Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 102 : Permintaan Putri Vampire


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"T-tidak mungkin !!! Apa kau adalah seorang Iblis bangsawan ?!" tanya Laki-laki itu terkejut tidak percaya


"Kan sudah kubilang aku adalah seorang manusia setengah iblis ! kenapa kau bertanya lagi" kataku santai


"Setengah iblis ?" kata laki-laki itu tidak mengerti


"Kau tau ? lupakan ! kau bisa menganggapku iblis bangsawan !" kataku


Lagipula kenapa aku harus menjelaskan sesuatu yang menyusahkan kepada orang yang akan mati


"Jadi bagaimana ? apa kalian pergi ? atau mati disini ?" tanyaku lagi


"Walaupun kau adalah seorang iblis bangsawan kami tidak bisa kembali tanpa membawa Hime/Putri bersama kami" kata laki-laki itu bersiap untuk maju menyerang


Oe oe oe ! kenapa mereka sangat keras kepala sekali ? apa mereka tidak sayang nyawa ?


"Mungkin jika mereka tidak membawa gadis vampire bernama Mia itu, mereka akan dieksekusi mati oleh raja mereka, jadi mereka memutuskan untuk mencoba membawa gadis itu secara paksa" jawab Azel memberikan pendapatnya dalam pikiranku


Jika kau mengatakannya seperti itu, apa yang mereka coba lakukan sekarang memang masuk akal


"Daripada itu lebih baik kau berhati-hati ! mungkin mereka tidak bisa mengalahkanmu, tetapi tujuan mereka adalah membawa pergi gadis vampire itu ! dan jika kau ingin" kata Azel mengingatkan dalam pikiranku


Itu tidak seperti dirimu untuk peduli dengan hidup orang lain


"Aku hanya membantumu sedikit ! lagipula kau ingin berenacana untuk membantu gadis itu" kata Azel dalam pikiranku


Kau tenang saja ! aku akan berhati-hati saat menangani mereka


"Dan satu lagi ! jika kau ingin membunuh vampire kau perlu memotong kepalanya atau menusuk jantungnya, tetapi jika itu adalah vampire bangsawan kau hanya bisa membunuhnya dengan menghancurkan kepalanya sampai menjadi bubur" kata Azel dalam pikirkanku


Jadi begitu ! terima kasih dengan informasinya, walaupun aku tidak mengerti dibagian sampai menjadi bubur


"Serahkan Hime/Putri kepada kami !" kata laki-laki itu sambil maju ingin menyerangku bersama rekan-rekannya


"Mia menjauhlah !" kataku

__ADS_1


"Baiklah !" kata Mia menjauh


Setelah mia menjauh mereka mulai menyerangku dengan artifak sihir yang mereka miliki


Tetapi tentu saja aku dapat menanganinya dengan sempurna bahkan tidak satupun dari serangan mereka yang nyaris mengenaiku


"Apa kekuatan kalian hanya segitu ? kalau begitu kalian hanya membuang nyawa kalian !" kataku lalu mengeluarkan artifak sihir milikku


"Tch sial !!! bagaimana bisa serangan kami tidak ada yang mengenainya sama sekali" kata laki-laki itu


"Aku akan memberi kalian kesempatan ! jika kalian pergi dari sini aku tidak akan menyerang kalian ! bagaimana ?!" kataku menawarkan


Tetapi mereka tidak merespon atau bergerak dan tetap mengambil posisi bertarung mereka


Maksudku ayolah !!! kenapa mereka tidak pergi saja dari pada melawanku


Aku mengerti jika mereka kembali mereka mungkin akan dieksekusi tetapi itu belum tentu yang akan terjadi jika mereka memiliki alasan


"Jadi kalian tetap tidak ingin pergi dari sini ?" tanyaku memastikan


"Kami tidak akan pergi sebelum kau menyerahkan Hime/Putri kepada kami !!!" jawab laki-laki itu


"Terserahlah !!! aku tidak peduli lagi !!! karena kalian menolak untuk pergi aku akan membunuh kalian sekarang" kataku lalu menghilang dari hadapan mereka


"Dia menghilang !!! dimana dia berada ?!" kata Laki-laki itu mencari keberadaanku


Tetapi walaupun mereka mencoba untuk mencari keberadaanku mereka tetap tidak dapat menemukanku karena aku menggunakan Dark Shadow Step untuk bergerak dengan kecepatan tinggi melebihi kemampuan penglihatan dan deteksi mereka


"Sial !!! aku tidak bisa menemukan keberadaannya" kata laki-laki itu kewalahan


"Aku berada dibelakangku" kataku muncul dari belakang laki-laki itu


"Apa ?!" Laki-laki itu berbalik sambil terkejut


"Kira-kira jika aku memenggal kepalamu apa kau akan mati Vampire-san ?" tanyaku lalu mencoba untuk menebas lehernya


"Zoro jangan bunuh dia !!!" teriak Mia


Tepat setelah aku mendengar teriakkan Mia aku segera menghentikan seranganku tepat saat sudah menyentuh lehernya


"Kenapa kau menghentikanku untuk membunuh laki-laki ini ?" tanyaku heran


"Kumohon jangan bunuh mereka !" kata Mia memohon

__ADS_1


"Tapi kenapa ? bukannya merek ingin membawamu secara paksa ?" tanyaku


"Ayahkulah yang memerintah mereka untuk melakukan ini, mereka hanya menuruti perintah ayahku" jawab Mia


Apa yang Mia katakan tidaklah salah ! mereka memang hanya menuruti perintah yang diberikan oleh ayah Mia


"Baiklah ! aku akan membiarkanmu hidup !" kataku lalu menjauhkan mata pedangku dari leher laki-laki itu


Tepat setelah aku menjauhkan pedangku dari lehernya dia langsung mengambil jarak denganku


"Kapten apa kau baik-baik saja ?" tanya salah satu anak buah laki-laki itu


"Aku baik-baik saja hanya sedikit luka goresan dileherku, itu akan sembuh dalam sekejap" jawab Laki-laki


"Daripada kalian berdiskusi lebih baik kalian segera pergi dari sini ! jika tidak mungkin aku akan berubah pikiran" ancamku dengan nada dingin


Tepat setelah aku mengatakan hal seperti itu mereka semua langsung kabur dari sana


Coba mereka melakukan ini dari tadi aku tidak perlu bersusah payah melawan mereka


Karena mereka sudah pergi aku pun segera kembali ke mode karena mungkin aku akan terlibat dengan masalah lain jika aku terlalu lama menggunakannya


"A-ano Zoro !" Mia menarik bajuku


"Ada apa ?" tanyaku


"A-aku hanya ingin berterima kasih karena kau sudah menolongku sebelumnya" kata Mia gugup


"Kau tidak perlu berterima kasih ! lagipula aku melakukannya karena aku ingin !" kataku lalu berjalan pergi


Tetapi sekali lagi aku berhenti karena Mia menarik pakaianku


"Sekarang ada apa ?" tanyaku bingung


"B-begini ! Zoro aku ingin meminta tolong sesuatu apa boleh ?" tanya Mia


Entah kenapa aku merasa Mia akan mengatakan sesuatu yang sangat merepotkan kepadaku, tapi sebaiknya aku mendengarkan dia dulu


"Tentang hal apa ?" tanyaku


"Bisakah kau bertemu dengan Ayahku dan berpura-pura menjadi pacarku !!!" jawab Mia dengan keras


Setelah memproses apa yang dikatakan oleh Mia dengan wajah datar aku hanya dapat terdiam seperti pantung batu

__ADS_1


__ADS_2