
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi :)
.
Selamat Membaca ~
.
"Zoro cepat bangun ini sudah pagi" seorang wanita sedang mencoba membanguni Zoro
"Hei apa kau tidak bangun ? ada wanita yang mencoba membangunimu" kata Azel dalam pikiran Zoro
Tetapi Zoro hanya menghiraukannya dan melanjutkan tidurnya
"Kalau kau tidak bangun kau akan terlambat sekolah kau tau" kata Wanita yang mencoba membanguni Zoro
"Lima menit lagi kemarin aku tidur cukup larut" kata Zoro dan kembali melanjutkan tidurnya
"Apa kau tidak merasa ada yang aneh ?" tanya Azel kepada Zoro dalam pikirannya
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Azel. Zoro pun tersadar bahwa ada seorang wanita yang sedang membanguni dia dirumahnya
Setelah dia menyadari bahwa ada orang lain dirumahnya dia pun langsung bangunan dan melihat siapa orang yang mencoba membanguni dia
Dia melihat seorang wanita jepang yang memiliki badan ramping berambut hitam panjang yang indah berdiri disana dari wajahnya yang masih mudah dia terlihat seperti masih berumur 20-an, dan Zoro mengenalnya
"Wuah ibu ! kenapa ibu disini ?" tanya Zoro terkejut
"Hehe apa kau terkejut ? ibu dan ayah dapat waktu libur sekitar 2-3 hari jadi ibu dan ayah memutuskan untuk pulang kerumah" Kata Ibu Zoro
"Kalian tidak perlu capek-capek pergi pulang jika hanya 2-3 hari libur karena pasti kalian akan kerepotkan setelah kalian harus kembali bekerja karena harus naik pesawat lagi untuk kembali" kata Zoro kepada ibunya
"Kau tenang saja lagi pula ayah dan ibu ingin menghabiskan libur denganmu"kata ibu Zoro tersenyum
Setelah itu Zoro pun bangun untuk pergi mandi dan mempersiapkan semua hal sebelum pergi kesekolah
"Zoro apa kau sudah selesai ? kalau sudah cepat turun dan makan bersama kami sebelum makanannya dingin" kata ibu Zoro mengajak makan bersama
"Baik bu aku akan turun kebawah" kata zoro sambil turun kebawah melewati tangga
Zoro pun sarapan bersama dengan Ayah dan ibunya
"Jadi bagaimana kehidupan sekolahmu apa keaadannya tidak ada masalah?" tanya Ayah Zoro kepada Zoro
"Berjalan normal tidak ada masalah sama sekali, walaupun terkadang ada situasi yang tidak normal tapi itu bukan masalah besar" jawab Zoro kepada Ayahnya
"Kalau begitu baguslah aku pikir kau akan merasa tidak nyaman disekolah" kata Ayah Zoro tertawa
__ADS_1
Setelah sarapan Zoro langsung mengambil tas dan bersiap untuk pergi kesekolah
"Aku pergi" kata Zoro sambil keluar dari rumahnya dan pergi kesekolah
"Hati-hati dijalan" kata ibu Zoro sambil melambaikan tangannya
Setelah sampai disekolah seperti biasa Zoro disana belajar hal-hal dasar untuk menjadi hunter, sampai diwaktu istirahat dia secara tidak sengaja mendengarkan rumor yang sedang dibicarakan dikelas
"Apa kau sudah dengar rumor tentang iblis bertopeng yang menolong kita muncul lagi dikota !?"
"Ah aku juga dengar rumor itu, dari apa yang kudengar dari rumornya Iblis bertopeng yang menyelamatkan kita membunuh Vampire yang mencoba untuk menghisap darah salah satu pejalan kaki disana"
"Itu sangatlah aneh kenapa mahkluk jahat seperti dia malah membantu manusia !?"
"Mungkin saja dia mempunyai sebuah rencana jahat yang dia ingin lakukan dan para Vampire itu menggangu rencana"
"Itu juga mungkin"
Itu lah apa yang dibicarakan dikelasnya saat istiraha
"Sepertinya aku terlalu menarik perhatian" Kata Zoro dalam pikirannya
"Apa kau baru sadar sekarang ?" tanya Azel dengan nada mengejek
"Apa kau tidak punya kata-kata yang lebih bagus untuk dikatakan !?" kata Zoro sedikit kesal
"Dari pada itu lain kali jika kau ingin menggunakan Mode Iblis lebih baik kalau kau menggunakannya dengan sedikit orang atau kau mungkin akan mulai diburuh oleh para Hunter" kata Azel serius
Setelah selesai istirahat Zoro terus melanjutkan pelajarannya disekolah sampai waktunya pulang
"Akhirnya bisa pulang juga" kata Zoro meregangkan tangannya
Dia pun segera memasukkan semua benda kedalam tasnya dan segera pergi dari sekolah untuk membeli buah-buahan dan langsung pergi menuju rumah sakit dimana Azami dan Simon dirawat
Zoro masuk kekamar pasien dimana Azami dan Simon berada
"Yo aku datang menjenguk dan aku juga membawa buah-buahan" Seru Zoro
"Oh kau rupanya kau datang Nak Zoro" kata Ayahnya Azami
"Lagi pula bagaimana keadaan mereka sekarang ?" tanya Zoro
Tetapi apa yang dilihat oleh Zoro disana seperti bukan orang sedang terluka parah
"Azami itu adalah pisangku kenapa kau mengambilnya, kembalikan sekarang juga" kata Simon marah
"Siapa duluan dia yang dapat, karena aku yang mengambilnya duluan ini jadi milikku sekarang" jawab Azami kepada Simon yang marah
__ADS_1
"Apa kau bilang !? Dasar monyet sialan kembalikan pisangku"kata Simon marah yang menarik tangan Azami
"Monyet kau bilang !? bukannya kau yang monyet sebab kau marah hanya karena sebuah pisang diambil darimu" kata Azami kepada Simon sambil terus mempertahankan pisang yang berada ditangannya
Mereka berdua mulai ribut hanya karena sebuah pisang pada saat mereka baru saja selamat dari kondisi hampir mati
"Apa benar mereka sekarang sedang dirawat karena terluka parah" tanya Zoro heran kepada Ayahnya Azami
"Kau tau Nak Zoro ? aku sempat berpikir kondisi sekarat yang mereka alami saat itu hanyalah ilusi belaka" Jawab Ayah Azami dengan muka tidak berekspresi
Tiba-tiba ada seorang perawat cantik yang masuk kedalam ruangan pasien Azami dan Simon
"Siapa itu ? Apa kau mengenalnya Kurogane-san ?" tanya Zoro penasaran
"Ah ya dia adalah perawat yang biasanya mengatarkan obat untuk Azami dan Simon bernama Shirokawa Mei dan juga" kata Ayah Azami
"Dan juga ?" Tanya Zoro penasaran
"Monster yang ditakuti oleh Azami dan Simon" jawab Ayah Azami
"Cepat kembalikan pisangku monyet sialan !!!" kata Simon marah
"Tidak akan pernah monyet sialan !!!" balas Azami kepada Simon
Perawat itu berjalan kedepan tempat tidur mereka berdua
"Kalian berdua" kata Mei marah
Mendengar suara yang merupakan suara orang yang paling mereka takuti membuat mereka berhenti bertengkar dan melihat kearah sumber suara itu
"Shirokawa-san !?" kata Azami dan Simon kaget
"Kalian sudah berapa kali harus aku katakan agar tidak buat keribut dirumah sakit !?" kata Mei marah
"Shirokawa-san maafkan aku ini semua salahnya Azami karena dia mengambil pisangku" kata Simon melempar semua kesalahan kepada Azami
"Apa kau bilang !? ini semua salahmu karena kau mengamuk tadi" balas Azami kepada Simon
Mereka berdua mulai ribut lagi
"Kalian berdua berhenti membuat keributan" kata Mei dan memukul mereka berdua tepat diperut
"Gwaah Tolong aku" Azami dan Simon teriak minta tolong
"Sudah kubilang jangan berteriak" kata Mei marah
"Aku mengerti sekarang kenapa kau sebut dia monster" kata Zoro dengan wajah bermasalah
__ADS_1
"Aku sarankan kau untuk tidak ikut campur, aku pernah mencoba menghentikan dia tetapi melihat wajahnya membuatku teringat sesuatu yang mengerikan" kata Ayah Azami sambil membayangkan wajah marah Istrinya
Karena Ayahnya Azami dan Zoro tidak mau ikut campur mereka berdua berbalik dan menutup mata mereka berdua