Hidden Love

Hidden Love
Pertemuan tak Disengaja


__ADS_3

Sekar melajukan mobilnya marah. Baru kali ini ia mengingat Mamanya. Setelah bertahun-tahun sejak kepergian wanita yang ia paling cintai, ia berusaha melupakannya agar bisa tenang.


Ingatan tentang perlakuan Papanya membuat Sekar makin bersedih. Dimana hatinya yang berusaha untuk lupa akan itu semua. Melihat Papanya terbaring, ia malah tidak kasihan, melainkan menjadikan dirinya semakin ingat dengan mendiang Mamanya.


"Mama, aku rindu." Gumamnya dalam mobil, tak terasa ia menitikkan air mata. Saat ini ia benar-benar sangat merindukan Mamanya.


"Andai saja kau masih ada. Mungkin aku tidak serapuh ini. Bahkan harus mengejar orang yang tak pernah mencintaiku." Sekar tak kuasa menahan tangisnya. Ia segera menepikan mobilnya di jalan yang sepi. Sekar ingin menenangkan dirinya agar segera melupakan semua kenangan yang menyedihkan.


Sekar terus terisak dalam mobilnya. Ia menundukkan kepalanya pada setir mobil. Sungguh, saat ini ia sangat merindukan kasih sayang. Meskipun ada Papanya, tapi Sekar tidak pernah merasakan itu semua. 


Ingatan masa kecilnya semakin menguat saat ia berusaha melupakan. Tangis Sekar mungkin terdengar dari luar, sebab isak tangisnya saat ini makin menjadi. Hatinya merasa sangat terluka dan penuh dengan kemaraha. Tapi ia tidak tahu pada siapa.


"Huaa, Mama. Kenapa seperti tidak ada seorang pun yang menyayangiku. Hiks." Sekar makin sesegukan.


"Hei! Apa ada seseorang di dalam?" Tiba-tiba seseorang berpakaian lengkap dan gagah mengetuk keras kaca mobilnya.


Sekar pun sampai terkesiap dalam tangisnya. Ia segera membuka pintunya dan keluar.


"Maaf, apa Anda baik-baik saja? Saya petugas keamanan di daerah sini. Saya lihat mobil Anda sedari tadi tetap di sini." Ucap lelaki berbadan tegap memakai seragam lengkap. Ia adalah polisi yang patroli di jalan setiap malam untuk menjaga keamanan.

__ADS_1


"Iya, Pak. Saya baik-baik saja." Terang Sekar merasa tidak enak. Matanya masih sembab dan rambutnya acak-acakan. 


"Baiklah. Saya harap Anda selalu berhati-hati di daerah sini. Di daerah ini sangat terkenal rawannya." Jelas polisi yang terlihat masih muda itu dengan tetap memperhatikan Sekar yang masih sesegukan kecil.


"Baik. Saya minta maaf sudah membuat Bapak repot." Baru Sekar akan masuk ke dalam mobil, namun lelaki di depannya menahan tangannya.


Sekar sejenak heran. Apa yang dilakukan pria ini.


"Apa kita boleh berkenalan? Setidaknya sebagai teman." Entah apa yang membuat Dendy menahan tangan wanita di depannya. Ia merasa iba terhadap wanita itu.


"Tentu, Pak." Senyum Sekar walau terpaksa.


"Saya, Sekar Florista. Biasa dipanggil Sekar." Ucap Sekar membalas perkenalan itu.


"Kalau begitu saya izin pulang dulu. Permisi." Sekar langsung masuk ke dalam mobilnya. Ia melajukan dengan pelan. 


Dendy hanya memandang mobil Sekar pergi menjauh.


"Sekar Florista." Gumamnya kemudian memandang telapak tangannya tersenyum tanpa arti.

__ADS_1


Sekar kini memutuskan untuk batal ke rumah Sastra. Saat sampai di perempatan, ia malah menuju jalan ke VIP Club. Tempat dimana Sekar menghilangkan semua kesedihannya. Tempat itu adalah tempat satu-satunya yang ada di daerah desa. Pengunjungnya adalah orang-orang yang memang sudah tidak kekurangan apapun.


"Kar!" Panggil seseorang saat Sekar baru masuk.


"Bebby?" Panggilnya yang juga nampak tidak percaya.


"Sekar, kamu ngapain di sini?" Tanya wanita yang sekarang sudah di depannya.


"Sekar biasa kemari, By." Senyum Sekar paksa. "Lalu, kamu ngapain di sini?" Sekar balik bertanya.


"Aku sedang diberi tugas oleh bosku. Sore tadi aku diantar kemari." Tutur teman lama Sekar. Bebby adalah teman kecil Sekar sewaktu di kota.


Mereka pun memilih duduk untuk bercerita karena sudah lama tidak bertemu. Bebby dan Sekar bercerita pasal kehidupannya. Bebby yang kini sudah bekerja sebagai orang kepercayaan untuk mengecdk semua club milik pengusaha kaya. Dulu Bebby adalah anak yang sangat manja dan terkaya, namun sejak orang tuanya meninggal ia jatuh miskin. Sejak itu, Bebby berubah menjadi mandiri dan baik. Sekar juga menuturkan semua yang ia alami mulai dari kisah asmaranya, sekolahnya bahkan Ayahnya yang kini sedang sakit.


Bebby terkejut mendengar Papanya Sekar yang sedang sakit. Ia meminta maaf karena tidak bisa menjenguk. Mungkin lain kali, karena ia pasti akan ke sini lagi.


Sayang sekali, mereka harus segera berpisah karena Bebby akan segera kembali. Bahkan, Sekar sampai lupa akan rencananya yang datang untuk bersenang-senang.


"Sampai jumpa, By!" Teriak Sekar menyaksikan mobil yang membawa Bebby semakin jauh. 

__ADS_1


__ADS_2