
Rentaro dan Simon masih saling menyerang satu sama lain walaupun mereka sedang berlarian ditembok seperti sedang berlari dijalan. Rentaro menembak Simon dia menghindarinya, Simon menyerang Rentaro dia juga menghindarinya. Pertarungan mereka terus seperti itu semenjak mereka mulai, yang membuat pertarungan hampir sepenuhnya menjadi jalan buntu
"Kau memang siswa sialan yang keras kepala" kata Rentaro kesal
"Tentu saja, Tapi kamu juga sama" balas Simon
Dengan Simon yang sedang menahan dan membuat sibuk Rentaro, Azami sedang mempersiapkan Teknik sihir pedangnya. Dia sekarang sedang mengumpulkan Energinya keseluruh tubuhnnya yang membuat seluruh tubuhnya diselimuti oleh petir
Sudah Lima menit berlalu dan Sakamaki dan Simon terus-menerus bertarung satu sama lain yang membawa mereka semakin menjauh dari Azami yaitu turun dari bangunan tersebut. Semakin lama mereka bertarung semakin intensif pertarungan mereka, dan disitulah yang membuat situasi Simon menjadi buruk. Dia memang dapat bertarung dengan Sakamaki dengan sangat ketat, tetapi dari semua pertukaran serangan yang dilakukan mereka berdua Simon terkena 25% serangan tembakan peluru dari semua serangan yang dilakukan oleh Sakamaki sedangkan Sakamaki hanya menerima 10% serangan dari semua serangan yang dilakukan oleh Simon, dan itu membuat Stamina Simon lebih banyak terkuras dari pada Sakamaki. Semakin lama mereka bertarung semakin banyak luka yang didapatkan oleh Simon membuat dia terpojokkan
"Ini tidak baik, aku mendapatkan luka lebih banyak dari pada dia. Sepertinya perbedaan pengalaman bertarung memang sangat merugikanku. Tapi aku tidak dapat berhenti sekarang, jika aku berhenti mungkin dia akan mencari Azami dan merusak rencanaku dan Azami, Apa yang sebaiknya harus kulakukan sekarang" pikir Simon sambil mundur menjauh dari Rentaro
"Sepertinya kau akhirnya menyadari situasimu sekarang. Memang kau cukup hebat untuk dapat terus bertukar serangan denganku. Tapi pengalaman dan Staminaku jauh lebih banyak dari pada dirimu" kata Rentaro
Mendengar Rentaro mengatakan hal itu membuat Simon semakin tidak merasa senang. Dia telah berpikir terus untuk mencari cara untuk keluar dari situasi ini, setelah banyak berpikir dia hanya mendapat cara walaupun dia tidak tau itu akan berhasik atau tidak.
rencananya adalah memancing kemarahan Sakamaki dan membuat dia yang mengejar Simon
"Sekarang aku tidak punya pilihan, aku harus mencobanya" pikir Simon
Simon mutuskan untuk mencoba ide yang dia dapatkan
"Situasiku ? tentu saja aku menyadarinya. aku sekarang sedang melawan seseorang dengan warna rambut seperti wanita" ejek Simon
Mendengar kata-kata Simon, Urat nadi muncul dikepala Rentaro
"Rambut wanita ? apa yang kau maksud adalah aku?" tanya Rentaro marah
"Dia terpancing, sekarang aku hanya perlu memberikan beberapa umpan lagi" pikir Simon "Memangnya siapa lagi? hanya kamu yang memiliki rambut seperti itu disini" ejek simon lahi
__ADS_1
Kata-kata itu membuat Rentaro lebih marah dengan Urat nadi dikepala Sakamaki yang bertambah
"Bocah sialan lebih baik kalau kamu menjaga ucapanmu, kalau tidak" kata Rentaro mengancam
"Kalau tidak memang kenapa ? Aku dari sebelumnya selalu bertanya-tanya kenapa kau rambutmu berwarna pink, dan setelah banyak berpikir aku hanya dapat menyimpulkan kalau kau itu sebenarnya adalah seorang Gay" ejek Simon lahi
Setelah Simon mengatakan hal itu, tiba-tiba saja dia merasakan rasa ingin membunuh yang jauh lebih besar
"Kau tau ? persetan dengan langsung membunuhmu. Setelah aku menangkapmu aku pasti akan menyiksamu dulu" kata Rentaro marah
Rentaro tidak lagi bertujuan untuk menjaga jarak dengan Simon, Tujuannya hanya satu saat ini. Membunuh orang yang mengatakan dia adalah seorang gay
Setelah Simon menyadari bahwa umpan yang bertujuan untuk membuat Rentaro mengejarnya sukses, dia segera pergi kabur kearah dalam bangunan
"Kau pikir aku akan melepaskanmu ?. Lihat saja aku pasti menyiksamu setelah aku mendapatkanmu" kata Rentaro mengejar
Rentaro telah dibutahkan oleh kemarahan dia tidak peduli lagi apa itu jebakan musuh atau rencana lainnya. Yang ada dikepalanya hanya menangkap Simon dan menyiksannya.
"Dasar kau sialan, kenapa kau tidak menyerah saja" kata Rentaro semakin kesal
(Heat Duel Eagle Gun Art : Pearcing Bullet)
Sakamaki menggunakan Teknik Sihir Duel Eaglenya, itu adalah teknik yang menembakkan pekulu bersuhu panas dan kecepatan tinggi yang dapat menembus bahkan armor hunter rank A. Tapi Simon tersandung dan jatuh ketika Sakamaki menggunakan Teknik Sihir Duel Eaglenya yang membuat Simon selamat dari serangan yang dilepaskan
"Uwah, Yang tadi hampir saja, untung saja aku tersandung" kata Simon lega
"Lagipula dia masih mempunyai teknik seperti itu yang dia simpan dengan kecepatan dan panas yang tinggi dan dapat melobangi dinding beton seperti kertas. Aku harus lebih berhati-hati dari sekarang" pikir Simon kabur
"Tch, Dasar kau bocah sialan yang beruntung. Tapi yang satu ini tidak akan meleset" kata Rentaro siap menembak
__ADS_1
"Kau pikir aku akan diam saja saat kamu sedang bersiap-siap untuk menembak !!?" tanya Simon kabur
Simon pun langsung pergi kabur dari sana, agar dia tidak ditembak dengan Teknik sihir tadi
"Dasar Sialan, kembali kesini kau" kata Rentaro kesal
Setelah Simon pergi kabur dari sana Rentaro langsung mengejar dia
Setelah simon pergi kabur kelantai atas dan bersembunyi dia mengecek HPnya untuk melihat berapa menit yang sudah berlalu semenjak dia membuat Rentaro marah
"Baru tiga menit berlalu, aku masih harus membuatnya sibuk dua menit lagi. Hanya tiga menit berlalu ya ? mungkin sebenarnya hanya tiga menit berlalu tapi aku merasa sudah melawan simaniak itu selama seharian" pikir Simon kelelahan
Simon duduk dan bersandar ditembok yang berada di salah satu ruangan gedung itu. Dia merasa sangat terbebani dengan tugasnya sekarang, walaupun begitu dia tetap harus melakukannya
"Well, aku hanya harus membuatnya sibuk selama dua menit lagi, aku yakin aku dapat melewati ini" pikir Simon positif
Simon tiba-tiba merasakan bahaya dari belakangnya. Diapun segera menjauh dari sana
Tembok yang dia gunakan untuk bersandar hancur seperti kena ledakan, dan orang yang menyebabkannya bukan lain Rentari, dia berjalan memasuk ruangan dimana Simon berada melewati lubang yang ada dinding yang dia buat
"Dua menit lagi? ho~ho jadi itu alasannya kau membuatku marah" kata Rentaro dari lubang
"Bagaimana kau tau aku disini ?" tanya Simon terkejut
"Apa kau bodoh ?. Aku memiliki sihir deteksi tingkat menengah aku dapat mengetahui keberadaan mu asalkan kau berada dijangkauanku" jawab Rentaro
Simon merasa sangat bodoh karena melupakan hal itu
"Bagaimana aku bisa melupakan hal itu !!?. Itu adalah sihir yang dia gunakan sebelumnya" pikir Simon marah pada dirinya sendiri
__ADS_1
"Soal Dua menit yang kau katakan tadi, apa kau merencanakan sesuatu ? oh benar juga temanmu satu lagi dari tadi tidak bersama. Apa mungkin rencana kalian adalah menunggu dia menyiapkan sesuatu ?. Tapi tentu saja jika kau dapat bertahan hidup setelah dua menit berlalu" kata Rentaro
Situasi mendadak berubah ke arah yang tidak di inginkan Simon telah terjadi. Dan membuat simon semakin kesulitan