Hidden Love

Hidden Love
02. Sejarah


__ADS_3

Ini bukan sejarah tentang dinosaurus ataupun perang dunia. Ini juga bukan sejarah tentang terbentuknya bumi.


Ini sejarah dimana Angga dan Yuli jadi sensitif terhadap satu sama lain.


Sekitar sebulan mereka sekelas. Belum ada kejadian menarik sampai sekarang. Baik Yuli maupun Angga masih nyaman sama kelompok mereka di kelas.


Pagi ini, Yuli berjalan santai ditemani earphone yang terpasang di kedua telinganya. Matanya terfokus pada ponselya yang sedang menampilkan sebuah artikel.


Artikel tentang ramalan zodiak, meski sudah banyak yang sudah tidak peduli sama ramalan zodiak, Yuli masih masuk pada golongan yang peduli, beberapa kali juga ramalan itu benar-benar terjadi padanya. Hanya beberapa kali, tidak semuanya.


"Terlibat jalinan asmara dengan musuh?" Yuli bergumam. Alisnya menekuk tanda ia berpikir.


"Gue kan gak punya musuh." Dia bergumam lagi.


Tiba-tiba dia merasakan sesuatu menyentuh dahinya yang tidak tertutupi oleh poni seperti biasanya, poninya hari ini sengaja ia pakaikan jepit. Dia mendongak, matanya mendapati tiang listrik, mendongak lagi ada tangan orang di dahinya.


"Handphonenya dilanjut ntar aja. Saking fokusnya Lo nyaris tabrakan tahu. Kan kasian tiangnya, ntar viral lagi dia."


Yang asalnya Yuli berniat berucap 'makasih' yang banyak, tiba-tiba luntur lantaran ucapan barusan yang ia yakini itu suara laki-laki. Dan tampaknya suara ini tidak asing ditelinganya.


"Ish, gue juga bisa ngehindar tau! Gue nyadar kalau di depan gue ada tiang tapi tangan Lo yang nahan kening gue. Modus ya Lo?"

__ADS_1


Laki-laki itu mengerlingkan matanya malas, dia lepas tangannya dari dahi Yuli lalu menghela napas. Tampaknya dia tengah menahan kesal.


"Salah Angga apa? Mau nolong malah difitnah," gumamnya, dan itu masih terdengar oleh Yuli.


"Salah Lo tuh, lantaran Lo muncul tiba-tiba! Dasar Setan!"


"Salah Angga apa? Mau nolong, difitnah sekarang dituduh setan lagi. Apa mata orang ini buta? Angga kan manusia. Kayaknya emang buta deh, soalnya tiang juga gak dia lihat tadi, gue yakin." Lagi-lagi Angga bergumam dan gumamannya itu masih bisa ditangkap oleh telinga Yuli dengan jelas lantaran jarak mereka hanya dua langkah.


"Lo Setan, lantaran Lo tiba-tiba muncul!"


"Eh Angga?" Yuli tiba-tiba tersadar, itu Angga.


"Lo sama Angga kayaknya cocok deh."


Hidden Love


Kelas C sekarang rusuh lagi. Bukan pemandangan aneh kalau kamu masuk ke kelas dan disambut anak-anak yang mengerjakan PR berjamaah atau anak-anak yang berebutan contekan.


Seperti sekarang, Kia masuk ke kelas disambut oleh lemparan buku dari temannya, tidak tahu punya siapa.


Kia langsung fokus sama nama dan mata pelajaran yang tertulis di buku itu. Matanya langsung membulat sewaktu selesai membaca.

__ADS_1


"MTK!" Dia refleks lari ke meja Latif yang sudah biasa dijadikan gudang contekan. Latifnya pun sudah tidak keberatan, meski di beberapa saat laki-laki itu sering menggerutu sendiri.


"Ih gue dulu yah yang nyontek! Gue datang duluan kesini, Setan!"


Suara Yuli menyapa pendengarannya membuat dia berhenti di bangku Pitri, KM kelas ini.


"Pitri juga udah tahu kalau gue yang datang duluan. Lo gak lihat gue cuma butuh satu jawaban. Dan berhenti panggil gue setan!"


Sekarang suara berat Angga yang ditangkap oleh telinganya.


Kia menoleh dan matanya menangkap pemandangan Angga dan Yuli yang sedang bersitatap dengan Pitri ditengahnya yang memperhatikan mereka berdua.


"Kalian jadi gak sih lihatnya? Kalau nggak aku mau ngasihin ini ke Kia." Pitri mulai jengah sama perdebatan yang tidak penting dari Angga dan Yuli, menurutnya.


"Jadi!" ucap mereka serentak.


"Yaudah, berhenti berantemnya. Lihat bareng kan bisa." Mereka berdua pun mengangguk pasrah.


"Kalian ngobrolnya seru yah! Makin cocok aja." Kia bersuara setelah menyimpan buku yang tadi kena dia, dia simpan asal sebenarnya.


Dan berkat ucapan Kia barusan, Yuli makin sensi sama Angga.

__ADS_1


Dan Angga sensi lantaran Yuli memanggilnya setan terus.


Tbc—10.8.19


__ADS_2