Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate
Chapter 42 : Situasi Setelah Pertarungan ( II )


__ADS_3

Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi :)


.


Selamat Membaca ~


.


Ayah Azami tiba-tiba muncul entah dari mana dan menghentikan Yuna untuk menyelesaikan kata-katanya


"Shirokiba-chan biarkan aku yang mengatakannya kepada Nak Zoro" kata Ryo Ayahnya Azami


Mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya Azami, Yuna pun memutuskan untuk menyerahkannya kepada Ayahnya Azami


"Kalau begitu aku akan menyerahkannya kepada Kurogane-san" kata Yuna pergi


"Kalau begitu kami permisi karena kami akan kembali duluan" kata Shuna pergi bersama Yuna


'Kalian berhati-hatilah dijalan saat kalian kembali" kata Ryo Ayahnya Azami


Yuna dan Shuna pun pergi keluar dari ruangan perawatan


"Jadi Kurogane-san bisakah kau memberitaukan aku keadaan Azami dan Simon sekarang !? apa mereka baik-baik saja !?" tanya Zoro khawatir


Ayah diam tidak mengeluarkan suara sama sekali untuk sesaat


"Kurogane-san !?" tanya Zoro


"Nak Zoro dengar aku baik-baik" jata Ryo Ayahnya Azami


.


.


Aku pergi pulang dengan berjalan kaki untuk sekalian mencari angin dan berhenti di sebuah toko untuk membeli shonen manga disana


"Hei apa kau tidak apa-apa !? wajahmu terlihat seperti kamu sedang tidak sehat, kau tau !?" tanya Azel dalam pikiran Zoro


"Aku tidak apa-apa, hanya saja" jawab Zoro dalam pikirannya


"Walaupun kau mengatakan itu, wajahmu terlihat tidak seperti apa yang kau katakan" kata Azel dalam pikiran Zoro


"......................." Zoro terdiam


Aku mengabaikan apa yang dikatakan oleh Azel dan melanjutkan membaca shonen manga yang sedang kupegang


"Apa kau merasa bersalah karena apa yang terjadi kepada mereka !?" tanya Azel dalam pikiran Zoro


Sebelumnya


Ayahnya Azami menberitahukan kepadaku keadaan mereka berdua setelah pertarungan mereka dan itu membuatku sangat terkejut dan syok

__ADS_1


Mereka berdua sekarang terluka sangat parah hingga mereka masih belum sadar sampai sekarang


Simon memiliki banyak luka ditubuhnya dari luka sobek, bakar, tembakan. Dan luka paling parah yang dapat mengacam kehidupamnya adalah Luka tembakan yang terdapat dikepalanya, tapi syukurnya entah itu keberuntungan atau dia memang sengaja melakukannya tembakan pelurunya tidak sepenuhnya mengenai kepalanya dan membuat hidupnya dapat diselamatkan


Dan Azami luka yang didapat adalah luka dalam yang cukup parah untuk merenggut nyawanya jika saja dia terlambat ditangani, menurut apa yang dokter katakan dia sepertinya


Memaksakan tubuhnya menggunakan teknik sihir yang menggunakan jumlah Mana yang sangat besar dan melebihi apa yang dapat ditahan oleh tubuhnya dan menyebabkan tubuh dan organ dalamnya terluka karena energi Mana tersebut


Mendengar apa yang dikatakan oleh Azel aku marah kepada diriku sendiri


"Jika saja aku tidak bermain-main dan banyak omong dengan mereka, aku pasti dapat membantu mereka dan mereka pun tidak akan seperti ini" kata Zoro dalam pikirannya


"Jadi aku memang benar, kau sekarang merasa bersalah dengan apa yang terjadi kepada mereka berdua" kata Azel dalam pikiran Zoro


"Tentu saja aku merasa bersalah" kata Zoro dalam pikirannya


"Menurutku kau itu terlalu lembek sebab hanya karena itu kau merasa bersalah, asal kau tau saja karena mereka berhasil bertahan hidup. Pertarungan hidup dan mati mereka saat itu akan memberi mereka pengalaman dan juga membuat mereka jauh semakin kuat kedepannya.


Jadi aku yakin itu secara keseluruhan sebenarnya tidak terlalu buruk" kata Azel dalam pikiran Zoro


"Aku memang tidak mengerti cara berpikir iblis, itu adalah cara berpikir yang sangat ekstrim" kata Zoro heran dalam pikirannya


"Mungkin kalian para manusia akan menyebutnya ekstrim, tetapi bagi kami itu adalah dasar dari cara untuk bertahan hidup ditempat yang menganggap kekuatan adalah segalanya" balas Azel dalam pikiran Zoro


Setelah aku membeli shonen manga dari toko tersebut aku melanjutkan untuk berjalan pulang sambil mencari angin


Saat sedang diperjalanan pulang tiba-tiba terjadi penyerangan mahkluk supernatural dijalan


"Sepertinya ada mahkluk yang sedang menyerang daerah ini, dan sepertinya mahkluk itu adalah Vampire" kata Azel dalam pikiran Zoro


"Sepertinya mereka hanya bertiga, apa mereka Vampire bangsawan ?" tanya Zoro dalam pikirannya


"Sepertinya sih tidak, kualitas dan kuantitas mananya sangat buruk dan lemah jadi tidak mungkin" jawab Azel


"Heeen, jadi begitu" kata Zoro dalam pikirannya


"Apa kau berencana untuk melawan mereka !?" tanya Azel


"Kalau aku bilang iya memang kenapa !?" tanya Zoro dalam pikirannya


"Tidak tidak, hanya saja aku penasaran apa alasanmu sampai ingin bertarung melawan mereka, apa kau ingin menolong para warga disini !?" tanya Zoro


"Itu salah satunya, tetapi alasanku yang sebenarnya untuk menghilangkan stress dengan membunuh para Vampire itu" jawab Zoro


"Heeh !? Jadi itu alasannya" kata Azel terkejut


Azel pun mulai berpikir seperti betapa mengejutkannya perubahan sikapnya semakin waktu berjalan. Zoro semakin lama menjadi semakin mirip Iblis sungguhan sampai membuat dirinya bertanya-tanya apa itu salah satu efek samping karena menggunakan kekuatan Iblis


"Kalian manusia rendahan !!! lebih baik kalian menyerahkan diri kalian dan membiarkan aku untuk menyerap darah kalian semua" kata salah satu vampire


Vampire itu menangkap seorang wanita dengan tangannya

__ADS_1


"Tolong lepaskan aku !!!" kata wanita itu meminta tolong


"Lebih baik kau berhenti untuk melawan, karena itu tidak berguna" kata vampire yang menangkap wanita itu


"Kakak jangan habiskan semuanya, kau harus membaginya kepada kita juga" kata vampire lain yang merupakan adik dari vampire yang menangkap wanita itu


"Seperti yang kakak kedua katakan, kakak pertama harus membaginya kepada kita juga" kata vampire termuda dari tiga bersaudara itu


"Tenang saja setelah aku menghabiskan wanita ini, kita akan terus menangkap dan meminum darah manusia didaerah ini sampai kenyang" kata vampire tertua


"Kalau begitu cepat kakak hisap darahnya agar kita dapat meminun darah para manusia didaerah sini sebelum para Manusia yang disebut Hunter itu datang" kata vampire kedua


"Tenang saja akan kulakukan" kata vampire tertua


"Tidak jangan, jangan bunuh aku !!!" kata wanita yang ditangkap


Wanita yang ditangkap itu memohon kepada Vampire tersebut


"Tenang saja ini akan berakhir dengan cepat" kata vampire tertua


Tepat saat Vampire itu ingin memulai untuk meminum darah Wanita itu kepalanya telah lepas dari tubuhnya


"Kyaaaah !!!" teriak wanita itu terkejut karena melihat sebuah kepala lepas dan berguling didekatnya


"Kakak pertama !!!" kata vampire termuda


"Apa yang telah terjadi disini ?!" tanya vampire yang kedua


"Kakak kedua Kakak pertama telah dibunuh seseorang dengan menebas kepalanya" jawab vampire termuda


"Sial !!! Apa mungkin manusia yang biasa disebut Hunter itu telah datang !!?" kata vampire kedua panik


"Tentu saja tidak, yang membunuh Vampire yang disana adalah aku" kata seseorang dari atas langit


Orang yang mengatakan itu adalah seseorang menggunakan kemeja, rompi, dasi, celana dan sepatu serba hitam ditambah dengan sebuah topeng bercorak seperti senyun lembut


Saat melihat orang itu dengan matanya sediri Salah satu Vampire itu merasakan hawa yang tidak nyaman dan dingin


"Mahkluk apa itu !? aku tidak yakin apa tetapi aku yakin dia bukan manusia" kata vampire kedua


Walaupun salah satu mereka menyadarinya tetapi satu lainnya tidak menyadarinya


"[Kau akan membayarnya karena telah membunuh Kakak pertama" kata Vampire termuda


Sambik meneriakkan itu dia berlari maju untuk menyerang


"Tidak !!! adik jangan gegabah kita masih tidak tau mahkluk apa itu" kata Vampire kedua memperingati adiknya


Walaupun sudah diperingatkan Vampire yang menyerang itu tidak mendengarkan dan menghasilkan akhir untuk dirinya


dengan hanya satu gerakan kepala dari vampire itu telah berpisah dengan tubuhnya

__ADS_1


__ADS_2