
Ibu Rey mendekat ke kolam renang. "Aku berusaha meneleponmu," kata ibunya.
Nada suara ibunya yang angkuh menyinggung Rey, seolah ia harus dapat dihubungi ibunya Terus selama dua puluh empat jam sehari, 7 hari seminggu. "Teleponku ada di dalam, di meja."
" Apa yang kau lakukan dengan berenang memakai baju?" ibunya memandang Rey lebih lekat.
Rey membayangkan Kikan pelan-pelan menenggelamkan diri di bawah air yang tampak seperti tinta, Atau paling tidak di bawah tepi kolam, menghindar agar tidak terlihat. "Jason menceburkanku beberapa menit lalu, tepat sebelum Tristan mampir untuk menjemputnya."
" Dia pergi?"
"Ya, mereka akan ke tempat Ambar. Tristan ingin mengajaknya ke pesta malam perpisahan dan butuh makcomblang."
" Ambar siapa?"
Untunglah Rey berhasil mengalihkan pikirannya ke hal-hal lain. "Anak Davin, mungkin Ibu tidak kenal keluarga itu. ada apa?" tanya Rey mengulang.
" Aku baru dari rumah orang tua Logan"
Berusaha melawan keinginan untuk melihat sekilas ke arah Kikan. Tindakan itu hanya akan membuat Kikan menjauh, Dan kalau itu dilakukan oleh Rey, Kikan akan langsung pulang. Meskipun ia ragu Kikan akan mengizinkan ia menyentuhnya lagi, terutama di tempat ia menyentuhnya sebelumnya, Rey belum siap untuk mengakhiri malam itu. Mereka sedang bersenang-senang, jauh lebih menyenangkan daripada yang ia rasakan selama.... berbulan-bulan. Selain itu, mereka masih akan menonton film.
" Dan?" tanya Rey.
" Logan ingin bicara denganmu. Dia meminta kita semua berkumpul, siapa tahu kita dapat menemukan solusi."
" Tidak ada yang perlu diatasi," kata Rey. "Selama dia membiarkan Kikan sendiri, semuanya akan baik-baik saja."
"Dia membunuh Lori, Rey. Tidak sesederhana itu."
Rey tidak suka membahas hal ini di depan Kikan. Ia tak lagi percaya bahwa Kikan mampu melakukan hal semacam itu, tetapi ia tak tahu komentar kasar seperti apa yang mungkin akan dikatakan ibunya. Cara paling cepat agar ibunya segera pergi adalah dengan menyetujui pertemuan dengan keluarga Logan. "Kapan?"
"Senin malam jam 19:00? "
"Dimana?" tanya Rey.
__ADS_1
"keluarga Logan, ingin dirumahnya. Ibunya berkata ia akan memasak makan malam."
"Aku tidak akan mengajak Jason." ucap Rey.
"Kenapa tidak?" tanya Ibunya.
"Karena aku tak ingin dia mendengar apa yang akan dibahas."
"Mungkin dia harus mendengarnya. Dia perlu bersiap kalau memang berencana menjalin hubungan apapun dengan ibunya."
Akhirnya setelah merasa aman untuk membiarkan ibunya melihat sebagian tubuhnya yang lain, Rey mengangkat diri keluar dari kolam. "Dia sudah cukup siap."
"Rey, siapapun yang terlibat dengan Kikan perlu diperiksa kepalanya."
Rey mengeraskan rahang. "Dingin sekali di luar sini. Mari masuk." Rey mengajak ibunya masuk ke rumah, tempat ibunya menemukan salad yang sudah dibawakan Kikan untuk makan malam.
" Ini nampaknya enak. Kau yang buat?" tanya ibunya, menjumput sayuran yang menggulung dan memasukkannya ke mulut.
" Ya, aku yang buat." kata Rey.
" Ibu dapat menemukan apa saja di internet."
Helen menunjuk tiga piring yang tadi mereka bawa ke bak cuci piring. "Siapa yang kau dan Jason undang?"
" Tristan tadi di sini, ingat?" jawab Rey.
Ibunya memandang Rey curiga. "Kau bilang dia hanya mampir."
" Untuk makan malam. Memangnya salah?"
"Tidak. Tentu saja tidak." ucap ibunya
" Omong-omong, aku perlu membersihkan diri dan tidur. Aku akan datang ke pertemuan yang diadakan keluarga Logan untuk makan malam hari senin. Adakah sesuatu yang mom inginkan untuk kubawa? Mungkin makanan kecil?"
__ADS_1
"Kurasa tidak perlu," kata ibunya, dan Rey mengantar ibunya melangkah ke pintu.
"Terima kasih sudah mampir." Ucap Rey.
Bu helen memandang dengan tatapan lucu. "Kau marah padaku."
"Aku frustrasi dengan semua urusan yang berkaitan dengan Kikan."
"Kita tahu mau tak mau harus menghadapi hal ini suatu hari nanti, sayang sekali dia sudah membuat situasinya sulit bagi kita."
Rey tidak dapat bereaksi mendengar ucapan ibunya. Ia ingin segera mengeluarkan sang Ibu dari rumah, dan itulah yang ia lakukan. Rey menahan ucapan, setuju dengan Ibunya bahwa akan lebih mudah kalau Kikan tinggal di tempat lain dan akhirnya ibunya pergi. Tetapi ketika Rey kembali ke halaman belakang, Kikan sudah menghilang.
.
" Apa yang telah kulakukan? Apa yang telah kulakukan?" Kikan berguman pada diri sendiri selagi berjalan pulang, basah kuyup dan gemetaran karena turunnya suhu udara bersamaan dengan datangnya malam. Mestinya ia tidak membiarkan Rey menyentuhnya, di manapun. Ia tadi hanya..... terbawa suasana dan rasa mendamba lama. Ia wanita sehat di puncak hasrat seksual. Tentu saja ia mendambakan pria. Bukan berarti Ia menginginkan lagi. Kikan sudah patah arang dengan pria itu. Selama tujuh belas tahun ia berusaha melepas Rey. Tidak mungkin ia akan membiarkan dirinya jatuh kembali ke lubang gelap yang sama, yang dengan susah payah ia panjat agar dapat keluar. Ia telah bersumpah dan gigih menghindarinya.
Lampu-lampu mobil muncul di belakangnya, Kikan pun berusaha menyembunyikan diri di antara kerimbunan tanaman yang tumbuh di pinggir jalan. Ia tak tahu mobil apa yang dikendarai ibu Helen belakangan ini, tetapi mobil Brio yang lewat itu tampaknya kandidat yang cocok.
Harapan utamanya semoga ibu Rey tidak melihatnya meninggalkan rumah pria itu.
Tetapi Kikan senang Bu Helen tadi datang. Siapa yang bisa meramalkan apa yang mungkin terjadi kalau wanita itu tidak muncul dan membuatnya menemukan kembali akal sehat? Bisa jadi ia akan berakhir di ranjang Rey.
Ketika kembali ke jalan, Kikan memeluk tubuh. Ia kedinginan, namun di tempat Rey menyentuhnya tadi ia serasa terbakar, seakan panasnya tangan pria itu tak mau hilang juga.
" Lupakan!" Hardiknya pada diri sendiri, sangat malu mengingat bagaimana ia tadi memegang pergelangan tangan Rey dan mendorongnya meneruskan apa yang dilakukannya.
Kini Rey tidak akan percaya bahwa Kikan menemuinya bukan untuk menghidupkan kembali cinta lama mereka, lalu apa dampak dari waktu yang hanya beberapa menit itu dengan peluangnya untuk lebih mengenal Jason?
Dasar idiot. air matanya terasa panas ketika Kikan membayangkan Rey mengejek kelemahannya. Apakah pria itu tadi mengujinya? berusaha mengetahui niatnya yang sesungguhnya, yang mungkin Rey pikir, untuk kembali menjalin hubungan dengannya?
Bagaimana kalau Rey melarangnya untuk bertemu dengan Jason?
" Tolong jangan sampai itu terjadi," Kikan berdoa. "Aku akan menjauh darinya. Aku tidak akan melakukan itu lagi."
__ADS_1
Sepasang lampu mobil lain muncul di belakangnya, dan Kikan menyingkir kembali ke semak-semak di tepi jalan. Ia belum terlalu jauh dari rumah Rey dan tak ingin ada yang mengenalinya, terutama karena ia tak yakin bagaimana menjelaskan tubuhnya yang basah kuyup dan berbau kaporit.
Tetapi mobil yang ini tidak terus lewat. mobil ini justru memelan dan berhenti tidak jauh di depannya.