
Dari awal kenaikan kelas, Angga sudah meniatkan dirinya untuk menjadi anak baik dan tidak terlalu banyak berurusan sama orang meskipun itu teman sekelasnya sendiri. Dia akan bergerak pasif, maksudnya tunggu didekati, meladeni lalu melupakan.
Hubungan setan-iblisnya dengan Yuli, cukup membuat niatan Angga goyah. Ditambah kegiatan OSIS yang semakin bertambah juga sekumpulan tugas yang cukup membuatnya pusing dan tidak dapat menahan diri untuk tetap bersikap pasif.
Angga pikir, mungkin hanya Yuli dan Dzikya yang menyebalkan di kelas ini. Ternyata ada lagi, dua orang. Terlebih salah seorang dari mereka adalah teman sebangkunya sendiri.
Angga tidak ingat kenapa dia bisa terjebak dalam lingkaran mereka.
"Ah kalian so sweet tahu." Angga refleks meneguk ludahnya yang tiba-tiba terasa sulit terlebih ketika Jani tersenyum gemas seraya menatap layar ponselnya. Mungkin, kalau Dian, Angga dapat langsung menyimpulkan kalau yang dimaksud perempuan itu adalah dirinya dan Dzikya. Tapi kalau Jani, Angga tidak bisa asal menyimpulkan. Jani menulis tentang dirinya dan Yuli, dan meski mau pertengahan semester Angga masih sulit menebak isi pikiran perempuan yang menjadi teman sebangkunya itu.
Sebenarnya Angga khawatir karena Jani katanya punya foto Angga yang sedang menyuapi seseorang. Dia lebih khawatir lagi kalau dipublikasikan, secara Jani di sosial media lumayan dikenal.
Masalahnya, tadi pagi dia menyuapi Yuli tanpa sadar dan Yuli pun iya-iya saja waktu disuapi Angga. Dan seingat dia pas di Kantin pagi tadi, Jani semeja sama mereka. Makanya Angga curiga, soalnya Jani waktu tadi main ponsel terus.
__ADS_1
Angga khawatir kalau Jani memberi visualisasi tokohnya asli atas cerita tentang dia dan Yuli yang perempuan itu buat atas permintaan Kia.
Angga sebenarnya diam-dia
"Siapa sih?" tanyanya kemudian, memberanikan diri. Angga membasahi bibir bawahnya seraya menatap lurus pada Jani yang masih terfokus pada ponsel.
Jani tersenyum miring, balas menatap seraya membalikkan layar ponselnya. Memperlihatkan foto Angga yang tengah menyuapi Dzikya basreng, kejadian itu kemarin.
Tunggu...
Angga tersenyum miris, merasa menyesal karena telah mengira yang tidak-tidak. Seharusnya Angga sadar saja, karena meskipun Jani menulis kisahnya dan Yuli, perempuan itu masihlah seorang fujoshi.
Fujoshi adalah istilah Jepang yang digunakan untuk menyebut penggemar wanita manga dan novel yang menampilkan hubungan romantis antara laki-laki. Dan terkadang, saking akutnya sering terbawa pada dunia nyata mereka. Membuat mereka menikmati pemandangan ketika ada interaksi antara laki-laki dan laki-laki.
__ADS_1
Yang Angga kesalkan, kenapa harus dirinya yang diincar oleh Jani dan Dian? Terlebih kenapa mereka memasangkan dirinya dan Dzikya?
Angga tidak suka, risih.
Terlebih kedua orang ini suka rusuh tiba-tiba ketika mendapati skinship antara dirinya dan Dzikya.
"PERGI SANA!"
Angga terlonjak kaget, sibuk melamun. Dia kemudian langsung menoleh ke arah teriakan Dzikya berasal. Kemudian mendapati Dzikya yang tampak mengomeli Dian yang tersenyum bodoh seraya menatapi ponsel.
Pasti Jani menyebarkan foto itu pada Dian.
Angga mau pulang saja rasanya.
__ADS_1
tbc