
*
Setelah aku dan yang lainnya setuju untuk pergi ke game zone, kita langsung berangkat kesana setelah kami makan. Sebenarnya Aku masih ingin duduk sebentar lagi, tapi mereka tidak mau menugguku jadi aku tidak punya pilihan selain mengikuti mereka
"Zoro, nanti apa yang kau lakukan dulu ?" tanya Azami
"Entahlah, kupikir aku akan ikut dengan mu saja" jawabku
"Bagaimana kalau kita bermain sport game nanti, aku yakin disana pasti akan banyak orang jadi kita bisa ikut dengan mereka" kata Simon
"Kupikir Lebih Baik Kalau Kita Bermain Di Arcade" kata Azami tidak setuju
Simon Melihat Kearah Azami Dengan Tatapan Tidak suka
"Sport game !!" kata Simon
Setelah Simon mengatakan Itu Azami juga ikut manatap Simon dengan tatapan tidak suka
"Apa kau tidak tau, orang biasanya datang ke Game zone, untuk pergi bermain game arcade" kata Azami kesal
"Apa Kamu Sakit ?. dimana mana orang datang ke game zone untuk bermain sport game" balas Simon
"Haah!!?. Kau itu yang sakit, datang ke game zone untuk bermain sport" ejek Azami
"Apa kau bilang !!?"
Dibelakang mereka seperti ada aura api dan petir yang sedang menggamuk dan saling bertarung, tapi mungkin itu hanya imajinasiku saja
Lagi pula mereka berdua berdebat hanya karena permainan apa yang akan dimainkan nanti disana, maksudku ayolah kalian sudah sma kenapa harus berdebat hanya karena hal itu
dan setelah mereka berdebat cukup lama, tiba-tiba sekarang mereka menanyakan kepada shirokiba-chan
"Shirokiba-chan, kamu pilih bermain sport game atau arcade game" tanya Azami dan Simon bersamaan
"Ehh!!? aku pikir aku ..." kata Yuna tidak enak
"Pastinya arcade game bukan ?!" tanya Azami
"Tentu saja sport game" kata Simon
Mereka mulai menatap satu sama lain lagi, kupikir mereka tidak sadar bahwa mereka membuat shirokiba-chan untuk memilih karena dia takut salah satu kalian akan kecewa. Karena Shirokiba-chan tidak dapat memilih dia tiba-tiba menatapku dengan wajah kewalahan, dan entah kenapa tatapan itu membuatku merasa akan mendatangkanku masalah yang aku tidak sukai
__ADS_1
"Kupikir aku akan ikut dengan pendapat Zoro-kun, jadi lebih baik bertanya kepadanya" jawan Yuna
dia melemparkan bebannya kepadaku, aku pikir ini yang membuatku merasa tidak enak saat shirokiba-chan menatapku tadi. Dan sekarang aku yang harus mengurus mereka
"Kalau begitu Zoro, kalau menurutmu kamu ingin main yang mana? sport ? atau arcade ?. Pastinya arcade bukan !!?' tanya Azami serius
"Heh!!!. Zoro itu tidak seperti kamu dia pasti lebih memilih sport dari pada arcade" kata Simon
"Apa kau bilang !!?. Tentu saja dia memilih arcade" balas Azami kesal
"Apaaa !!!?"
dan mereka mulai lagi, hah sepertinya satu-satunya cara agar mereka berhenti adalah membuat mereka memilih salah satu
"Kalau begitu bagaimana kalau begini, Saat sampai disana kalian akan bermain dua game dan pemenangnya yang akan menentukan permainan apa yang akan kita mainkan, Jadi apa menurutmu ?" tanyaku memberi saran
"Jadi kami harus bertarung digame dan pemenangnya yang memilih game yang akan kita mainkan?. hmmm,Aku setuju dengan kondisi itu" jawab Azami
"Aku juga setuju dengan ide itu" jawab Simon juga setuju
"Karena kalian setuju, jadi tidak perlu lagi kalian untuk berdebat tentang hal ini. Ok ?" kataku
"Tentu saja, lagipula aku akan memenangkannya" balas Azami sombong
Akhirnya mereka berdua tenang juga, untung saja aku mendapatkan ide ini kalau tidak mungkin mereka berdua akan membuat kita mengganggu orang lain
"Sepertinya sudah ada bus yang datang dipos, ayo kita naik sebelum bus itu pergi"
setelah berjalan kaki beberapa menit menuju pos bus, rupanya sudah ada bus yang berhenti dipos itu kami berlima segera langsung menaiki bus tersebut
Kami berlima Aku, Azami, Simon, Yuna, Shuna menaiki bus bertujuan ke Game zone untuk bersenang senang, walaupun ada sedikit masalah karena Azami dan Simon memiliki perbedaan pendapat dan terus berdebat
beberapa menit berlalu setelah kami berangkat, menurut sepengetahuanku kami akan sampai di game zone sedikit lagi, Tetapi saat itu tiba-tiba saja busnya berhenti mendadak
"Pak supir apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba rem ?" tanyaku bingung
"Maaf nak, tapi jalan mengarah ke Game zone ditutup karena perbaikan" jawab supir tersebut
"Ditutup ?. Tapi kenapa pak supir mengatar kami kesini kalau begitu ?" tanya Azami
"Maaf nak, Saya juga baru tau kalau ada perbaikan jalan disini" jawab Supir bus
__ADS_1
"Jadi apa kita pulang saja atau berjalan kaki kesana ?" tanyaku
"Tidak jangan pulang, aku ingin bermain hari ini.Beberapa bulan ini aku hanya berlatih untuk Turnamen terus jadi aku sudah lama untuk berlibur" kata Azami depresi
Yang lain juga sepertinya ingin pergi untuk berlibur. Aku sih tidak terlalu ingin pergi bermain, Maksudku aku yang dulu akan sangat tidak percaya diri saat diajak untuk Jalan-jalan bersama. Tapi melihat mereka ingin pergi sepertinya aku tidak punya pilihan
"Ok lah. Kalau begitu kami akan turun disini, dan berjalan kaki pergi kesana, lagipula game zone hanya beberapa block dari sini. Jadi tolong buka pintu busnya pak supir" kataku
"Kalau begitu, Baiklah" balas Supir bus
Kami pun turun disitu karena, penutupan jalan. Setelah turun kami pun langsung melanjutkan untuk berjalan kaki ke Game zone, kami sudah berjalan kaki selama dua menit setelah kami turun, tapi entah mengapa disini sangat tenang tidak ada orang sama sekali
"Kalian. Apa kalian tidak merasa aneh saat kita berjalan disini ?" tanyaku heran
"Kalau dipikir pikir memang tempat ini aneh, seharusnya tidak sesepi ini tidak ada sama sekali keributan atau pun aktifitas yang disini" jawab Simon
"Entah kenapa aku merasa tidak enak dengan keadaan kita" kata Azami
"Jangan mengatakan hal itu, bagaimana kalau itu benar-benar terjadi" kata Yuna marah kepada Azami
"Karena Kita dalam kondisi aneh, lebih baik kalau kita berhati-hati. Mungkin ada monster yang sedang berada disekitar sini" kata Shuna
"Kalau ada monster disekitar sini para hunter pasti sudah datang saat ini, Maksudku Kantor cabang ada di tiga block dari dimana kita berada" kata Yuna
Seperti yang dikatakan oleh shirokiba-chan, kalau ini disebabkan adanya monster disekitar sini para hunter pasti sudah berada disekitar sini untuk membasminya. Tapi disini Sepi sekali, Kalau begitu berarti ini bukan perbuatan monster melainkan Manusia !!
Pas saat aku sedang berpikir seperti itu aku merasakan kehadiran manusia datang mendekat kearah kami dengan kecepatan yang tidak biasa
Kami berlima dengan segera memanggil keluar Artifak Sihir kami untuk bersiap untuk bertarung
"Apa kalian merasakan itu ?" tanyaku
"Tentu saja, Kami merasakannya, Kamu pikir kenapa kami mengeluarkan Artifak kami" jawab Azami
"Sepertinya kita telah terlibat dengan sesuatu yang berbahaya" kata Simon tersenyum masam
Didepan kami ada tiga orang yang tiba menggunakan jubah berwarna hitam merah dengan lambang ****** berkepala tiga dipunggungnya. Sepertinya mereka berasal dari suatu organisasi
"Kupikir kalian adalah bala bantuan dari kantor pusat, tapi sepertinya bukan" kata salah satu orang dari itu
(Zoro Frandes) : [Siapa kalian?]
__ADS_1
"Kami? Kami Adalah Anggota Dari sebuah organisasi bernama Cerberus. Karena kalian sudah bertemu dengan kami, maaf tapi kalian harus mati disini hari ini"
Setelah mengatakan itu ketiga orang berjubah itu mencoba menyerang kami