Hidden Love

Hidden Love
10. Olahraga lagi


__ADS_3

Kembali bertemu dengan pelajaran olahraga, setelah dua minggu tidak bertemu karena guru olahraga mereka ada kegiatan yang Yuli tidak mengerti. Dia senang-senang saja karena tidak ke lapangan dan panas-panasan, meskipun mereka tetap harus merangkum dua bab dalam dua minggu.


Yuli bercermin di ponselnya untuk memastikan kalau rambutnya sudah rapih, yah setidaknya jangan terlalu acak-acakan. Kemudian dia memasukkan ponselnya pada tempat pensil, mengapit benda itu diantara buku catatan dan buku paket olahraganya.


Dia melihat ke arah sekitar, Kia sudah tidak ada dikelas, berarti perempuan itu meninggalkan Yuli. Dia kemudian berdiri dan berlari kecil agar bisa menyusul Kia yang tampaknya baru sampai tangga. Namun gerakannya terhenti begitu ada yang memanggilnya.


"Oit Blis." Yuli mendengus, meskipun tetap saja dia memelankan langkahnya. Tanpa menoleh, Yuli tahu Angga berhasil mensejajarkan dirinya dengan Yuli.


"Apa?!" mood Yuli dari pagi memang lumayan kacau. Dia sendiri tidak tahu kenapa. Ditambah akhir-akhir ini Yuli kembali sensitif lagi pada Angga, sekali lagi dia tidak tahu kenapa.


"Santai dong. Lo yakin mau olahraga? Masih pusing gak bekas pingsan?"


Yuli mendengus lagi mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Angga. Oh ayolah, kejadian itu sudah dua minggu yang lalu. Dan lelaki yang kini jalan beriringan dengannya baru bertanya sekarang?

__ADS_1


Kemana saja kamu, Mas Angga?


"Please deh, itu dua minggu yang lalu ya! Dan stop ikutin gue!" Yuli membalas dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.


Angga tidak jawab, laki-laki itu malah mengernyit dan hal itu berlangsung sampai mereka berhasil menuruni tangga dan lapangan tidak begitu jauh lagi.


"Gue gak ngikutin loh Blis, kan tujuannya sama," jawab Angga kemudian ketika mereka sudah memasuki area lapangan.


Yuli tidak membalas, perempuan itu langsung menambah kecepatan jalannya dan dia langsung mendudukan dirinya di dekat Kia yang sudah mengobrol dengan anak kelas lain yang jadwal olahraganya bersamaan dengan kelas mereka.


Perempuan itu juga beberapa kali melirik ke arah Angga yang juga mengobrol sama temen sekelompoknya. Iya, Gamers Kelas. Dimana jarak dia sama Angga cuma tiga langkah. Tapi cowok itu membelakangi ng, membuat Yuli merasa dia bakalan aman untuk melirik-lirik ke arah Angga.


Yuli tidak sadar saja pada Hada yang sedari tadi senyum tidak jelas memperhatikan gerak-gerik Yuli seraya melirik juga ke arah Angga yang belum sadar lirikan Yuli karena fokus mendengarkan cerita Latif yang jarang lelaki itu lakukan.

__ADS_1


Yuli bosan, akhirnya memilih untuk berjongkok kemudian memainkan batu-batu kecil disana.


"Ooh Angga sama Raeni sekarang,'' ucapan Dzikya itu cukup membuat fokus Yuli terbagi lagi. Dia kembali melihat ke arah Angga dan mendapati seorang perempuan lagi meyandar pada pundak Angga sementara Angga nahan lengannya supaya perempuan itu tidak lekas merubah posisi mereka.


Itu sudut pandang Yuli.


Padahal kejadian aslinya tidak seperti itu.


Tadi, Angga sedang mengobrol dengan Dzikya, Hada, dan Latif. Biasa, kalau sudah berkumpul suka lupa sekitar. Tepat pas dia mau balas omongan Dzikya mengenai 'waifu atau bias' tubuhnya tiba-tiba terdorong. Angga refleks memegang lengan orang yang menabraknya, supaya orang itu tidak semakin dekat dengan dirinya. Sementara orang yang mendorongnya adalah perempua, sekelas dengan mereka, Raeny malah meyandarkan kepalanya pada pundak Angga dan matanya melotot. Sepertinya dia juga terkejut.


Perempuan itu langsung meminta maaf berulang, Angga sudah tidak apa-apa tapi Raeny terus-menerus meminta maaf sampai guru olahraga mereka datang.


Tepat setelah guru itu duduk dan megucapkan salam pembuka, Yuli mengangkat tangannya dan berucap, "Bu, boleh saya ijin ke UKS? Kepala saya pusing."

__ADS_1


Suara perempuan itu tampak bergetar


__ADS_2