Hidden Love

Hidden Love
01. Paginya Yuli


__ADS_3

Yuliandra Dewi.


Salah satu murid yang saat tahun pertamanya sempat menjadi ikon kelas.


Dan mungkin, dia dan Angga berada di tingkat kepopuleran yang sama.


Yuli populer bukan karena dia anak OSIS, pemenang olimpiade, pejabat organisasi eskul atau selebgram.


Dia cuma murid biasa yang datang ke sekolah dengan tujuan belajar meskipun dia sendiri merasa malas. Yuli berisik tapi mudah akrab, itu adalah salah satu poin yang membuat Yuli sepopuler sekarang. Karena dia friendly.


Rumahnya lumayan jauh dari sekolah, hal itu sering dia jadikan sebagai alasan bila dirinya datang terlambat.


Di tahun pertama Yuli selalu memakai alasan itu jika datang telat, rumah yang jauh atau terjebak macet. Awalnya guru-guru terima begitu saja, namun semakin sering Yuli terlambat semakin sulit pula ia mendapatkan surat ijin untuk masuk ke kelas dari guru pengawas di hari itu.


Sebenarnya, alasan Yuli sering terlambat adalah telat bangun, itu saja.


Yuli sadar kalau guru-guru mulai curiga pada dirinya, oleh karena itu, jika ia bangun telat Yuli selalu memilih untuk membolos dan mengabari temannya kalau ia sakit atau ada urusan keluarga.


Lupakan satu keburukan Yuli yang sudah nyaman dia lakukan itu.

__ADS_1


Sekarang, perempuan itu sudah ada di kelas barunya. Kelas 11-IPA 3 atau singkatnya 11-C. Yuli lumayan akrab dengan beberapa anak di kelas ini, terlebih ada sekitar empat orang yang dulu satu kelas dengannya pada tahun pertama.


Yuli paling dekat dengan Rizkia Putri atau akrabnya dipanggil Kia, mereka dulu memang tidak sekelas namun keduanya pernah terlibat dalam satu ekstrakurikuler yang sama.


"Yul, kenal Angga?" tanya Kia, memecahkan keheningan diantara keduanya. Mereka cukup lama terdiam setelah membicarakan tentang siapa saja yang menjadi teman sekelas mereka setahun ke depan.


"Yang anak OSIS itu kan? Tau sih, cuman belum pernah ngobrol." Jawaban itu kemudian diangguki oleh Kia.


"Tahu nggak?" tanya Kia lagi.


"Tahu apa?" Yuli balik bertanya.


Atau khas seorang perempuan yang senang mengetahui fakta kalau dirinya sekelas dengan laki-laki yang ia sukai.


Dan perkiraan kedua itu, membuat Yuli yakin kalau Kia suka sama Angga.


Perempuan berambut sebahu itu lantas memfokuskan dirinya pada Angga yang tampak sibuk berbicara pada teman sebangkunya.


"Terus kenapa? Lo seneng sekelas sama Angga?" tanya Yuli dengan datar.

__ADS_1


Kia terkesiap"Bukan! 'Dia' yang gue maksud itu bukan Angga. Tapi, dia yang itu." Jari telunjuk perempuan itu kemudian mengarah pada seorang laki-laki yang sibuk bersama kelompoknya di depan kelas.


"Oh. Yang waktu itu Lo curhatin bukan sih?" tanya Yuli lagi, terdengar tidak minat.


Kia kemudian mengangguk santai, "Terus Yul, gue pikir bakal terjadi sesuatu diantara Lo sama Angga deh. Kalian cocok kalau jadi pasangan."


Yuli langsung berdiri, "Ck, cuma sekedar tahu nama aja. Gue gak minat dia," jawabnya dengan nada ketus. Terdengar jelas kalau Yuli tidak menyukai hal itu.


"Ih serius cocok! Gue rela loh jadi cupid kalian!"


Yuli berdecak pelan kemudian menghela napasnya, mood-nya tiba-tiba turun drastis. Lagipula, siapa coba yang tidak akan kesal ketika dijodoh-jodohkan dengan seseorang yang tidak ia kenali betul?


Dan berakhirlah, pagi hari di hari pertama sekolah Angga dan Yuli menjalani harinya dengan rasa kesal dan badmood.


Angga yang kesal karena diabaikan Dzikya dan keadaan kelas yang berisik.


Dan Yuli yang kesal karena dijodoh-jodohkan.


Tbc—8.8.19

__ADS_1


__ADS_2