
Setelah membaca jangan lupa untuk Like, Komen, Rating dan juga tombol hati/favorit biar jika sudah update dapat notifikasi :)
.
Selamat Membaca ~
.
"Zoro !!? Kenapa dia bisa ada disini !?" kata Ayah Azami terkejut
"Sepertinya rencana kita berhasil" kata Azami
Ayahnya Azami terkejut setelah mendengar bahwa ini merupakan rencana mereka, Azami bukanlah serangan utama mereka dia hanya umpan lain agar Ayahnya Azami tidak memperhatikan serangan utama mereka yaitu Zoro
"Apa dari awal ini adalah rencana kalian ?" tanya Ayah Azami terkejut
"Benar ! dari serangan yang dilakukan oleh Simon sampai ke serangan Azami semua itu hanya untuk memberikan celah agar aku dapat mendekat untuk menyerang" kata Zoro menjelaskan
"Lakukan sekarang Zoro" kata Azami berteriak
"Terima ini Kurogane-san !!!" kata Zoro berteriak
(Silver Moon Edge Sword Art : Fullmoon Slash)
"Tapi sayang sekali itu belum cukup untuk mengenaiku" kata Ayahnya Azami
tiba-tiba atmosfer disekitar Ayahnya Azami Kurogane Ryo berubah
Dan tepat saat Zoro menyerang menggunakan Teknik sihir pedangnya tiba-tiba saja Ayahnya Azami Kurogane Ryo menghilang dari tempat dia berdiri lagi dan itu membuat Zoro terkejut karena dia tiba-tiba menghilang didepannya
"Tidak mungkin !!! dia masih dapat bergerak lebih cepat lagi" kata Simon terkejut
"Dia tiba-tiba menghilang lagi" kata Azami terkejut dan mencari keberadaannya dengan melihat kesegala arah
"Apa kau mencariku ?" tanya Ayahnya Azami
Setelah mendengar suara itu dari belakang mereka pun langsung membalik badan mereka
Mereka bertiga terkejut melihat Ayahnya Azami Kurogane Ryo berdiri sekitar 10 meter dari mereka dan yang membuat mereka terkejut adalah Ayahnya Azami Kurogane Ryo sekarang diselimuti Aliran Petir yang sangat mengerikan
Jika ada orang tanpa Armor sihir tingkat tinggi mendekatinya mungkin dia akan terkena aliran itu dan mati sampai menjadi abu
"Apa-apaan dengan itu !!? bahkan Teknik sihir pedangku yang terbaru tidak apa-apanya jika dibandingkan dengan itu" kata Azami terkejut tidak percaya
"Aliran petir itu terlihat sangat bahaya, bahkan mungkin jika kita menyentuhnya kita akan mati sampai menjadi abu" Zoro menambahkan
"Jadi sekarang kita harus melawan Kurogane-san dengan Aliran petir yang menyelimutinya !?" kata Simon dengan keringat yang terus mengalir tidak berhenti
__ADS_1
Tepat setelah mereka bertiga mengatakan hal-hal seperti itu, Ayahnya Azami tiba-tiba melepaskan Aliran petir yang menyelimutinya
Setelah melihat apa yang dilakukan Ayahmya Azami Zoro, Azami, dan Simon pun kebingungan dan tidak mengerti apa yang terjadi
"Eh !? kenapa Kurogane-san melepaskan Aliran petirnya ?" tanya Zoro bingung
"Entahlah aku juga tidak tau mengapa" jawab Azami
Karena kebingungan dengan situasi mereka saat ini Simon pun memutuskan untuk bertanya
"Kurogane-san kenapa tiba-tiba melepaskan Aliran Petirmu ?" tanya Simon kepada Ayahnya Azami
"Kau tanya kenapa ? tentu saja karena itu tidak diperlukan lagi" jawab Ayahnya Azami
Untuk sesaat Zoro, Azami dan Simon terdiam untuk memproses apa yang telah dengar
"Apa ini hanya aku atau Kurogane-san memang bilang itu tidak diperlukan lagi !?" tanya Simon memastikan
"Benar kau bukan salah dengar, aku tidak membutuhkan lagi karena serangan Zoro sudah mengenaiku dengan serangan yang terakhir tadi" kata Ayahnya Azami tersenyum
"HEEEEEEEHHHH !!!!!" kata Zoro, Azami, dan Simon teriak serempak
"Kau tidak berbohongkan Ayah ?" tanya Azami memastikan
"Tentu saja aku tidak bohong, jika kau tidak percaya kau bisa melihat bekas luka dipunggungku" kata Ayahnya Azami meyakinkan
"Itu benar-benar ada !!!" kata Azami bersemangat
"Akhirnya serangan kita bisa mengenai Kurogane-san" Simon menambahkan dengan semangat
Tetapi ada orang yang bingung dengan apa yang telah terjadi, dia adalah orang yang melakukannya Zoro
"Apa benar aku mengenainya ? bukannya saat itu Kurogane-san menghindarinya dengan mudah ?" pikir Zoro bingung
Tetapi tidak hanya Zoro saja yang bingung tentang apa yang telah terjadi, orang lain itu adalah orang terkena serangan itu Ayahnya Azami
"Aku tidak mengerti, seharusnya tadi aku sudah menghindari serangan yang terakhir tadi, tetapi kenapa aku mendapatkan luka dipunggungku !?" pikir Ayahnya Azami bingung
Walaupun sudah memikirkan banyak cara dan teori Ayahnya Azami tetap tidak dapat menemukan jawabannya, karena dia tidak dapat menemukan jawabannya dia pun berhenti untuk memikirkannya
"Mungkin dia tadi beruntung" pikir Ayahnya Azami
Tetapi sebenarnya itu bukanlah kebetulan itu adalah Teknik sihir pedang yang diciptakan oleh Zoro bahkan Tanpa dia sadari sendiri, dan hanya seorang saja yang menyadarinya
"Karena kalian sudah dapat mengenaiku kalian sudah dapat berhenti dan pergi melakukan hal lain, tapi jangan lupa untuk cepat tidur karena besok kalian akan pergi untuk upacara pembukaan" kata Ayahnya Azami
"Syukurlah akhirnya selesai juga, pertarungan terasa sangat melelahkan fisik dan batin" kata Azami sambil berbaring dilantai
__ADS_1
"Aku juga berpikir begitu, aku merasa malam ini aku akan tidur nyenyak" Simon menambahkan
"Oh dan benar juga, kalian masih tidak boleh melepaskan pengekang itu mengerti ?" kata Ayahnya Azami memperingati
"Kami akan mengingatnya !!" kata mereka bertiga
"Karena kita masih ada waktu luang bagaimana kalau kita bermain kartu Uno ?" Azami mengajak
"Itu bukan ide buruk, ayo kita main" kata Simon setuju
"Kau benar juga, lagi pula 2 hari ini kita hanya latihan seharian penuh" Zoro menambahkan
Mereka pun mulai bermain Uno setelah mereka bertiga setuju, Tetapi itu hanya bertahan satu babak setelah itu mereka bertiga tertidur pulas
Ayahnya Azami yang melihat mereka sedang tertidur dilantai memberikan mereka selimut agar tidak kedinginan
Keesokan harinya
"Kalian cepat bangun !!! kita harus pergi ke arena karena kalian harus mengikuti upacara pembukaan" kata Ayahnya Azami membangunkan Zoro, Azami, dan Simon
"Ahhk sudah pagi ya ?" kata Zoro
"Benar juga upacara hari ini" kata Azami
"Apakah sarapan sudah siap Kurogane-san
Mereka mentakan hal itu sehabis bangun
"Setelah kalian bangun cepat mandi jika sudah selesai gunakan seragam kalian dan pergi sarapan" kata Ayahnya Azami
Mereka pun pergi mandi bersama yang berada dirumah diatas ruangan latihan
Selesainya mereka mandi dan menggunakan seragam mereka, mereka pun segera pergi kedapur untuk sarapan
"Hari ini kita akan sarapan nasi dan ikan" kata Ayahnya Azami
"Kalau begitu Selamat makan" kata mereka bertiga bersamaan
"Oh dan benar sebelum kalian pergi, kalian bisa melepaskan pengekang kalian sekarang" kata Ayahnya Azam
Karena sudah diizinkan melepaskan pengekang mereka, tanpa lama-lama mereka langsung melepaskan pengekang mereka
"Bukannya ini tidak ada bedanya ?" tanya Azami bingung
"Sepertinya memang begitu" jawab Simon
Yang menyadari perubahan yang terjadi pada mereka hanyalah Zoro dan Ayahnya Azami, Azami dan Simon tidak menyadari sedikitpun perubahan yang terjadi pada diri mereka walaupun itu sangat jelas
__ADS_1
Setelah bersiap mereka pun segera pergi menuju arena dimana Turnamen akan dilanjutkan