Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 171 : Pergi Berangkat


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating 5 ☆ dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi : )


.


Selamat membaca ~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


30 menit sudah berlalu semenjak aku menyuruh anak laki-laki raja Drake itu memukul otongya sendiri.


Kami pun langsung segera pergi ke halaman istana dimana Ryu sedang menunggu, setelah anak laki-laki raja Drake itu sudah menyiapkan semua barang-barang yang akan ingin dia bawa.


"Zoro, setelah kau kembali jangan lupa untuk mengunjungi kami kami lagi lain kali ya, dan juga Dai ingat jangan sampai kau merepotkan Zoro, apa kau dengar aku ?" teriak Mia dari jarak yang cukup jauh dari Ryu karena dia takut.


"Tch apa-apaan itu coba" gerutu Dai sedikit kesal.


"Dai mungkin kau tidak ingin melakukan ini, tapi ayah sangat berharap kau bisa mengerti dan belajar banyak hal setelah pergi keluar sana, jadi lakukanlah yang terbaik" kata Raja Drake memegang punggung anaknya.


"Aku mengerti ayah" jawab Dai dengan ekspresi serius.


"Itu baru anakku" raja Drake tersenyum.


Walaupun dia memiliki sifat seorang bre**sek sialan, sepertinya dia juga seorang yang berbakti kepada orang tuanya.


"Bisanya kau mengatakan hal seperti itu kepada orang lain, padahal kau adalah salah satu orang dengan sifat bre**sek sialan" kata Azel didalam pikiranku.


Hey hey hey, bagaimana bisa kau mengatakan hal itu kepadaku ? seingatku aku tidak pernah melakukan hal yang bersifat seperti orang bre**sek sialan.


"Serius ? setelah memerintahkan seseorang untuk memukul otongnya sendiri dengan kekuatan penuh, kau bilang tidak pernah melakukan hal yang bersifat seperti seorang bre**sek sialan ?." kata Azel didalam pikiranku.


Hey asal kau tau saja, aku tidak pernah menyuruhnya untuk memukul otongnya dengan kekuatan penuh.


"Walaupun apa yang kau katakan memang benar. Itu tidak mengubah fakta kalau kau telah menyuruhnya untuk memukul otongnya sendiri" kata Azel didalam pikiranku.


Geek.


Tepat setelah percakapan itu, Dai anak laki-laki raja Drake itu mendekat kearahku.

__ADS_1


"Jadi kapan kita akan berangkat ?" tanya Dai


"Apa kau sudah mengatakan kata-kata perpisahan dengan keluarga dan kenalanmu ?"


"Aku sudah melakukannya" jawab Dai


"Kalau begitu, kita akan berangkat sekarang" Aku melompat naik keatas punggung Ryu.


Setelah aku melompat, Dai pun juga ikut melompat untuk naik keatas punggung Ryu, akan tetapi Ryu tiba-tiba saja menyerang Dai dengan ekor besarnya sampai terlempar cukup jauh.


"Hey naga sialan ! kenapa kau malah menyerangku ?" tanya Dai marah.


"Zaa zaaa zaaaah" suara yang dikeluarkan oleh Ryu.


Setelah mendengar suara yang dikeluarkan oleh Ryu, entah bagaimaba aku bisa mengerti apa maksud dari suara-suara itu.


"Ryu mengatakan, kalau dia tidak mengizinkanmu untuk naik ke punggungnya karena kau sudah menyerangnya saat itu"


"Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan agar dia mengizinkanku naik dipunggungnya ?" tanya Dai sedikit kesal.


"Zaaa Zaaah" suara yang dikeluarkan oleh Ryu.


"Haaah ?!" Dai terkejut.


"Dan juga. Ryu mengatakan kalau kau tidak segera melakukan apa yang dia suruh, dia akan segera terbang pergi meninggalkanmu disini.


Dan jika itu terjadi mau tidak mau, kau harus pergi ke Crying Forest sendiri. Dan jika kau tidak segera sampai disana setelah aku menunggumu selama 1 jam setelah aku sampai.


Aku akan benar-benar membuatmu malu dengan memberikan perintah agar kau pergi berlari untuk berkeliling kerajaan ini sambil telajang dan berteriak kau sangat menyukai pria berotot"


Mendengar apa yang kukatakan, Dai pun langsung terdiam membeku seperti patung. Akan tetapi dia langsung segera tersadar.


"Nag- maksudku Ryu dengan tulus aku meminta maaf karena sudah menyerangmu, sebelumnya.


Jadi tolonglah aku, dengan mengizinkan aku untuk terbang dipunggumu. Jika tidak, mungkin aku akan berakhir lebih buruk daripada kematian" kata Dai memekul kaki Ryu sambil menangis.


Setelah mendengar permintaan maaf tulus dari Dai, Ryu pun menghela nafasnya lalu menarik baju Dai untuk meletakkannya ke atas punggunya.

__ADS_1


"Terima kasih Ryuu !!!!" kata Dai sangat senang


"Zaah" suara yang dikekuarkan oleh Ryu.


"Ryu mengatakan kalau kau harus memberikannya daging dengan energi Mana yang padat didalamnya, setelah sampai di Crying Forest"


"Tentu saja, aku akan pasti akan memberikannya daging paling enak yang pernah ada" jawab Dai dengan tatapan serius.


"Kalau begitu, Ryu ayo kita segera berangkat"


"Zaaaah"


Setelah itu, Ryu pun langsung membawa kami terbang menuju Crying Forest dengan kecepatan penuh.


***


Di salah satu ruangan markas cabang Amerika organisasi Black Monarch.


"Daiki kenapa kau membawa payung padahal hari ini tidak panas ataupun hujan ?" tanya Agus tiduran disofa sambil membaca sesuatu dismartphonenya.


"Ah ini ? Aku ingin menjemput Zoro di Crying Forest. Karena aku tidak ingin basah aku pun memutuskan untuk membawa payung bersamaku"


"Jadi begitu ya"


"Karena tidak ada yang ingin kau katakan lagi, aku akan pergi menjemput Zoro dulu" kata Daiki lalu keluar ruangan itu.


Setelah Daiki keluar dari ruangan itu, dia pun segera pergi berjalan ke ruangan latihan bertarung dengan santai.


Sambil berjalan dengan santai, Daiki pun memikirkan beberapa hal tentang Zoro.


Saat pertama kalinya mereka berdua bertemu. Daiki hanya berpikir dia adalah seorang iblis bangsawan yang mirip seperti iblis pada umumnya.


Akan tetapi setelah bertukar serangan dan mengetahui fakta kalau dia hanyalah sebagian iblis, Daiki merasa kalau Zoro itu adalah orang yang sangat menarik.


Karena itu, dia pun mengajaknya untuk bergabung ke organisasi Black Monarch dengan alasan untuk keselamatan orang-orang terdekatnya.


Secara tidak terduga, Zoro menyetujui ajakannya untuk bergabung dengan organisasi Black Monarch bahkan menjadi salah satu orang yang paling banyak berkontribusi kepada organisasi.

__ADS_1


Dan hal itu telah membuat Daiki tidak lagi menganggap Zoro sebagai seseorang yang menarik. Melainkan seorang rekan yang sangat akrab dan dapat dia percaya.


"Aku yakin dia pasti akan memberikanku kejutan lagi" gumam Daiki sambil tersenyum lalu menggunakan sihirnya untuk pergi ke Crying Forest


__ADS_2