikan, tapi ia juga menganggap ini bisa menjadi cara yang bagus untuk mengetahui apakah Kikan bisa berpikir sejernih yang terlihat."


"Logan." Katanya. "Dia berusaha memaksa Jason keluar jalur dan berhenti, dan Aku khawatir aku takut dia akan menyebabkan kecelakaan. Jadi aku keluar, tapi ketika itu lampu berubah hijau, memberikan kesempatan Logan mepajukan mobil dan langsung menabrakku dan aku... Aku jatuh dengan posisi yang tidak enak dan sepertinya kepalaku terbentur. "


"Lalu dia kabur?"


Kikan mengangguk, menyunggingkan senyum lemah. "Maafkan aku, aku tidak berniat membahayakan Jason. Kami hanya naik mobilnya."


"Bukan salahmu," kata Rey dengan kaku, begitu marah pada Logan sehingga nyaris tidak bisa berbicara. Rey bisa mamahami rasa kehilangan yang dialami Logan. Ia bukannya tidak bersimpati, tapi Logan tidak berhak membawa masa lalu ke masa sekarang. Bertindak seperti hakim, dan algojo sekaligus. Kikan telah melalui proses hukum yang benar dan menjalani hukuman sepenuhnya.


"Sebenarnya begini" Kikan berkeras, memgerjap menahan air mata. "Aku tahu dia punya niat buruk, dia mengirimkan beberapa surat, jadi aku bukannya sama sekali tidak tahu. Tapi aku tidak pernah membayangkan dia akan melakukan sesuatu yang mengancam Jason atau orang lain. Jujur saja, itu tidak pernah terlintas dipikiranku. "


" Sebelumnya aku ingin kau diperiksa dokter, meskipun tidak harus ke rumah sakit."


Kikan menyentuh wajahnya, ketika merasakan lebih banyak darah ketimbang yang dikiranya. Ia mengelapkan tangan pada rumput dan tanah agar tidak menodai pakaian barunya. "Aku lebih memilih pulang saja," katanya. "Aku bisa Mengatasinya."


Kikan hendak berdiri, dan Rey berusaha membantunya. Tapi wanita itu mundur ketika Rey meraih lengannya dan nyaris jatuh kebelakang. "Kau akan kena darah." kata Kikan, menggunakan jeep, untuk menopang badannya. "Antarlah Jason dan Tristan pulang. Aku terus memberi tahu mereka supaya segera pergi kalau - kalau Logan kembali, tapi mereka tak mau mendengarkan aku karena mengira aku benar benar terluka."


Kikan memang keliatan terluka. Dan dia bahkan tidak terlalu kuat berdiri. Dia mencoba menutupi kegoyahannya dengan bersandar pada jeep, namun Rey tahu betapa gemetaran tubuhnya.

__ADS_1


" Dan apa yang akan kau lakukan kalau dia kembali.? Tanya Rey.


"Aku akan sembunyi dan kemudian pulang."


"Dengan berjalan kaki."


Kikan mengelap darah yang mulai mengalir ke matanya dan melihat sekeliling, seakan dia tak yakin dimana dia berada atau mana arah yang harus diambilnya. "Aku tidak tergesa-gesa. Kau tahu jalan pelan-pelan."


"Omong kosong," kata Rey lalu menoleh pada Jason. "Kau tidak apa-apa menyetir?"


Jason mengangguk.


"Antar Tristan lalu pulanglah. Aku akan mengurus ibumu."


"Aku tidak percaya Logan melakukan ini" gumam Jason.


"Aku yakin ia bertindak tanpa berpikir." Kata Rey. Tetapi ia berencana memastikan Logan memikirkan akibat dari ulahnya ini.


Kikan terhuyung huyung menjauh dari jeep supaya anak - anak itu bisa pergi, tapi ia tak membiarkan Rey membantu memapahnya. Setiap kali Rey mencoba, Kikan mengangkat tangan dan berkata. "Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja."


Jason ragu-ragu, masih kesal karena ulah Logan. "Apa sebaiknya aku tetap bersama Mom?"


"Tidak. Aku bisa mengatasi ini" kata Rey dan Jason dengan enggan memutar kesisi pengemudi.

__ADS_1


Kikan melambai untuk menenangkan anaknya. Rey harus mengakui kegigihan wanita itu. Dia lebih tegar daripada wanita manapun yang dikenalnya. Sungguh mengesankan betapa penuh tekadnya Kikan dengan tidak mau bersandar padanya secara harfiah maupun kiasan.


Begitu anak-anak pergi, Rey menangkap siku Kikan, memeganginya meskipun Kikan berusaha menghindari kontak itu, dan membimbing naik ke pikapnya. "Ayo kita cari dokter untukmu."


__ADS_2