
Sehabis baca jangan lupa Like, komen dan rating ya guys :)
.
Selamat Membaca~
.
Sekarang situasinya semakin memburuk karena sekarang Rentaro telah mengetahui tujuan simon untuk membuatnya sibuk
"Kenapa situasi ini terjadi sekarang, padahal sedikit lagi kita dapat mengalahkan dia. Ada apa dengan kesialanku hari ini" pikir Simon tidak senang
"Jadi apa yang akan kaulakukan sekarang bocah sialan ? rencanamu sudah bocor kepadaku dan sekarang kau juga sudah terpojok, kupikir sekarang kau tidak dapat kabur kemana-mana lagi" kata Rentaro
Apa yang Rentaro katakan bukanlah kebohongan Simon sekarang sedang tersudutkan dan sekarang Simon akan kesulitan untuk kabur dari Rentaro karena dia sedang berada didalam ruangan yang tertutup
"Kalau aku mencoba untuk kabur darinya lagi itu akan menjadi sangat sulit karena ruangan yang tertutup ini, walaupun aku bisa melewatinya bukan berarti aku akan melewatinya dengan selamat, karena jika aku langsung menuju pintu keluat atau lubang yang berada dibelakangnya dia pasti akan membunuhku dengan Teknik Sihir Duel Eaglenya.Sepertinya memang tidak ada jalan lain, selain untuk melawannya langsung" pikir Simon
Setelah banyak berpikir Simon memutuskan untuk melawan langsung Rentaro walaupun dia tidak tau berapa lama dia dapat bertahan
"Mau tidak mau aku harus melakukannya. Lagi pula jika aku tidak melawannya sekarang aku akan segera mati dibunuh oleh dia" pikir Simon
Simon mengambil posisi bertarungnya dan bersiap-siap untuk menyerang maju Sakamaki
"Dari pada mencoba melarikan diri kau malah melawan langsung. Entah kau itu pemberani atau nekat aku sudah tidak tau" kata Rentaro heran
Simon menyerang Sakamaki dengan sihirnya
"Dari pada memikirkan itu lebih baik kamu mengkhawatirkan dirimu" kata Simon
(Middle Tier Fire Magic Art : Fireball Explode)
Sebuah bola api menuju kearah Rentaro, diapun menembak bola api itu yang membuat bola api itu meledak dan menutupi penglihatannya
"Tch. Sial ledakan ini menutupi penglihatanku" pikir Rentato
Dalam persekian detik penglihatan Rentaro tertutupi ledakan api, Simon menyelinap mendekat kepada Sakamaki dan menyerangnya dari belakang
"Kena kau !!!" kata Simon
(Burning Fang Spear Art : Exploding Spear)
__ADS_1
Serangan simon itu terhubung dan membuat Sakamaki Telempar karena ledakan api dan mengancurkan dinding karena dia tabrak
"Dasar kau bocah sialan" kata Rentaro kesal
"Apa-apaan dengan itu, ujung tombakku tidak melukainya semenjak pertama kali aku menyerangnya. Sepertinya dia menggunakan Armor yang kuat, tapi sepertinya armornya hanya kuat saat menahan serangan fisik karena sihirku dapat melukainya. yosh kalau begitu aku akan menyerangnya dengan sihir" pikir Simon
Tepat saat Simon ingin menggunakan sihirnya untuk menyerang Rentaro dia tersandung lalu jatuh kelantai dan pada saat yang sama dua peluru meluncur melewati kepala Simon
"Ini yang kedua kalinya, aku selamat dari mati karena ditembak dikepala. Untung saja kali ini aku jatuh lagi" pikir Simon lega
"Tch !!! Ada apa dengan keberuntungan bocah sialan ini" pikir Rentaro kesal
"Kau mungkin dapat menghindari tembakanku dua kali dengan keberuntungan. Tapi tidak dengan yang ketiga kalinya, Terima ini" kata Rentaro
Tetapi saat Rentaro ingin mengarahkan tembakannya kepada Simon dia menemukan dia sudah pergi dari sana
"Maaf saja tapi tidak untuk hari ini" pikir Simon kabur
Simon pergi menuju lantai atas untuk menuju ketempat Azami berada
"Yosh, Tinggal satu menit lagi. Kupikir itu akan cukup jika aku hanya berlari keatas sambil membawa simaniak itu" pikir Simon
Tepat saat dia berpikir itu sekali lagi Simon merasakan bahaya hanya saja kali ini dari bawah. Karena dia merasakan bahaya Simon dengan segera pergi menjauh dari sana
Ditempat Simon merasakan bahaya terdapat sebuah Cahaya panas yang melobangi lantai itu sampai atas
(Maaf karena sound efek yang jelek)
"Apa-apaan itu !!?" Simon terkejut
Setelah cahaya panas itu menghilang, Simon memutuskan untuk mengecek sumber cahaya panas yang melobangi lantai hingga Atas. Saat dia mencoba mengintip, dua peluru ditembakkan kearah Kepalanya dari lobang itu tetapi dia berhasil menghindarinya
"Seharusnya aku tau kalau itu si maniak itu" pikir Simon lega dia belum mati
"Ada apa Bocah sialan !!? Kenapa kau tidak mengintip lagi ?!" tanya Rentaro dengan keras
"Tentu saja, jika aku melakukannya kepalaku akan tertembak" pikir Simon
"Jika kamu tidak datang, aku akan datang kepadamu" kata Rentaro
Rentaro melompat masuk kedalam lubang yang dia buat lantai yang berada diatasnya menggunakan Teknik sihir Artifaknya tadi.
__ADS_1
"Apa kau sudah lelah untuk kabur lagi, sebab itu kamu menungguku naik keatas ?" tanya Rentaro
"Tidak juga, aku hanya berpikir itu terlalu melelahkan" jawab Simon "Jika aku kabur lagi dia hanya akan melakukan hal yang sama yaitu melubangi tembok atau lantai, jadi kupikir tidak berguna untuk kabur darinya sekarang" pikir Simon
"Kalau begitu, semoga kamu dapat menikmati saat-saat terakhirmu" kata Rentaro
"Sepertinya dari awal sebelumnya dia terus menerus mengatakan hal yang sama tapi gagal terus bukan !!?" pikir Simon
"Terima ini !!!" kata Rentaro
(Duel Eagle Gun Art : Pearcing Bullet)
Rentaro menembakkan Teknik sihir Duel Eaglenya kearah Simon, walaupun dihindari dengan oleh simon. Serangan tidak berhenti dan menyebabkan Tembok lain berlubang
"Gila Apa-apaan dengan teknik itu" Simon terkejut
"Dia sepertinya dapat mengendalikan ukuran dan kecepatannya. Dengan mengatur penggunaan energi sihirnya saat menggunakan teknik itu" pikir Simon
"Itu tadi hanya percobaan. Inilah seranganku yang sebenarnya" kata Rentaro menyerang lagi
(Duel Eagle Gun Art : Exploding Heat Bullet)
Rentaro Menyerang Simon dengan Teknik Sihir Duel Eaglenya yang lain. Teknik itu adalah teknik yang menyimpan Energi panas yang padat dan pada saat peluru itu menyentuh target peluru itu akan meledakkan ledakan cahaya suhu panas
"Sial !!! Aku tidak akan sempat menghindari sepenuhnya" Pikir Simon
Karena Simon menyadari bahwa dia terlambat untuk menghidari serangan itu. Dia memfokuskan Energi sihir keseluruh tubuhnya yang berfugsi untuk melindunginya dari serangan sihir maupun Fisik. Peluru yabg ditembakkan Sakamaki tadi menyentuh Tembok dan meledak
*Boom*
Teknik sihir tadi hampir meledakkan semua bagian dari lantai itu yang dapat menyebabkan bangunan ini akan runtuh
Setelah menerima serangan milik Sakamaki tadi. Simon menerima luka bakar dan memar dibeberapa bagian tubuhnya, kondisinya tidak bisa dibilang baik dan juga tidak bisa dibilang sangat buruk
"Hoho, kau masih dapat bertahan hanya dengan luka yang minamal. Aku tidak tau apa itu memang keberuntunganmu atau apa" kata Rentaro terkejut ringan
Walaupun Simon masih hidup dan dapat berdiri dia sekarang sangat sulit untuk bergerak sesuai keinginannya karena luka yang ada ditubuhnya
"Sial !!! ayolah badanku bergerak kalau tidak aku akan dibunuh oleh maniak itu" pikir Simon mencoba untuk bergerak
Rentaro berjalan santai untuk mendekati dan mengakhiri Simon
__ADS_1
"Semua ini cukup menyenangkan kau tau ?. Tapi maaf saja ini adalah akhir dari dirimu" kata Rentaro
Rentaro menodongkan Pistolnya kekepala Simon. Pada saat yang sama Rentaro dan Simon tiba-tiba merasakan Energi sihir yang besar,kuat dan intens dari Atas bangunan itu