
Keributan itu terjadi di depan umum, dan itu sudah cukup memalukan. Rey berhutang banyak pada orang tuanya, mereka sudah memberinya banyak dukungan menyangkut Jason. Rey ragu dapat melalui masa bayi Jason tanpa mereka, pada umur sembilan belaa tahun, tidak mungkin ia dapat menjadi ayah Jason seperti yang dibutuhkan anak itu. Dan menjalani masa kuliah pada saat yang sama.
Ibunya mengingatkan akan hal itu di depan kerumunan penonton. Tapi, sialan, bukankah dia berhak memberitahu ibunya agar tidak turut campur pada masalah-masalah tertentu? atau apakah dia layak dianggap tidak tahu terima kasih, seperti yang dikatakan ibunya.
Rey berusaha menghibur anaknya dengan mengatakan, "Kakek tidak ikut membuat keributan." Kata Rey menyadarkan dan mencari segi positif untuk menenangkan hati anaknya.
Jason memandangnya dengan tetapan bawah itu tidak menolong.
Sulit rasanya menonton anaknya berkali-kali melakukan kesalahan, terutama karena Rey tahu bahwa masalah pribadi mereka telah merusak konsentrasinya. Tetapi dia tidak ingin mempermasalahkan hal itu. Ia yakin pelatih sudah mengatakan yang perlu dikatakan. "Setiap pemain sesekali melakukan kesalahan, bahkan yang sudah profesional sekalipun."
"Aku tidak khawatir dengan diriku, basket cuma permainan. Memang berarti besar bagiku, tapi.... aku tak bisa berhenti memikirkan bagaimana perasaan Mom, karena dikejar-kejar seperti itu."
Kikan menempuh jarak lima belas kilometer lebih dengan bersepeda, ke sekolah Jason. Dan kembali di tengah hari yang panas dengan lima jahitan di kepala. Ketika menonton pertandingan, Rey terus mengingat hal itu. Ia juga membayangkan seandainya Logan melihat Kikan di jalan dan menerjangnya ke parit lagi.
"Aku melihatnya membawakan makanan kecil untukmu," Kata Rey. "Dia baik sekali."
"Ya. Mom memberiku kue coklat." Jason bermain-main dengan makanan di piringnya seperti tidak berselera untuk memakannya. "Aku melihat ibu-ibu dari anak lain melakukan hal yang sama semacam itu, sepanjang hidupku aku juga mengharapkannya. hari ini rasanya seperti giliranku melihat Ibuku melakukan hal itu meskipun sudah agak terlambat."
Rey melakukan semua yang ia mampu untuk memastikan Jason memperoleh segala sesuatu yang dibutuhkannya, tetapi ia tidak dapat sepenuhnya menggantikan posisi ibu. Ia bahkan harus bekerja lebih keras ketika Jason masih kecil, ketika berusaha memulai bisnisnya. Ia tak dapat menghabiskan lebih banyak waktu jika ada kegiatan di sekolah anaknya. Ia merasa seperti tidak pada tempatnya berada di sana, karena biasanya dia satu-satunya pria dan jauh lebih muda daripada orang tua lainnya. "Nenekmu dulu suka mengirim kue-kue kecil untuk ulang tahunmu."
Itu tidak bisa terlalu menghibur, tetapi Rey tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Nenek memang baik," Sahut Jason. "Tapi... apa dia perlu membuatku merasa jahat hanya karena ingin mengenal ibuku? maksudku, apakah kita harus percaya pada pendapat orang lain, atau dapatkah kita membuat keputusan sendiri?"
Rey menghela napas, seraya mengambil kursi tinggi di dekat meja tempat Jason makan. Kita berhutang itu pada diri sendiri, dan ibumu, untuk bersikap seperti itu."
"Bahkan kalau kita satu-satunya orang yang suka padanya?"
"Ya. Itulah sebabnya aku menghalangi nenekmu."
Jason memasukkan potongan kentang ke ke mulut. "Jadi papa tidak keberatan kalau aku ingin mengenal Mom?"
"Aku ingin kau bahagia. itulah yang kuinginkan." Jawab Rey.
__ADS_1
Jason tampak bersemangat. Kalau begitu, bisakah kita pergi ke rumahnya dan melihat keadaannya?"
Rey sudah ingin melakukan itu sepanjang malam ini. Ia hanya tak tahu bagaimana penerimaan yang akan ia hadapi nanti. Ibu Kikan tidak suka padanya, jauh melebihi ketidaksukaan Ibu Rey pada Kikan. Tidak diragukan lagi orang tua itu menganggap Rey setan besar di kota ini. Bahkan Kikan sendiri bersikap seolah dia lebih suka jika Rey menjauh. Dan Kikan sudah menyampaikan dengan jelas ketidakinginannya Jason melihat trailernya dalam kondisi seperti sekarang.
"Aku tak yakin dia ingin kita datang ke sana," kata Rey.
"Kenapa tidak?" tanya Jason.
"Kau tahu bagaimana keadaan ibunya. Tempat itu berantakan. Itu memalukan bagi Kikan."
"Tapi kita tak peduli kalau berantakan. Aku ingin minta maaf. Aku tidak ingin Mom berpikir aku menjebaknya dengan keajadian tadi."
"Ibumu tahu kau tidak akan berbuat itu."
"Tetap saja, apa ruginya jika pergi ke sana? Mungkin Kikan akan merasa canggung mengenai beberapa hal, tapi dia pasti sudah terbiasa dengan itu. dan Rey berpikir bahwa Jason akan melihat apa yang dilihatnya... seseorang yang sedang berjuang melakukan yang dapat dilakukan agar bisa terus bertahan.
"Baiklah," Kata Rey. "Mandilah dan kita akan berangkat."
Lampu trailer Kikan menyala, tetapi dia tak menjawab ketukan mereka.
Maka Rey berseru melalui salah satu jendela yang terbuka. "Kikan, ini Rey dan Jason! Halo? Kau di rumah?"
Tak ada reaksi dan tak ada gerakan. Tetapi sepeda yang sudah dibetulkan Nanda atas permintaan Rey. Tersandar di trailer, jadi Rey tahu Kikan sudah pulang.
"Mungkin dia dirumah ibunya," kata Jason memberi saran. Dan berbalik memandang tempat tinggal satunya.
Rey tak ingin mengetuk pintu rumah Ibu Kikan. Rey tak tahu apa yang akan dikatakan Bu. Lis didepan Jason.
"Aku punya kertas di mobil. Mungkin kita dapat meninggalkan pesan permintaan maaf kita," kata Rey.
Jason setuju, tetapi sebelum Rey selesai menulis, Kikan keluar dari suatu tempat dibelakang trailer.
"Rey? Jason?" serunya ketika melihat mereka berdiri di samping pikap. "Kalian sedang apa?"
__ADS_1
Jason meremas kertas pesan dan melemparkannya ke bak pikap sebelum menutup pintu. "Tidak ada. Kami hanya... ingin memastikan Mom baik-baik saja."
Kikan mendekati mereka, menenteng sandal di satu tangan. "Aku baik-baik saja. Tidak usah cemas." Kikan tersenyum lebar ke arah Jason. Tetapi Rey tahu senyum itu tidak sesantai yang ingin disampaikan Kikan pada mereka. "Kau tampak begitu profesional dengan seragam basketmu hari ini. Rasanya sulit percaya bahwa aku punya anak laki-laki yang begitu besar dan kuat."
Rey melihat betapa cepatnya Kikan berusaha mengalihkan percakapan. Dia pandai memberi pujian. Tetapi Jason tidak memedulikan pujian itu, perhatiannya terpusat pada apa yang ingin dia sampaikan dengan kedatangannya.
"Nenekku seharusnya tidak perlu memulai keributan. Aku benar-benar minta maaf."
"Jangan khawatir tentang itu. Aku mengerti kau tidak dapat mengendalikan orang-orang disekitarmu. Aku seharusnya bisa tetap disana, tapi aku terlalu takut itu akan mengalihkan perhatianmu. Kita seharusnya mempertimbangkan hal itu sebelumnya."
"Tidak, aku ingin Mom datang," Jason berkeras.
"Dan aku akan datang, Kalau nenek-kakekmu tidak menonton pada pertandingan di kota lain. mungkin lebih baik untukku pergi ke pertandingan itu. Kita hanya perlu sedikit taktis. Tidak perlu membuat gusar siapa - siapa."
"Tapi bagaimana Mom bisa pergi ke pertandingan-pertandingan itu tanpa mobil?" tanya Jason. "Tempatnya cukup jauh"
"Aku akan menerima uang minggu depan. Aku selalu dapat naik mobil sewaan."
Rey menduga Kikan sudah menerima pesanan gelang dan sedang membicarakan uang dari penjualan gelang-gelang itu. Tetapi, tentu saja, ada cara-cara lebih baik untuk menggunakan uang itu.
Meski demikian, Rey merasa sangat terkesan melihat betapa keras Kikan berusaha meringankan kekhawatiran Jason.
"Mom tidak perlu merasa rugi tidak melihat permainanku." gumam Jason. "Sepanjang hidupku, itu pertandingan terburukku, dan gara-gara aku kami kalah."
"Kau akan menang di pertandingan berikutnya," kata Kikan dengan yakin.
Rey melihat kaki celana Kikan yang basah. "Jangan bilang kau tadi dari sungai."
"Hanya sebentar," kata Kikan. "Aku suka berjalan dan merasakan air di sungai. Membuatku merasa sejuk dan suasananya tenang, terutama pada malam hari. Selain itu dari semua sampah yang ditumpuk ibuku di tempat ini, jadi pemandangannya lebih bagus."
"Aku senang kau mengunci pintu meskipun tidak pergi jauh," kata Rey. "Mungkin merepotkan, tetapi itu lebih baik demi keamanan."
"Aku melakukan apa yang dapat kulakukan. Tapi kalau Logan ingin masuk, kupikir Mengunci pintu depan tidak akan menghentikannya. Terlalu panas di dalam dengan jendela tertutup. Aku akan mati lemas kalau menutupnya." Kikan memindahkan sandal ke tangan satunya. "Logan dan aku harus menyelesaikan beberapa perselisihan di antara kami."
__ADS_1