Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam
Chapter 9


__ADS_3

Jason terdiam memandangi ibunya, "Tapi kenapa kata katanya lebih dipercaya dari pada katamu Mom?"


Mendengar ini, Kikan tak dapat menahan pandanganya beralih menatap Rey, pria itupun menatapnya seserius Jason dan terkesan sedang berfikir, apakah Kikan yang sekarang dapat lebih dipercaya ketimbang dulu. Kikan memutuskan untuk mengungkapkan kebenaran, tak peduli bagaimana nanti harus menanggung malu akibat pengakuan tersebut.


"Karena mereka tahu betapa tergila-gila nya aku pada ayahmu, mereka menyebutnya itu obsesi, dan mungkin itu memang obsesi. Mereka pada waktu itu akhirnya tahu aku sedang hamil." sambil menghela nafas, Kikan berkata. "Aku tidak memberitahukan siapapun bahwa aku sedang mengandungmu sebelum kecelakaan itu, aku terlalu takut kalau kalau ibuku, kepala sekolah atau siapa pun termasuk ayahmu akan menyuruhku... menggugurkan kandungan, atau menyerahkan pada orang lain untuk diadopsi. Aku tak mau melakukan keduanya. "


" Mereka berpikir kau cemburu pada Lori? "


" Mereka mengatakan, bahwa aku berpikir ayahmu akan kembali padaku, kalau Lori tidak ada lagi"


Kikan menduga Jason sudah mendengar desas desus cerita itu sebelumnya, sebab seluruh cerita berporos kesana. Selama ini Kikan bertanya tanya, apa yang dikatakan orang orang tentang dirinya pada Jason. Atau bahkan mungkin orang tua Rey yang memberikan Informasi itu, bahkan Rey mungkin telah memberikan informasi yang keliru pada anaknya.

__ADS_1


"itu tidak adil!" Jason berpaling seakan ingin mendapat dukungan dari ayahnya, tapi Rey diam saja, kedua tangannya tersembunyi didalam saku depan celana jins.


"Kalau perkataanmu benar Mom, berarti selama ini kau dihukum tanpa alasan" ujar Jason ketika menatap Kikan. "Kenapa tidak berusaha lebih keras agar orang orang mempercayaimu?"


Karena Kikan hanyalah gadis berusia delapan belas tahun aneh dan bernasib buruk, yang berjuang tumbuh dewasa bersama ibu yang punya kecendrungan suka menyimpan segala macam barang. Tanpa pembela, tanpa uang untuk membayar pengacara yang kompeten, dan bukannya pengacara publik yang bekerja setengah hati. Kikan tidak punya siapa-siapa lagi, yang dapat dimintai tolong. Yang membuat keadaan semakin rumit adalah fakta ia menganggu Rey dan Lori dengan telpon gelap, tak lama setelah Rey dan gadis itu mulai berkencan. Hal yang tidak pernah terpikirkan menjadi bagian yang memberatkan kasusnya di persidangan.


Semua yang dapat membuat Kikan jatuh, sudah menjatuhkannya.


"Aku tidak punya sarana," jawab Kikan. "Aku hanya dua tahun lebih tua darimu ketika semua itu terjadi, dan benar-benar sendirian." tidak banyak yang dapat ia lakukan, terutama karena Kikan tak dapat mengatakan bahwa ia tidak terobsesi dengan Rey.


Walaupun selama ini kehidupannya sudah sangat berat, Kikan tidak pernah merasa kesedihan mendalam, seperti saat hubungannya dan Rey kandas.

__ADS_1


Tetapi ia tidak membunuh siapapun.


"Gadis itu yang sudah berbohong," kata Jason. "Apakah mom tahu dimana dia sekarang? Apa mom sudah berusaha mencarinya, dan memaksanya mengakui apa yang sebenarnya terjadi? "


Kikan sudah berusaha menghubungi, dan sudah menghabiskan waktu belasan tahun memikirkan tentang keluar dari penjara untuk mencari Via Astaria. Ia ingin sekali memulihkan nama baiknya. Tetapi ia tahu usaha semacam itu sia-sia saja. Meskipun berhasil menemukan Via, ia akan kembali berhadapan dengan kata-kata Via yang lebih dipercaya orang. Tak ada yang mau mempertimbangkan kemungkinan bahwa seorang wanita tak bersalah telah dijebloskan ke penjara, untuk waktu yang sangat lama. Bahkan seandainya Via muncul secara mendadak dan ajaib datang sendiri dan mengaku, itu tidak akan mengubah apa yang telah dialami Kikan. Lagipula mustahil untuk meyakinkan orang-orang yang sejak awal mereka tidak ingin percaya.


"Tidak." jawab Kikan. "Aku telah memutuskan untuk fokus melanjutkan hidup, dan melupakan masa lalu"


Jason menunduk menatap kaki. Ketika dia mengangkat kepala dan berbicara lagi, suaranya terdengar bergetar ragu. "Aku tak tahu yang mana yang harus aku percaya."


"Tidak apa apa," Kikan dapat memaafkannya dengan mudah, bersyukur bahwa anaknya benar benar telah berusaha. "Aku mengerti, betapa beratnya itu. Kita tidak perlu membahas masalah itu lagi, kalau kau tidak mau... Kita.."

__ADS_1


"Kukira sudah cukup untuk hari ini." Rey menyela. "Jason dan aku harus segera pergi"


Keringat kecemasan mengalir turun dipunggung Kikan, tapi Kikan tersenyum agar Jason tidak merasa terbebani meninggalkannya. Ia tentu saja tidak dapat menahan Jason lebih lama dan mengalami kesulitan dengan ayah nya. Kikan akan berusaha mendapatkan kepercayaan Jason seiring berjalannya waktu.


__ADS_2