Hidden Love

Hidden Love
Kelulusan


__ADS_3

Nampak dari luar suasana sekolah sangat ramai. Mulai dari depan gerbang sampai lapangan, semua dipenuhi siswa-siswi. Semmua nampak berbahagia karena pengumuman kelulusan. Ada juga yang membawa cat semprot bahkan baju mereka ada yang sudah diberi motif berbagai macam lukisan.


Mobil yang Dyana naiki perlahan menuju parkiran. Saat Dyana turun tak lepas mata semua siswa memperhatikan. Seakan mereka berkata, wah siapa lagi yang dibawa Dyana.


Adit pun ikut turun, tanpa mempedulikan pandangan aneh orang-orang. Dyana segera menggiring sepupunya menuju papan pengumuman. Dilihat namanya ada dan dia lulus. Tapi, seakan ada yang kurang, Dyana juga melihat nama Sastra untuk memastikan. Ternyata Sastra juga lulus. Dia jadi celingukan mencari orangnya tapi tidak ditemukan. Mengingat Sastra dia jadi ingat Sekar. Kembali ia melihat ke sekeliling tapi Sejar pun tidak terlihat.


'Kenapa mereka berdua tidak terlihat?'


"Gimana kamu lulus 'kan?" Adit mengagetkan.


"Iya, Kak. Nampaknya semua siswa lulus. Aku ga nyangka, rasanya baru kemarin aku mendaftar sebagai siswa di sini."


"Cie... belum apa-apa kamu sudah kangen. Sepertinya kamu sangat akrab dengan teman-teman." Adit berkata tapi Dyana merasa seakan Adit meledeknya. Bagaimana mungkin mereka akrab, bahkan sedari tadi banyak teman sekelasnya yang lewat tapi dia tidak dianggap.


"Iya, aku pasti akan sangat merindukan mereka." Senyum Dyana getir namun Adit tak menyadari.


"Dy!" Tiba-tiba ada yang memanggil Dyana dari belakang.


"Dewi!" Dyana memeluk Dewi seakan lama sekali ridak bertemu. "Kamu lulus kok!" Katanya.


Dewi yang ingin memastikannya sendiri langsung melihat papan. "Ternyata benar, sekarang kita sudah lulus, Dy," ucapnya.

__ADS_1


"Lalu, Ony mana?" Dyana melihat ke belakang. Namun, tidak ada kekasih Dewi itu.


"Ony lagi sama teman-teman. Aku yang akan melihatkan hasilnya," sahut Dewi.


Sebelum banyak siswa datang...


"Wah! Selamat Sastra! Kamu mendapat nilai terbaik di jurusan IPA," ucap salah satu petugas TU.


"Terimakasih, Pak. Oh ya, saya ingin mengambil surat keterangan lulus," pintanya. Dengan segera petugas itu mengiyakan lalu mencetakkan.


Sastra sejenak memandang jauh dari balik jendela ruang TU. Dia mengingat bagaimana terakhir kali pulang duluan bersama Dyana.


Petugas TU yang melihat Sastra melamun tersenyum, "Kamu pasti akan sangat merindukan masa SMA," omongnya.


"Tentu saja, Pak." Sastra mengambil SKL yang diberikan, tidak lupa mengucapkan terimakasih. Setelah itu, dia langsung menuju ke mobil dan pulang. Dia tidak peduli dengan acara yang akan diselenggarakan.


***


Tarian pembuka telah usai. Kini sambutan dari kepala sekolah. Dyana terlihat sekali tidak tenang, bagaimana tidak, ia sama sekali tidak melihat Sastra. Adit ikut menemani duduk di sana.


Adit juga menyadari gelagat Dyana yang mencari-cari seseorang. Dia pun tahu siapa yang adiknya itu cari.

__ADS_1


'Kalau kamu cinta seharusnya kamu berjuang.'


Sambutan-sambutan telah berlalu, Dyana melaluinya tanpa sedikit pun masuk ke otaknya. Entah apa yang dibicarakan, matanya memang melihat ke depan tapi pikirannya ke Sastra. Sedikit-sedikit dia menengok ke sekeliling tapi orang yang ia cari tidak ada.


Sampai ke pengujung acara, saatnya pengumuman nilai terbaik di setiap jurusan.


"... jurusan MIPA yang mendapat nilai terbaik adalah Sastra Darmana."


Tepuk tangan begitu meriah, tapi sekejap langsung hening. Karena orang yang dipanggil tak muncul. Nampak salah seorang petugas TU berbicara dengan MC. Lalu, pembacaan nilai terbaik dilanjutkan.


"... jurusan IBB adalah Dyana...."


Tidak ada tepuk tangan, semuanya malah berbisik-bisik. Mereka seperti berbicara 'Ih... sungguh tidak pantas.'


Dyana maju ke depan tanpa riuh siswa, ia mengucapkan berterimakasih dan segala syukurnya. Dyana masih saja sempat melirik ke segela arah melihat Sastra. Walaupun sudah di atas panggung, tapi dia benar-benar tidak melihat Sastra.


Sampai acara pulang dia tidak bertemu Sastra. Ada rasa kecewa di hatinya.


'Kenapa dia tidak datang.'


Tanpa Dyana rungu mobil Sekar berpapasan dengannya di jalan raya.

__ADS_1


__ADS_2