Hidden Love

Hidden Love
06. Pertengkaran Kelas


__ADS_3

Kalau ada yang tanya, kenapa Yuli memanggil Angga 'setan', Yuli tidak bisa dengan jelas memberi tahu alasannya.


Kata 'setan' itu pertama kali dia ucapkan murni umpatan Yuli buat Angga, tapi karena dia sampai saat ini sering kemusuhan sama Angga karena Kia terus-terusan menjodohkan dia sama Angga alhasil Angga jadi pelampiasannya dan Yuli kebiasaan panggil laki-laki itu dengan sebutan 'setan'.


Dari awal masuk kelas 11 juga, dia tidak berniat untuk punya rival, terlebih itu Angga. Yuli sudah merasa cukup dengan rival-rival yang dia punya sebelumnya. Yuli sudah berniat untuk menjadi anak baik dan polos di kelas 11 ini.


"Laper," ucap Yuli dan langsung mengambil bekal di dalam tasnya, sebenarnya sudah diniatkan untuk istirahat nanti, dan sekarang masih jam pelajaran kedua. Tapi, karena lapernya sekarang yasudah, memanfaatkan jam kosong.


Yuli dengan acuh mengunyah makanannya, kakinya terus-menerus bergerak menendang kursi yang ada didepannya, tanpa memperdulikan siapa yang duduk disana.


"Woi! Diem dong!" Bentakan dari suara berat itu membuat Yuli langsung berhenti mengunyah dan mencengkeram sendok yang ia pakai.


Okay, dia tahu ini suara siapa. Tapi, Yuli benar-benar tidak sadar kalau orang ini duduk didepannya hari ini.


"Asem dah pagi gini ketemu Iblis." Angga berucap ketus lalu kembali menghadap ke depan. Kembali fokus pada buku pelajaran yang sedang ia baca.


"Kenapa? Setiap Yuli ingin santai selalu ada Setan di dekat Yuli? Kenapa?" ucap Yuli dengan nada yang dilebih-lebihkan kontras dengan wajah kelewat datar dan mulut yang kembali mengunyah.


"Pantes gak bisa konsentrasi, ada Iblis yang lagi mempengaruhi biar gak belajar. Terkutuk emang." Angga sempat-sempatnya membalas ucapan Yuli padahal katanya lagi belajar.


"Setan suka gitu ya. Suka ngedadak. Pemberitahuan dari seminggu yang lalu, ngapalin bisa pas malem malah pas mau pelajarannya. Untung jamkos."


Hidden Love


Widia, Dian sama Hana itu kelompok pergaulan lain dari kelas C selain Gamers Kelas. Beda sama Gamers Kelas yang mendapat julukan dari anak-anak kelas, tiga perempuan ini memperkenalkan diri mereka sebagai WDH Squad.

__ADS_1


Jelas, WDH diambil dari huruf pertama nama mereka masing-masing.


Kalau Gamers Kelas terbentuk karena kesukaan mereka terhadap game maka WDH terbentuk karena mereka suka kpop.


Jadi, kesimpulannya mereka ini sama-sama kpopers dan menonjol diantara yang lain karena suka dance cover juga.


Kelas C bukan cuma dikenal karena pertengkaran antara Angga sama Yuli, ada pertengkaran lain yang cukup asik untuk ditonton dari kelas C.


Yaitu WDH vs Dzikya atau WDH vs Hada.


Pernah ada yang bilang kalau WDH sama Gamers Kelas ini musuhan. Padahal cuma Dzikya sama Hada yang sering berantemnya, kadang Angga ikut serta sama Dzikya. Memang hanya Latif yang tenang dari Gamers Kelas.


Seperti sekarang saat jam istirahat, Latif diam sembari menyimak Dzikya dan Widia yang saling lempar sorotan mata tajam. Laki-laki itu sesekali meminum es tehnya dan dengan tidak tahu dirinya dia mengambil keripik Dzikya yang belum tersentuh sama empunya lantaran lebih memilih debat sama WDH.


Sebenarnya, hanya Widia dan Hana. Karena Dian lebih memilih duduk di bangku Angga untuk mengobrol dengan Jani. Angga disana, berdiri dan tampak menyimak apa yang dua orang itu obrolkan.


Memang, anak kelas di jam istirahat lebih memilih untuk istirahat di Kantin. Namun, beberapa memang ada yang menjadi penunggu kelas. Ke Kantin hanya untuk beli makanan lalu dimakan di Kelas.


"Hilih kenyataannya kok! Heran padalah orang yang oplas kok disukai." Dzikya membalas lagi, dari nadanya sudah ketahuan kalau lelaki ini tidak mau mengalah.


"Heleh, lah situ suka sama yang 2D." Kali ini Widia yang berbicara.


"Yah biarin setidaknya mereka gak oplas." Kemudian Dzikya balas lagi.


"Mereka gak oplas Dzik, lihat gue. Gue sejenis sama oppa-oppa Korea dan gue masih ganteng lahir batin," ucap Hada yang malah membuat suasana terasa semakin keruh.

__ADS_1


"Heh tisu basah diam ya Lo! Ngaku-ngaku mulu sejenis sama bias-bias gue," protes Hana kemudian.


Baru saja Hada mau membuka mulut lagi untuk membalas, suara Angga berhasil bikin dia menarik kembali ucapannya.


"Berantemnya pause dulu. Duo fujo mau ngasih WH sama Dzikya penerangan dulu."


Angga menggeserkan badannya yang kemudian menampilkan Jani dan Dian dengan wajah tanpa ekspresi.


"Latif, saya mau tanya. Menurut Anda, ngenesan kpopers atau animers sih?" Tanya Dian pertama kali, nadanya datar tidak seperti biasanya.


"Kpopers!/Animers!" Bukan Latif yang menjawab, itu Dzikya sama Hana yang bersuara secara bersamaan.


Latif menghela nafasnya lelah, "Ngenesan gue karena harus jadi saksi setiap mereka berdebat."


"Latif wibu apa kpopers ?"


"Manusia," jawab Angga kemudian, membuat Yuli yang sedari tadi menyimak dari meja guru mengumpat pelan.


"Begini. Kpopers mengenaskan karena dia selalu menikmati keindaan bias setiap harinya. Kita juga sering menyebut bias sebagai suami, padahal bias gak tahu kita napas apa nggak," jelas Dian kemudian, masih dengan datar.


"Animers mengenaskan karena selalu mengharapkan waifu/husbando sebagai orang nyata. Berharap bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama, padahal kita tahu waifu dan husbando itu gak nyata," sambung Jani, kalau Jani memang sudah terbiasa datar, jadi bukan pemandangan aneh.


Dzikya, Widia dan Hana mengerjap-ngerjapkan matanya.


Mungkin jika ini adalah komik, dada mereka sudah tertusuk panah lantaran tertohok mendengar ucapan dua fujo itu.

__ADS_1


tbc—10.9.19


__ADS_2