Hatiku Terluka Dalam

Hatiku Terluka Dalam
Chapter 19


__ADS_3

Rey hampir mengabaikan ketukan pintu di esok paginya. Ia terjaga nyaris sepanjang malam, hari ini hari liburnya.


Jason bisa membukakan pintu pikirnya, Rey kembali memejamkan matanya, lagi pula, itu mungkin salah satu teman Jason.


Tetapi ketika ketukan terus berbunyi, Rey ingat Jason bahkan tidak ada di rumah. anak itu semalam menginap di rumah sahabatnya, Tristan. dengan malas ia mencoba untuk duduk.


"Sebentar!" serunya, seraya menyeret diri turun dari tempat tidur.


"Dimana kemejamu?" sergah ibunya ketika Rey membukakan pintu.


Rey menyapu rambutnya ke belakang." masih untung aku sudah pakai celana" ini adalah hari libur ibu datang pagi-pagi sekali.


"Apa kau sudah bertemu dengannya?" tanya sang Ibu sambil berjalan cepat melewati rey dan masuk ke dalam rumah.


Rey tidak benar-benar ingin mendiskusikan masalah ini. Rey tahu siapa yang dimaksud dengan dia oleh ibunya, dan tahu bahwa mereka akan memiliki pendapat yang sangat berbeda tentang Kikan. Terutama setelah apa yang disaksikannya tadi malam. Rey berharap orang-orang tidak akan mengganggunya. dan membiarkannya hidup dengan damai.


"Dia mengajak aku dan Jason sarapan di just come cafe, kenapa? itukah alasannya ke sini? Apa ada yang memberitahu Ibu soal itu?"


" Tidak. Tapi aku kaget kau tidak memberitahuku."


" Apakah aku harus memberi laporan, bagaimanapun dia hanya ingin bertemu dengan anaknya"


"Jadi... ?"


"Jadi apa?"


"Bagaimana sikapnya?"

__ADS_1


Mereka kembali ke detail-detail kecil kunjungan pertamanya dengan Kikan." Dia sangat sopan"


"Tentu saja, dia ingin membuatmu terkesan"


" Dia ingin mengenal anaknya, dia sudah mengatakan itu dengan jelas, Ibu tahu kan?"


"Itu yang dia ingin kita percaya, jangan tertipu. Dia berharap mendapatkanmu lebih dulu, aku yakin dia bersemangat menguasaimu sekarang. Kau tahu betapa terobsesinya dia padamu." Ibu Rey menatap anaknya tajam. "Kau tidak akan memulai hal seperti itu lagi bukan?"


Sekarang Rey mulai merasa, salah satu tindakan Kikan dulu telah dilebih-lebihkan selama bertahan-tahun ini. "Dia berhak mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri telah berubah."


"Apa yang akan berubah lebih baik dari dalam penjara?" sahut ibunya.


"Jangan membuat hal itu seakan mustahil, kalau tidak kenapa kita membiarkan orang keluar dari penjara?"


"Karena tidak ada cukup sel untuk mengurung para pembunuh itu. Tapi aku datang kesini bukan untuk berdebat tentang sistem hukum. Aku berharap bisa membujukmu untuk mempertimbangan sikap, jangan terlalu lemah. Mungkin dia sudah melalui banyak hal. Siapa tau orang macam apa yang dia temui ditempat itu? Aku tidak ingin dia memberi pengaruh negatif pada Jason, setelah semua yang kita lakukan untuk membesarkan Jason dengan benar. "


Rey mulai dongkol," Bu. Jason sudah enam belas tahun. Hampir dewasa, kita tidak bisa melindunginya selamanya. "


" Meski begitu, kita harus memberinya kepercayaan. Terserah dia memutuskan apakah dia mengnginkan ibunya dalam hidupnya. "


" Tapi dia tidak tahu apa yang terbaik untuk dirinya. "


" Kita juga tidak, itu masalahnya! "


" Kita lebih banyak pengalaman untuk memberinya acuan untuk mengambil keputusan. "


Sambil mendesah, Rey melemparkan tubuhnya dengan malas ke kursi di seberang ibunya." Aku tidak yakin. Aku mulai berpikir apakah kita telah melakukan kesalahan dengan memisahkan mereka. Dan jujur saja aku tidak menganggap Kikan seburuk itu. "

__ADS_1


Mata ibunya melebar. "Mungkin kau perlu bicara dengan keluarga Lori, untuk diingatkan betapa menderitanya mereka karena kehilangan putri cantik mereka."


"Aku bersimpati kepada keluarga Lori, aku tahu ibu dan orang tua Lori berteman baik, bahwa kenyamanan mereka penting bagimu, tapi bukan mereka saja yang menderita. Dan jika Kikan berkata jujur mengenai peristiwa hari itu, hukuman yang diterimanya sama sekali tidak adil."


Ibunya bangkit berdiri," Sekarang kau percaya dia tidak bersalah? "


" Tidak ada yang dapat membuktikan dia bersalah atau tidak. "


" Kalau begitu lihatlah fakta yang ada. Itu yang membuat mereka menyatakan dia bersalah, bukan? Dia cemburu ketika kau berpacaran dengan Lori. Itu yang menyebabkan dia berusaha melenyapkan nyawa gadis itu. Mobil Kikan lah yang menabrak Lori, dan dia yang duduk di belakang kemudi. Bahkan ada saksi di dalam kendaraan itu. "


Yang mungkin berbohong, tetapi Rey tidak mengucapkannya, karena yakin argumen itu hanya akan memanas jika mereka terus membicarakan masalah ini." Kita tidak tahu persis apa yang terjadi, " ia bersikeras.


" Apa sih yang merasukimu? " Tanya ibunya." Baru minggu lalu kau berharap sama dengan seluruh keluarga agar Kikan pergi ke tempat lain."


itu sebelum Rey bertemu dengan Kikan, dan sebelum kejadian semalam. kedua pertemuan itu memberi pengaruh sangat besar padanya. jauh lebih mudah untuk membenci orang yang tidak ada. kini setelah melihat betapa kontras yang sesungguhnya dan monster yang orang ciptakan dalam pikiran mereka, Rey mengerti bahwa komentar-komentar negatif dan pendapat orang telah menyulut ketakutan dalam dirinya. yang mungkin tidak berdasar.


" Aku mungkin tidak ingin dia kembali. Aku menulis surat padanya dan sudah menyampaikannya." Rey tidak mengatakan bahwa itulah surat yang ia harap tidak pernah ia kirimkan. Tapi kota ini adalah rumahnya, seperti rumah kita juga. dia bisa datang ke sini kalau mau, dan tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menghalanginya."


" Jadi kau sudah memutuskan? kau akan mendukung hubungan dia dan Jason?"


" Kalau itu yang diinginkan Jason, ya... kecuali Kikan melakukan sesuatu yang tampaknya salah."


" Dan saat itu terjadi, semua sudah terlambat. "


" Itulah resiko yang harus kuambil"


Rey teringat ketika berbelanja bersama Devan. Ibunya tidak akan senang jika tahu mereka berusaha membantu Kikan, tetapi Rey tidak menyesalinya. memberikan Kikan barang-barang yang diperlukannya dirasa Rey sebagai tindakan yang tepat.

__ADS_1


Note:


🐾Tolong bantu karya author, dengan bom like, dan dukungan vote agar author lebih bersemangat lagi untuk update☺️🐾


__ADS_2