Hidden Love

Hidden Love
VIP klub


__ADS_3

Sekar masuk kembali ke dalam club.


Ia sudah tidak sabar untuk membius otaknya dengan berbagai macam minuman beralkohol yang tersedia.


"Ko, ku minta dua botol." Begitu pinta Sekar pada bartender yang sudah sangat akrab dengannya.


Koko hanya menjawab dengan senyum sembari memngambilkan minuman yang Sekar minta.


"Sendiri?" Tanya Koko.


"Hem." Sekar hanya berdehem lalu berlalu ke duduk dan menikmati musik. Hari ini club sangat ramai. Ia bisa melupakan sejenak pikirannya yang mumet.


Musik begitu menggelegar, pri atau wanita semuanya pogo di dalam ruangan yang menyenangkan itu.


Sekar mengeluarkan batang rokok dari dalam sakunya. Entah sejak kapan ia membawanya. Dihisapnya barang kecil itu, perlahan asapnya dihembuskan lewat hidung dan mulut. Rasanya sangat nikmat seperti semua beban di pikirannya lenyap. Tidak lupa minuman yang ia pesan dituangkan sedikit demi sedikit. Sekar hanya duduk di pojok melihat kebingaran suasana malam. Ia datang sendiri dan tidak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti.


Koko yang memperhatikan sejenak khawatir, perempuan yang sudah seperti adiknya itu nampak sangat frustasi. Tidak terlihat memang, tapi caranya minum dan meroko sangat ganas hari ini. Sekar sebelumnya tak pernah seperti itu. Biasanya ia hanya minum sedikit lalu ikut menikmati musik dj seperti yang lainnya.


Dendy masih berpatroli dengan motor gede milik kepolisian. Ia terus menyusuri jalan-jalan besar. Bukan cuma itu, Dendy adalah petugas yang biasa memantau tempat-tempat hiburan. 

__ADS_1


Dendy menuju ke klub yang sudah lama diincar. Kali ini ia tidak pergi sendiri, teman polisi lainnya juga akan ikut. Mereka ke sana untuk mengadakan razia, obat terlarang.


Mobil kepolisian dengan segera menuju ke tempat hiburan yang satu-satunya ada di sana. Di VIP klub itu sudaha berulang kali ditangkap bandar narkoba dan penyalahgunaan benda terlarang itu. Selain itu, pihak keamanan memastikan agar di tempat tersebut tidak dijadikan tempat prostitusi. 


Semua pengunjung serentak diam melihat kedatangan para polisi.


"Silahkan semua berkumpul di sini." Salah satu petugas mencoba menyuruh dengan baik-baik.


Beruntung semua menurut. Tidak ada yang berani melawan, polisi gabungan sangat banyak hingga menutupi jalan keluar. 


Sekar yang tengah menikmati minumannya sambil merokok juga ikut terkesiap. Sekar sudah setengah mabuk. Ia sudah menghabiskan hampir dua botol wine, tinggal beberapa mili pada botol yang satunya. Saat mendengar perintah berkumpul, Sekar terpaksa mengkuti peribtah agar tak membuat polisi bertindak tegas.


Dendy yang ikut mengatur orang-orang yang akan diperiksa tiba-tiba melihat bayangan wanita yang ia temui di jalan tadi.


Dendy memicingkan matanya di dalam ruang yang temaram itu. 


"Benar. Bukannya itu Sekar?" Pekiknya terkejut. Ia tidak menyangka akan menemukan perempuan itu di sini.


Pemeriksaan dilakukan bergantian. Pihak pemeriksa mengetes semua orang tanpa kecuali. Sampai saat ini adalah gilirang Sekar. 

__ADS_1


Dendy semakin tak percaya, ternyata orang di depannya benar-benar Sekar. Dia heran melihat Sekar yang berjalan khas orang mabuk dan di jarinya terselip rokok. Sampai salah satu petugas menegur.


"Dik, Dik tolong rokoknya dibuang dulu." Dendy langsung menghampiri Sekar.


"Kamu bukannya Sekar, ya?" Tanya Dendy pada Sekar yang tak memperdulikan teguran petugas untuk membuang rokoknya.


Petugas nampak geram. "Pak, dia teman saya. Biar saya yang mengurus." Titahnya pada bawahan.


"Baik, Pak." Bawahannya menurut.


Dendy mendekati Sekar yang masih berdiri menghisap sisa rokoknya.


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Dendy lagi.


"Bodoh sekali pertanyaanmu." Sekar tersenyum kecut. Ia tidak ingat orang itu adalalh petugas yang mengetuk kaca mobilnya.


"Kamu perokok?" Dendy kembali bertanya. Entah kenapa ia sangat peduli dengan wanita di depannya.


"Anda tidak lihat?" Lagi-lagi jawab Sekar sinis. Ia hampir terjatuh, kepalanya sangat pusing.

__ADS_1


Dengan segera Dendy mencoba menahan tubuh Sekar. Bukannya Sekar bangun tapi dia malah semakin lemas dan terjatuh.


__ADS_2