Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam
Chapter 86


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Jason, Rey mengantar Kikan pulang. Namun begitu sampai halaman tempat tinggal Kikan, Rey mencari berbagai alasan untuk bisa berlama-lama dengan Kikan, ia enggan berpisah dengan wanitanya. Rasanya setelah satu masalah besar selesai. Yang ingin ia lakukan hanyalah selalu berdekatan dan berada disisinya sepanjang waktu. Rey masih menggenggam jemari Kikan. Meremasnya pelan, kikan menoleh ke arahnya. "Aku harus turun, kita sudah sampai," ujar Kikan.


Tapi yang terjadi kemudian Rey malah menarik Kikan ke dalam pelukannya. Kikan balas memeluk, mereka tetap berada diposisi itu selama beberapa menit.


"Tak bisakah kau ikut tinggal bersamaku dan Jason?" bisik Rey.


"Aku tak bisa meninggalkan ibuku," ujar Kikan.


"Kita bisa membawanya tinggal bersama."


"Kau tahu sendiri, ibuku takkan mau pindah." ujar Kikan. "Kita harus bersabar, kita masih punya banyak waktu."


"Aku ingin sekali terbangun dipagi hari, dan melihat wajahmu. Sekarang kita sudah dewasa kita bisa membuat keputusan sendiri," ujar Rey menatap Kikan dengan dalam.


"Sekarang bagaimana, Kikan? Apakah kau mau segera menikah denganku?"


"Aku tak tahu." jawab Kikan, bagaimana ia bisa mengambil keputusan, jika dirinya baru saja mengalami hari yang begitu mengguncang. Kepalanya rasanya berputar-putar memikirkan semua serangan mendadak ini.


"Kalau kau menyerahkan keputusan ini padaku... " Senyum Rey terbit, sebelum ia menyapukan bibirnya ke bibir Kikan. "Aku bisa dengan mudah menyelesaikan masalah ini, yang perlu kau lakukan hanya berada disisiku, dan aku bisa mengurus segala kerumitan masalah pernikahan."


"Tidak, tidak.. " Kata Kikan buru-buru seraya menjauhkan diri. "Kita perlu mundur dulu sejenak, dan melihat situasi secara keseluruhan. Tidak perlu begitu tergesa-gesa, aku tentu bukan menolakmu, cuma beri aku waktu."

__ADS_1


"Yang kulihat adalah dua orang yang saling mencintai, merasa tertarik satu sama lain. Bagaimana kalau kita resmikan saja hubungan ini?"


"Aku belum yakin kenapa harus secepat itu, Kau harus segera kembali. Ini sudah malam." Lebih dari sekedar panik, Kikan menyambar tasnya, mendorong Rey menjauh. Segera turun dari mobil dan berlari keluar.


Kikan berbalik untuk melambai ke arah Rey. "Ayo, kita bicarakan ini lagi nanti." ujar Kikan dengan wajah memerah


Rey tersenyum melihat tingkah Kikan, yang tampak kaget bercampur malu dilamar dengan mendadak dan tidak romantis. Tapi Rey tidak ingin menunda lagi, ia tak ingin buang-buang waktu. Untuk apa menunda kebahagiaan. Rey melambai dan menjalankan mobil, bergerak meninggalkan tempat tinggal Kikan.


Rey pulang dalam keadaan bahagia, rasanya ia tak sabar menunggu esok, dan mendesak Kikan lagi.



Kikan mendengar ketukan pintu, di trailernya. siapa yang bertamu sepagi ini. Kikan mengabaikannya, dan menggeliat dan mencoba membuka mata. Kikan terlambat bangun, karena ia tak bisa tidur mendengar ucapan Rey semalam.


Begitu pintu terbuka, Kikan dikagetkan dengan kemunculan Rey dan Jason. Yang membawakannya sarapan. "Pagi Mom," sapa Jason.


Kikan terlalu kaget sehingga tidak sempat menjawab, "Apa yang kalian lakukan sepagi ini disini?"


"Papa mengajakku untuk sarapan bersama disini." jawab Jason.


Rey hanya menampilkan cengirannya.dan Kikan tahu apa yang ada di benak pria itu, ia akan menjadikan Jason sebagai sekutu dan membujuknya mengenai masalah semalam. Sama halnya seperti saat Jason menyarankan padanya untuk datang ke danau biru dulu. Anak itu sama gigihnya dengan ayahnya.

__ADS_1


Setelah mengajak mereka masuk, kikan segera mencuci wajahnya, dari dalam kamar mandi Kikan dapat mendengar Rey membicarakan akan memberi Jason seorang adik. Oh tuhan ia tak bisa melawan tekad lelaki itu. Dulu Rey tidak begini, dia orang yang sabar dalam mengambil tindakan dan cenderung berhati-hati. Kenapa sekarang ia jadi orang yang mendesak dan terburu-buru seperti sekarang.


Begitu Kikan bergabung untuk sarapan. Jason berkata bahwa ia tak masalah memiliki adik laki-laki atau perempuan, "Aku akan berusaha menjadi kakak yang baik, jika punya adik nanti." Kata Jason. Ia menoleh ke arah Kikan "Apakah Mom sudah hamil?" tanya nya.


Kikan terkesiap mendengar pertanyaan Jason. "Tidak, tentu saja tidak," jawab Kikan. "Kenapa kau berpikir seperti itu, aku sama sekali tidak hamil."


"Belum." sela Rey.


Kikan memelototkan matanya ke arah pria itu. Dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Bertanya tentang kegiatan Jason pagi ini. Membicarakan topik yang tidak terlalu berbahaya. Dan berusaha keluar dari jebakan Rey.


💣


Cahaya matahari memancar melalui jendela jendela tinggi. Kikan terbangun oleh cahaya yang menembus masuk. Begitu ia membuka mata, matanya langsung dimanjakan dengan wajah Rey yang tampan. Bentuk tubuhnya yang bagus, lengannya yang berotot bukti kerja kerasnya di lapangan.


Kikan menjulurkan tangan untuk membelai wajah Rey. Menelusuri hidungnya yang mancung, bibirnya yang selalu memberikan senyuman hangat, dan tiba-tiba saja Rey menggigit tangannya dan dengan pelan. "Selamat pagi nyonya Stinson," ucap Rey.


Kikan tersenyum dan membalas sapaannya. Dan mengajak suaminya untuk segera bangun. Tapi Rey malah menariknya dan merengkuh wanita itu, ketika tangannya mengelus tubuhnya dengan perlahan. "Aku tak percaya akhirnya kau setuju untuk menikahiku." ujar Rey.


"Bagaimana aku bisa menolak, kalau kau dan Jason bersatu untuk memojokkanku."


"Sudah kubilang bahwa anak itu, adalah pendukung sejati." ujar Rey.

__ADS_1


Mereka menggelar pernikahan dengan sederhana, tidak banyak yang diundang hanya keluarga dan teman-teman dekat. Selain karena Kikan tak ingin menarik perhatian seluruh kota kecil mereka, juga karena persiapannya yang pendek.


Kikan tak pernah menyesal dengan keputusan ini, rasanya kesedihan dan kesulitannya selama dipenjara terbayarkan dengan semua ini. Ia memiliki suami yang baik, anak yang berbakti. Semua ini tak pernah terbayangkan dalam pikiran Kikan sebelumnya, ia dulu hanya berharap dapat mengenal Jason dan dekat dengan anaknya. Namun ia mendapatkan jauh lebih banyak. Apalagi ibunya mau mengalah untuk kebahagiaan Kikan. Merestui hubungan mereka berdua.


__ADS_2